
Setelah melayani sekelompok tamu tak diundang, Warung makan ferdinan ditutup, dan rio akhirnya punya waktu untuk menjawab tes soal yang di berikan pak slamet.
Tepat sebelum naik ke lantai atas, dia memberi saran kepada kedua orangtua nya untuk menambahkan hidangan [Supreme Beef Noodle] ke menu warung makan nya.
Hidangan ini adalah mie daging sapi alami yang dibuat oleh Ruo.
Ini juga menetapkan bahwa mie tersebut hanya dijual pada akhir pekan.
Dengan cara ini, Dia dapat menghindari berhubungan dengan Dragon, dan membuat hidangan ini langka dan mahal, dan meningkatkan nilainya dengan menjadikan nya hidangan yang misterius.
Yang paling penting adalah bahwa Rio bisa mendapatkan banyak waktu istirahat.
Dia tidak ingin menjadi koki sepulang sekolah setiap hari.
larut malam.
Deni dan Melinda yang melihat Rio belajar dengan serius, mereka tidak bisa menahan senyum satu sama lain.
Serangkaian perubahan baru-baru ini terjadi pada putra mereka benar-benar mengejutkan keduanya.
Itu seperti anak kecil yang tumbuh dewasa dalam semalam.
Pada saat ini, Rio sedang duduk di depan meja, dan di depannya ada kertas dengan judul soal fungsi.
"Sistem, bantu aku memecahkan semua soal ini."
"Ding! Jawabannya telah dikirim ke otak tuan rumah, silakan periksa."
__ADS_1
Begitu kata-kata itu keluar, tiba-tiba muncul banyak pengetahuan tentang fungsi trigonometri di dalam benak nya.
"Sin²A + cos²A \= 1 ......"
"TanA \= sinAcosA ..."
"..."
Rik mengangkat pena, dan menurut pengetahuan dalam benaknya, ia menulis langkah-langkah pemecahan pertanyaan yang ada di atas kertas soal.
"Oke, selesai, So~ Easy!"
setelah merasasangat puas dengan kemampuan sistem nya, Rio mematikan lampu untuk tidur.
......................
Tidak ada yang berkonsentrasi pada kelas, dan perhatiannya hanya tertuju pada dua anak laki-laki di kelas ini.
Yaitu anak pemalas / tukang tidur is the Rio, Dan sang berandalan tampan is Devin.
"waktu nya telah tiba, siapa di antara kalian yang akan memberi saya jawaban pertama?"
Mata pak slamet menyipit, memandang rio dan Devin.
Mata semua orang juga menatap mereka berdua.
"Pak Slamet, biarkan saya saja yang menjawabnya terlebih dulu."
__ADS_1
Devin melirik Rio dengan senyuman mengejek dan berjalan menuju papan tulis.
Penampilan tampan nya ini membuat banyak gadis di kelas memancarkan bintang-bintang kecil di mata mereka.
Cindy tiba-tiba menatap rio dengan gugup, tetapi mendapati bahwa rio masih terlihat mengantuk.
Penampilan nya yang sangat cuek seperti ini membuat cindy menjadi cemas.
" apakah kak rio akan berhasil?"
satu hal yang tidak dia tahu bahwa pada saat ini, Rio terus-menerus mengeluh: "suami istri tua yang tidak tahu malu, membuat orang tidak bisa tidur setiap malam!"
pak slamet mengambil kertas itu dari tangan Devun dan memegang kacamatanya dengan cermat.
pak slamet mengangguk puas: "Langkah-langkahnya jelas Meskipun metode pemecahan soal nya sedikit konservatif, tidak ada kesalahan. Lulus."
Devin dengan bangga mengangkat sudut mulutnya dan kembali ke tempat duduknya, menatap Rio dengan wajah meremehkan.
"Kemenangan dan kekalahan sudah kita ketahui, dan Devin bisa pergi ke kompetisi."
"Kamu bisa pergi ke kompetisi matematika daerah di tahun pertama sekolah menengah, itu adalah prestasi yang dapat di banggakan!"
Pak Slamet menatap Rio dan berkata dengan ringan: "Rio sekarang giliranmu."
Rio menggosok matanya yang lelah dan secara tidak sengaja mengeluarkan setumpuk kertas dari tas sekolah.
Ketika dia menyerahkan setumpuk kertas ke tangan Pak slamet, semua teman sekelas nya kecuali cindy menghina nya.
__ADS_1
Pak Slametjuga bermata dingin, menunjuk tumpukan kertas tebal, dengan dingin berkata: "Rio, apa artinya ini?"