
Saat makan malam Hidayah sangat manja kepada Anggara karena dia gak mau makan sendiri dan dia haya mau makan klo di suaoi oleh Suaminya itu ,Anggara dengan telaten menyuapi isterimya itu dengan sabar karena dia tau klo Isterimya sedang ingin di Manjan saat ini ."alhamdulillah dah kenyang mas " ucap isterinya yang sudah mengghabiskan makan malamnya dan anggara pun tersenyum" iya sayang tapi jangan lupa nanti sebelum tidur di minum susunya " "iya mas" jawab hidayah.setelah makan malam selesai kini Anggara dan Hidayah sedang duduk di ranjang tidur mereka berdua sedang menonton siaran televisi dan Anggara yang tadinya ingin melihat berota malah harus menonton Derama korea yang sangat isterinya sukai itu ya jadilah dia harus ninton Derakor bersama ,tak lama filem pun sudah usai kini Anggara memberikan Hidayah satu gelas yang berisi susu Bumil dan Hidayah pun menerimanya"terimakasih mas " setelah itu dia minum susunya sampe habis tak tersisa .dan Anggara pergi ke kamar mandi sebentar dan setelah itu dia pun menuju tempat tidur dan dia melihat isterinya sudah terlelap Anggara pun ahirnya merebah kan diri di samping isterinya dan memeluk tubuh Hidayah dan mencium kening dan pipi isterinya "good naid isteriku " setelahnya Anggara ikut terlelap juga .
Hari berganti hari dan mereka sudah berada di rumah merekan diselasela waktu yang sangat padat Anggara selalu meyempatkan waktunya untu isterinya dan kini Anggara dan sedan berada di kamarnya karena diluar sedang Hujan jadi merekan pun berada dikamar dan setelah lelah Anggara dan hidayah pun tertidur .
__ADS_1
saat mereka terlelap dari tidurnya dan saat ini juga tiba² Hujan turun sangat lebat angin juga sedikit ken cang tiba ² listerik padam dan membuat Hidayah terbangun dari tidurnya karena dia sangat takut akan gelap dan di melihat suaminya yang memeluknya mebuat sedikit tenang dan di mencoba membangunkan Anggara yang sedang tertidur " Mas Angga Bangun mas" sambil mengelus tangan suaminya supaya cepat bangun dan Anggara pun terbangun karena dia juga tipe orang yang mudah di bangun kan saat tidur " Ada apa sayang kamu mau minta apa " taya dia pada isterinya "mas sepertinya listerik mati deh mas Mas bisa bisa tolongin Hidayah Ambil Lampu ELID di meja penteri mas " iya bentar mas Ambil lampun ya dulu ya " setelah itu anggara mengambil Hp nya dan meyalahkan lampun di Hp nya dan dia menuju meja penteri dan mengambil Lampu ELID dan meyalahkan lampu .Anggara menghampir Isterinya dan meletakan Lampu di meja naskar sampin Hidayah "makasih mas " " iya sayang ,kenapa muka kamu pucat sekali sayang apa ada yang sakit sayang " Anggara melihat wajah isterinya menahan sakit dan muka sedikit pucat terlihat dari cahaya lampu yang lumayan terang Anggara bisa tau " Gak tau mas perut Aku sakit banget dan rasa sakit tiba² hilang dan sekarang sakit ya luar biasa seperti ini " penjelasan dari Hidayah sampil terus memegangi perutnya itu " Sebentar mas televon dokter Dina dulu " Isterinya hanya hanya menganguk saja karena dia sedang merasakan konteraksi yang lumayan sangat ² luarbiasa yang iya rasakan saat ini .setelah menelfon dan Dokter sudah mendengar penjelasan Anggara maka Dokter meyarankan untuk membawa isterinya ke rumahsakit sekarang melihat kondisi Hidayah yang hamil kembar dan sering juga Hidayah masuk ke rumasakit di karenakan sedikit lemah kandunganya dan Dokter tidak mau mengambil resiko bila terjadi sesuatu kepada ibu dan beby nya maka meyarankan untuk segera mendapatkan penanganan lebih lanjut .Anggara Menelfon Wira Asistenya untuk kerumahnya dan Wisa pun ahirnya dia pergi kerumah Bosnya itu di sepanjan jalan arah kompelek perumahan Anggara sedang Ada pemadaman listerik jarena Ada pohon tumbang yang menimpa palGardu Liang listerik dan mengakibatkan konseleting listerik .Wira melajukan mobilya menuju rumah Anggara sekitar 15 menid dia sudah di depan gerbang rumah Anggara Pak satpam pun membukan gerbang supaya mobil Wira bisa masuk ke halaman rumah Anggara " malam mas Wira silakan masuk "sapa paksatpam ramah " Malam pak Joyo " sapa wira balik dan sedikit terburu " pak gerbang ya jangan di tutup karena lagi ada imerjensi darurat " lan jutnya pada Satpam , karena dia tidak mau sampe Anggar marah karena terlalu lama menungu dia ahirnya Wira masuk kerumah Anggara dengan buru² untung Rumah anggara sudah menyalah lampunya karena rumah itu memakai Jenset dan di yalahkan saat Pemadaman listerik kayak gini .Anggara melihat Wira yang membuka kamar hereka " Wira tolong bawakan Tas ini ke mobil sekarang " Baik Tuan " jawab wira merahih tas perlengkapan kelahiran dan Angara membantu Hidayah menuju mobil ." mas gak usah di gendong akunya Aku masih bisa jalan ko bantu pegangin tangan Aku aja " pintanya pada Anggara di selala² dia merasakan konteraksi lagi dan dia sedikit mencengkeram kat tangan Anggara ,sebenarnya Anggara tidak tega melihat Hidayah kesakitan dan mau berjalan saja. Dia rasanya ingin menggendong Isterinya saja tapi karna saran dari dokter tadi supaya lebih cepat pembukanya maka disarankan untuk berjalan saja .setelah itu Anggara menuntun Hidayah menuju mobil dan Wira sudah berada di pengemudi mobil Anggara dan isterinya di kursi tengah belakan pengemudi,setelah memastikan Bosnya sudah di mobil Wira pun melajukan mobilnya menuju Rumahsakit Hidayah tak henti² nya berdo'a dikala konteraksi datang dia memegan tangan Anggara dan Anggara hanya bisa pasrah Karena dia tau klo sakit yang iyarasakan tidak sebandi dengan rasa sakit yang isterinya rasakan saat ini Anggara sambil mengusap ² punggung belakan Hidayah karena isterinya merasa punggungnya panas dan sangat pegal dan bagian bawah perutnya juga sangat kencan dan terasa Akan ada yang ingi keluar dari dalam ,Sambil mengatur nafas nya Hidayah masih berpegangan pada tangan suaminya itu dari tadi Hidayah menahan ingin rasanya menangis dan berteriak tapi dia tidak mau melihat suaminya menjadi sedih dia mencoba kuat walo sebenarnya tubuhnya terasa lemas dan lelah " Sayang sabarnya kamu boleh ko pegang tangan ku atau jambak rambut ku atau klo ingin menangis juga boleh jangan di tahan " cercah Anggara pada isterinya dan di jawab dengan Anggukan kepala dan sedikit seyum .setelah sampe di Rumah sakit wira membuka kan pintu mobil Bosnya dan memanggil Suster rumasakit untuk membantu Hidayah dan surter itu juga membawakan kursi roda untuk Hidayah .Anggara mebantu menurunkan isterinya dari mobil saat turun Anggara melihat Ada cairan keluar dari sela paha Isterinya dan Anggara dengan segip mebopong Isterinya dan mendudukan kekursi rodan dan di dorong keruan pemeriksaan ,setelah sampe di ruangan pemerisaan Dokter Dina mengecek sudah bera pembukaanya jalan lahirnya setelah selesai mengecek dan memeriksa kesehatan Hidayah makan di sarankan untuk melahirkan nomal saja tadi sempat airketuban juga sudah pecah maka jalan lahirnya mudah dan juga sudah pembukaan hampir lenggkap menunggu dua pembukaan jalan lahir lagi .
Bersambung .....!
__ADS_1
terimakasih sudah mau membaca dan penunggu up yang begitu lama 🙏maaf karens kesibukan sering telat up nya novelnya 🥰 .
terimakasih selalu jaga kesehatan kakak 👍🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰💜💜💜💜💜💜💜
__ADS_1