
Rio mengatur napasnya, mencoba untuk menenangkan dirinya dahulu, baru kemudian masuk ke pintu toko.
"Permisi, Aku mau masuk"
Beberapa pria besar segera menatap mata galak itu dan berkata : "hari ini toko ini telah disewa oleh Boss kami, dan siapapun tidak di perbolehkan untuk masuk sekarang termasuk kamu nak!"
"aku adalah anak pemilik toko ini."
"Ah? "
Kelompok pria besar tersebut tertegun sejenak, dan mereka berpikir tidak mungkin anak remaja yang keliatan nya lemah seperti Rio akan berani untuk menipu mereka. Mereka segera melambaikan tangan : "Oh, kalau begitu, salahkan masuk!"
Rio kemudian melewati kerumunan tersebut dan dengan santai memasuki toko.
Pada saat ini, situasi di toko tampaknya sedikit berbeda dari apa yang dia bayangkan.
Gambaran yang dia khawatirkan tidak terjadi disini.
Di toko, seorang pria botak menggedor meja: "Aku bertanya ada apa denganmu Hari ini? . Aku sudah membawa saudara-saudara Ku untuk bergabung merasakan kelezatan Mie daging sapi kemarin, tetapi Kamu mengatakan kepadaku bahwa kau tidak bisa membuat nya?"
Rio memandang pria botak itu cukup akrab, Ia baru ingat, Ia merupakan pria yang memesan beberapa mangkuk mie daging sapi kemarin?
Di sisi lain, kedua orang tua nya, Deni dan Melinda membungkuk dan meminta maaf : "Maaf pelanggan yang terhormat, sebenarnya, semangkuk mie kemarin di buat oleh putra kita. Sekarang dia adalah satu-satunya di toko yang dapat melakukan ...
__ADS_1
Pria besar itu menampar meja dengan keras. Tampaknya seluruh toko bergetar. "Kalian berdua pikir aku bodoh?
Berdasarkan pengalaman ku selama bertahun-tahun, Aku dapat menjamin bahwa mie daging sapi hanya dapat dibuat oleh koki tua yang telah mendalami masakan selama beberapa dekade! "
Dia berdiri dan dengan ganas menghadapi Deni dan Melinda, yang wajahnya pucat, dan berkata, "Jika kamu tidak bisa membuatkan Aku mie daging sapi yang aku makan kemarin, aku tidak akan pergi sampai ada!"
"Ya!"
Beberapa pria besar di luar pintu berkata serempak, yang membuat Deni dan melinda gemetar.
Tetapi pada saat yang sama, mereka juga melihat Rio berdiri di pintu toko, mereka seolah-olah melihat pahlawan, bergegas menyambut kedatangan nya.
"Anakku sayang! Akhirnya kamu kembali"
Selesai berkata seperti itu, Mereka membawa Rio menuju ke arah dapur.
membuat orang-orang besar itu heran, mata mereka tiba-tiba terfokus pada Rio, penuh kecurigaan.
"Apakah kamu benar-benar membuat mie daging sapi yang lezat Kemarin?" Pria botak itu masih memiliki wajah tidak percaya.
Dan Rio akhirnya menemukan masalah nya.
Ternyata gosip yang ada di luar hanya omong kosong doang.
__ADS_1
Meski keahlian memasaknya madih kurang, Rio merasa sedikit bangga dengan keahlian nya.
Tetapi melihat orang tua nya takut dengan penampilan sekelompok orang yang ada disini, Rio sedikit marah dengan mereka.
Wajahnya dingin, dan berkata dengan santai : " Kalo iya emang kenapa?"
Deni dan melinda melihat sikap Rio, tiba-tiba wajah ketakutan, hampir bergegas untuk menutupi mulut Rio.
"Anakku! Coba lihat penampilan orang-orang ini. kenapa kamu berbicara seperti itu?!"
Sekelompok pria besar melihat sikap Rio yang tak kenal takut dan segera mengepalkan tinjunya dan membentak nya : "Hei bocah, ada apa dengan sikap mu ini Hah?"
"Kamu tidak merasa bersyukur kami telah menjaga tokomu. Apakah kamu berani tidak menghormati bos kami? Apakah kamu ingin tinggal di rumah sakit selama beberapa hari?"
sekelompok orang itu mencemooh dan memarahi nya.
Deni dan melinda terlihat cemas, bingung, mereka tidak menyangka akan menjadi seperti ini.
"Diam, Kalian Semua!"
Pria botak itu jelas merupakan pemimpin dari orang-orang kuat ini. Hanya mendengar suara raungannya, seluruh toko tiba-tiba menjadi sunyi.
Bahkan sampai menunjukkan senyum hormat kepada Rio "adik kecil, jangan pedulikan mereka, kita sedang kelaparan, tolong kasihani saudara-saudara ku yang malang ini, dan tolong segera memasak mie daging sapi seperti kemarin untuk kami semua!"
__ADS_1