
Kami ber tiga memutuskan untuk mencari jembatan penghubung lain nya, kami berjalan tidak jauh dari sungai.
Suasana kota yang kami lewati selalu mencekam bagi orang biasa, setiap desa dan perumahan kosong dan bangunan bangunan rusak parah.
Aku berjalan dan menginjak tangan kecil tangan anak anak, "cih... sunggu keterlaluan..." gumam ku menatap sedih tangan itu.
Elaina dan aril bermain main di sekeliling ku seperti hal ini adalah hal biasa bagi mereka,
"haah~, kalian berdua kumpulkan para mayat mayat manusia " tegas ku,
kemudian mereka pun langsung melesat membuka puing puing bangunan dan tumpukan pepohonan.
[STATUS] [STORE]
[NAME : SHEVA ]
[JOB : NECROMANCER , LVL 78]
[MANA : 230 ]
STR : 60 DEX : 75 VIT : 80 INT : 115]
[SKILL : SEMUA SIHIR HITAM DAPAT DIKUASAI(TEROBOSAN) , GACHA SKILL,SUMMON(MENENGAH) ]
"Mungkin, menambah kekuatan militer gimle bisa dengan cara ini...." gumam ku sembari menatap tajam dan tersenyum ke arah tumpukan mayat manusia.
Aku berjalan pelan menuju tumpukan mayat yang di kumpulkan mereka berdua, aku pun berdiri tepat 1 langkah di depan tumpukan itu.
"Aku berterimakasih buat para monster untuk tidak memakan mereka..." pikir ku dengan senyum tipis kemudian aku pun mengalirkan mana ku.
Lingkaran sihir muncul di bawah tumpukan mayat itu, aku tersenyum tipis dan menambah mana lagi dan lagi.
Setelah beberapa saat lingkaran sihir itu mengeluarkan asap hitam pekat lalu asap itu memudar para mayat yang tadinya mati hidup lagi.
"Hohoho~, skill ku sudah naik lvl yah....baguslah" gumam pelan ku dengan senyum senang kemudian orang orang itu hanya menatap ku.
Aku merasa kesal dan Aneh, "kok malah kayak aril semua..." pikir ku psembari menatap mereka.
Elaina dan aril mereka melihat lihat para undead itu memegang dan mencolek mereka, " oioioi... itu bukan mainan tau!!" Pikir ku dengan kesal ke mereka.
Setelah itu kami bertiga dan 43 undead melanjutkan perjalanan.
[MANA : 200/230]
__ADS_1
Kami sampai di sebuah jembatan penghubung akan tetapi jembatan ini juga rusak,
"ah...sialan.....!!" Ujar ku dengan menggaruk kepala tetapi aku merasakan energi sihir yang lumayan dari arah perumahan.
"Elaina kau juga merasakanya kan!" Tegas ku ke elaina dia juga merasakanya energi sihir yang lumayan besar hampir setara dengan iris sekarang.
Aku menyuruh elaina dan semua undead untuk mencari tau energi dari siapa ini sembari menunggu mereka aku bermain dengan aril.
"Baiklah, aril tunjukan status mu" ucap ku dengan semangat aril pun juga semangat dia pun menunjukkan status nya ke pada ku.
[ARIL]
[SEKELETON]
[NAME : ARIL]
[JOB : SWORD MAN]
[STR : 10 + 50 DEX 4 + 50 VIT 8+50 INT 7]
[BEREVOLUSI (TAHAP 1) \=> TAHAP 2 ( 34,67%)]
"Hmm, baiklah ayo cari mangsa..." ucap pelan ku kemudian kami pun mencari manusia di seluruh tempat.
."Menarik, mereka sudah bisa beli di shop yah.. dan juga senjata kelas rendah lumyan lah cuma 2koin perak" pikir ku sembari memperhatikan mereka.
Aril sudah bersiap untuk membunuh mereka tetapi aku hentikan dia, "tunggu, aku ingin melihat bagaimana mereka berburu" telepati ku ke aril kemudian aril pun tenang.
Mereka 17 orang itu akhirnya menemukan monster ORC di depan mereka , mereka beruntung hanya menemukan 1 orc.
Mereka gemetar tetapi pemimpin mereka berteriak " kita banyak jangan gentar monster itu sendiri ayo maju!!" Seketika semangat mereka pun kembali.
17 orang terdiri dari 5tank 2 mage 4 warriors 1 assasint 5 archer, aku melihat formasi mereka lumayan dan sedikit tertarik.
Mereka melawan dengan kekuatan penuh, pertarungan sengit itu berlanjut sampai 2 jam karena mereka lemah.
Kemenangan bagi mereka, mereka kelelahan hanya membunuh satu orc tetapi aku tersenyum karena terhibur.
"Baiklah, aril ayo lakukan sesuai yang aku mainkan " ucap pelan ku menatap mereka dengan senyum tipis.
Aril pun menghilang, di tempat ke 17 orang itu.
"Pak, kerja bagus untuk hari ini" suara laki laki remaja dia adalah salah satu warriors dan pak yang dia maksud adalah pemimpin tim mereka.
__ADS_1
"Hm...kau yah mal... kerja bagus juga untuk mu " ucap pak pemimpin itu dia beristirahat duduk sembari meminum sebotol air.
Kemudian salah satu tank mereka mendekati mereka berdua dan berkata " aku mau nikah looo~, kalian datang lah yang lain sudah ku beri tau " dengan pd dan ceria.
"Apakah begitu, dengan siapa? Angel?" Ucap akmal dengan tertawa ke arah si tank kemudian pemimpin itu berkata " jangan begitu, selamat ya boy "
"Hahaha terimakasih kalian ber dua dan juga akmal kapan kau nyusul hahaha jomblo" jawab satria dengan senang kemudian mereka tertawa bercanda.
Kemudian dari balik bangunan aril muncul menatap dingin mereka, akmal yang melihat itu langsung memberitahu pemimpin.
"Pak!, saya melihat anak kecil di sana!" Teriak akmal dengan menunjuk ke arah aril kemudian anggota lainya pun mengerumuni aril.
Pemimpin itu membubar kan mereka dan mendekati aril, "nak, kau baik baik saja kah?" Ucap lembut pak tua itu kemudian aril hanya diam dengan wajah dingin.
"Mungkin diaa syok..." ucap seorang wanita mage kemudian temanya pun berkata " kasihan, bagaimana kalau kita bawa dia ke pangkalan" ucap wanita mage satunya.
"Hhmm...aku setuju, para tank bawa mayat orc itu dan ayo kembali" tegas pemimpin itu mereka pun membawa aril ke pangkalan mereka.
Aku yang melihat dari atas bangunan tinggi tersenyum dan berkata " K.E.T.A.N.G.K.A.P I.K.A.N. B.E.S.A.R." dengan senyum lebar menatap mereka
Kemudian pemimpin tim tadi menoleh dan melihat ke atas karena merasakan kehadiran kuat dan hawa membunuh yang pekat.
"Apa ini!, aku merasakan firasat buruk!" Pikir pemimpin tim itu dia terdiam lalu akmal memegang tanganya daan berkata " pak tua kau ngelamun apaan, ayo jalan nanti ketinggal "
"Ah..okey" ucap pemimpin tim itu dia tersenyum dengan sedikit berkeringat lalu mereka pun melanjutkan perjalanan.
Aku pun kembali ke jembatan tadi dan di sana hanya ada elaina seorang.
"Di mana para undead?" Tanya ku ke elaina lalu dia menjawab dengan merasa bersedih " tuan, para undead di bunuh oleh 3 orang kuat di sebuah pangkalan "
"Apa kau bisa mengalahkan mereka " tegas ku ke elaina kemudian dia tersenyum dan berkata " tenang saja tuan saya sudah melakukan hal yang sangat manis ke mereka" jawaab elaina.
Mata elaina mengkilap dengan menjilat tanganya yang ada noda darah nya dengan senyum tipis dia terlihat menakutkan.
"Ah..baiklah..." ucap pelan ku....
BERSAMBUNG....
TERIMAKASIH BUAT PARA PEMBACA YANG UDAH BACA NOVEL AKU WALAUPUN CERITA NYA GAK NYAMBUNG HEHEHE....
DAN KADANG TYPO JUGA .......
YEEEY..... SEMANGAT TERUS SEMUANYA UNTUK HARI ESOK JANGAN REBAHAN MULU :V
__ADS_1