
Setelah Mia menggetahui jawaban dari soal yang ada di kertas perkamen itu. sekarang hanya tinggal 1 masalah lagi yang harus dia sampai kan.
Tapi Mia masih belum melakukan nya, padahal waktu terus berjalan. Hal yang membuat dia tidak bisa melakukan nya adalah karena dia tidak yakin apakah orang tua nya percaya.
Ya, masalah itu adalah mengatakan kepada orang tua nya bahwa dia ingin sekolah di flayla school, Mia masih berfikir apa yang harus di katakan kepada orang tua nya itu. Apalagi juga harus mengatakan bahwa sekolahan nya asrama. Dan jalan menuju ke
sekolahan itu juga nggak wajar.
Padahal hari ini menjadi hari terakhir dia berada di keluarga nya itu, dan besok dia harus berangkat sebelum pukul 8, jadi hari ini juga dia harus menggatakannya .
...
...
Hari ini adalah tanggal 20 Juli, dan besok Mia akan berangkat ke Flayla School, dan hari ini seluruh keluarga nya Mia ada di ruang makan, sedang sarapan.
* huh, gimana ya aku ngomong nya. aduh aku binggung mau ngomong dari mana *
Mia terus memikirkan cara untuk mengatakan semua itu kepada orang tua nya dan kakaknya itu, kak Megumi masih berada di rumah dan besok juga dia harus pergi lagi ke kampus.
" em...m.. mah, pah . aku mau ngomong sama kalian"
Mia akhirnya mengeluarkan suara nya, karena dari tadi dia diam. kedua orang tua nya itu pun langsung menatap anak nya itu.
" iya sayang mau ngomong apa?" mamah nya bertanya dengan Mia
" aku.... mau sekolah di asrama, jadi boleh kan " Mia sengaja mengatakan kata asrama dan dia akan mengatakan Flayla school nanti.
" kalau anak mama udah yakin mau sekolah asrama, ya kita sebagai orang tua hanya bisa mendukung" mamah nya itu menjoba tersenyum padahal di dalam hati dia sedih, jika harus di tinggal oleh anak nya.
" jadi asrama mana yang mau kamu tempati " kali ini yang bertanya papah nya.
" kalau aku nanti bilang mamah sama papah percaya nggak "
kedua orang tuanya itu sama - sama bingung apa nya coba yang nggak bisa di percaya.
" sebenarnya sekolahan aku itu, bukan sekolah sembarangan sekolahan aku tu..."
__ADS_1
DREEET..... DREEET....
hanfone milik papahnya berbunyi , jadi terpaksa Mia tidak melanjutkan ucapannya.
" sebentar ya sayang" papah nya itu pergi dari ruang makan untuk bertelfonanan dengan orang yang menelponnya itu.
Lalu setelah papah nya pergi kini giliran mamah nya yang harus pergi ke kantor karena sudah pukul setengah tujuh.
Mia gagal menggatakannya, Mia mengutuk dirinya sendiri karena tidak cepat menggatakan tentang keinginan nya kepada orang tua nya itu.
sedangkan papah nya setelah berhenti bertelfonanan langsung pergi tanpa pamit. bahkan menengok ke arah Mia aja nggak.
dan sekarang yang ada di ruang makan hanya dia dan kak Megumi. mereka berdua sama-sama diam. hingga akhirnya Megumi bertanya.
" Mia, sebenarnya tentang sekolah han yang kamu maksud itu namanya apa?"
Megumi melirik ke arah adik nya itu karena dari tadi adik nya itu diam dan menunduk kan wajah nya
" kalau nanti aku ngomong , kakak percaya nggak?"
Mia akhirnya mengangkat wajahnya dan melihat mata kakaknya itu.
kakak nya itu mulai menyombongkan diri nya agar Mia tersenyum. dan Ternyata benar Mia tersenyum.
" jadi, kamu ngomong aja, aku nggak akan nyela"
akhirnya Mia pun mengatakan semua nya kepada kakaknya tentang mimpi nya, tentang soal yang di jawab oleh kakak nya, tentang Flayla school, dan bagaimana cara buat bicara tentang masalah ini dengan orang tua Mia .
" gimana ya , sebenarnya sih aku juga nggak percaya tapi kalau kamu beneran penasaran dan mau ke sekolahan itu aku setuju" itulah komentar yang di katakan oleh kak Megumi.
" tapi kak nanti kalau orang tua kita nggak percaya gimana " Mia masih berfikir jika nanti pasti orang tua nya nggak percaya dan mengganggap itu semua hanya hayalan belaka.
" udah, nanti pasti mereka percaya dan jika kamu ngomong masalah ini sama mereka kamu pasti boleh pergi. tapi kamu akan dengar pernyataan pahit jadi sabar nya " setelah mengatakan itu kak Megumi langsung pergi dari ruang makan dan masuk ke kamarnya.
* maksudnya apa pernyataan pahit, sabar .memangnya apa sih kalau nanti aku ngomong, ah udah lah nunggu in mamah sama papah pulang aja*
akhirnya Mia hanya bisa menunggu orang tua nya pulang , karena hari ini hari Sabtu jadi kedua orang tuanya Mia pulang jam 1 siang .
•••
pukul 1 siang
__ADS_1
TING ... TONG....
Setelah mendengar bel Mia langsung berlari menuju pintu dan membukanya, ternyata benar itu orang tua nya.
" mah , pah ayo masuk " Mia tersenyum walaupun dari dalam hati nya dia gugup.
Setelah orang tuanya masuk kedalam rumah. Mereka ber tiga duduk di sofa ruang tamu. Dan ini saat nya untuk Mia berbicara lagi.
" mah, pah soal yang tadi pagi itu aku..."
" iya kok, kami udah tau jadi nggak usah di ceritain lagi"
Mamah nya menyela kata - kata Mia, sedangkan Mia binggung dengan apa yang di katakan mamah nya barusan.
Mamah nya Mia mengambil sesuatu dari dalam tas nya. Dan ternyata sebuah cincin perak yang terdapat permata ungu di tengah-tengah cincin itu.
" Ini adalah pemberian dari orang tua kandung kamu "
DEG...
bak tersambar petir di siang bolong, kata - kata itu membuat Mia langsung menetes kan air matanya. Entah mengapa air matanya menetes begitu saja.
" Jadi, jadi aku bukan anak kandung mamah sama papah" Mia kembali meneteskan air mata nya , sekarang di tau pernyataan pahit yang di katakan oleh kakak nya tadi pagi. Dan ternyata dia bukan anak kandung dari dua orang yang ada di depannya itu.
Bukan cuma Mia yang menetes kan air mata tapi juga mamah nya itu juga ikut menangis.
" hiks..hiks.. jadi apa bener yang aku katakan tadi kalau aku bukan anak kandung dari mamah dan papah"
kedua orang tuanya itu langsung memeluk Mia dengan erat sambil mengeluarkan air mata juga.
Saat tangisan Mia mulai reda, ke dua orang tua tirinya itu mulai menjelaskan bagaimana Mia bisa berada di sini .
sebenarnya di waktu Megumi masih kecil sekitar umur 8 tahun, di pagi hari dari depan rumah mereka mendengar suara bayi menangis, saat mereka mengecek nya ternyata sudah ada bayi perempuan cantik yang menangis. di ranjang bayi itu juga ada surat dan cincin perak.
Di dalam surat itu menjelaskan bahwa kamu adalah seorang darah campuran antara elf dan manusia. dan di surat itu juga menjelaskan tentang kamu yang akan sekolah di sekolah han asrama di perbatasan antara langit 2 dan langit 3. kami tidak tau apa maksudnya.
" tapi sekarang kami tau bahwa kamu harus bersekolah di sekolah yang di maksud itu. Dan kami mengizinkan nya karena memang itulah tempat untuk mu"
Setelah mendengar cerita itu Mia jadi tau tentang asal-usul dirinya walaupun cuma sedikit . Dan Mia berharap bahwa dia bisa bertemu dengan orang tua nya yang asli di Flayla School.
•••
__ADS_1