Misteri Hidup Sang Gadis

Misteri Hidup Sang Gadis
—usaha untuk mengingat—


__ADS_3

Hembusan angin malam menembus dinginnya sampai ketulang,raga bagai melayang tanpa tujuan,harapan dan impian tak berpihak pada sang pemimpi,rasa kecewa,rindu,sedih ,bahagia menjadi satu..drama kehidupan sedang berpihak padanya…


“Arga menghempaskan kekecewaan hanya berdiri di balkon villa…bayangan setahun silam seakan di depan mata..Arga merasa sedang di permainkan oleh takdir…”


Berharap pulang untuk menemui kekasih hati yang sudah lama di rindukan nya..


“den…ada apa den..ko pulang dari Inggris malah sedih gitu”tanya bi Nina….


“Arga menghampiri bi Nina yang sedari tadi di dekat pintu….’’


“Bi…Arga bingung bi…Anggie satu bulan yang lalu mengalami kecelakaan,adiknya meninggal dan kini Anggie terkena amnesia ringan…Arga sepulang dari bandara langsung kerumah Anggie,tapi Anggie tak mengenal Arga bi..perasaan Arga bingun,marah,bahagia,sedih menjadi satu….”dengan kesedihan Arga yang tampak jelas….”


“Aduh, kasihan neng Anggie…sekarang dia sama siapa den..tanya bi Nina”


“Arga tidak menjawab…karena dia kecewa dengan dirinya sendiri,seharusnya yang ada di samping nya itu aku bukan dia..”


“Ya sudah den…aden besok ke sana lagi..pelan-pelan aja den…kalo memang sudah ada jodoh pasti gak kemana…”ucap bi Nina…


“Iya bi…cuma yang Arga bingung…Arga di Indonesia cuman 1minggu bi…”ucap Arga..,


“ ya sudah…aden istirahat dulu,ini sudah sangat malam Den…”


“Iya bi…terimakasih..bibi sudah baik ke Arga…”


“Sama sama den…”bibi ke bawah lagi ya den..”


“Di banting nya tubuhnya sendiri…berharap besok ada ke ajaib an untuk Anggie…”


“Bi…Anggie bantu ngepak yah…Anggie bosen di kamar aja..”


Aduh neng…gak usah..biar bibi aja yang yang ngerjain..neng istirahat aja..timpal bi inah

__ADS_1


“Anggie udah sehat bi..Anggie udah kuat..biar Anggie bantu…sambil memasukkan kue kue kedalam box…”


“Ya sudah..tapi kalo neng merasa pusing bilang ke bibi ya”


“Siap bibi..”senyuman yang memperlihatkan gigi ginsulnya….


“Bi…Anggie mau nanya,kalo Arga itu siapa yah?ko Anggie gak inget…” tanya Anggie…


“Setahu bibi..den Arga teman dekat neng bisa juga di bilang pacar ,tapi dia sekolah di Inggris dari satu tahun yang lalu..bibi lihat kemarin ada den Arga…tapi bibi tidak sempat menyapanya…”


“Ohh…apa dulu Anggie deket banget sama Arga…?”


“Setahu bibi…den Arga hanya pernah datang 3kali neng..”jelas bi inah…


“Oohhh..pantes aja kemarin dia langsung memeluk Anggie bi,”


“Mungkin den Arga gak tau,kalo neng kena musibah,soalnya handphone neng juga hancur pas kejadian itu…”


“Assalamualaikum…terdengar ada suara tamu di luar…”


“Biar Anggie saja yang buka”


“Waalaikum salam….”di buka nya pintu..terlihat jelas seorang laki-laki yang tampak tampan dan gagah,Anggie tampak melongo seakan kena hipnotis…”


“Anggie tanya Arga..”


“Eehhh iyaa…masuk mas…ajak Anggie yang semakin bingung dan canggung…”


“Iya,baiklah..”


Mereka duduk di kursi tamu dan saling melempar pandangan,

__ADS_1


“Gimana kabar kamu gie..”maaf atas kejadian kemarin yang bikin kamu marah…”


“Anggie belum bisa menjawab…dia masih sibuk memandangi wajah Arga…”


Arga pun sampe pindah posisi duduknya menjadi berdampingan…..


“Gie maafkan aku yang tidak ada di,saat kamu kena musibah..aku tidak akan memaksamu untuk mengingat aku..”Arga sudah pasrah..mau sampai kapan pun Arga akan menjaga cintanya kepada Anggie…


“Gie…Arga menggenggam tangan Anggie…”


Anggie seketika menangis,dia bingung..harus memulainya dari apa..pikiran nya belum ingat kepada Arga,tapi bahasa tubuh tidak menolak untuk di sentuh Arga…


“Mas..maaf in Anggie juga..Anggie belum ingat semuanya…maaf…”


“Sudah lah sayang…di tariknya tubuh mungil itu kedalam rengkuhan dada bidangnya Arga,,di usapnya pucuk kepala Anggie”


Anggie hanya diam saja,pelukan itu terasa nyaman dan tenang…bahkan Anggie tidak mau melepaskannya…


“Ya sudah…hari ini kamu ada acara kemana,tanya Arga…”


“Hari ini aku gak kemana mana mas…kak adrian juga lagi pulang ke Bandung…”


Ada sedikit marah nama adrian di sebut oleh Anggie…


“Ya sudah…kamu mau gak kita ke villa yang di puncak..dulu kita pernah ke sana sewaktu pertama kita jadian..”pancing Arga …


“Eemm boleh…siapa tahu..Anggie ingat ya mas…”jawab Anggie…


“Iya…tapi jang dulu di paksain ya gie…”


“Hee..iya mas…!!ya sudah..Anggie ganti baju dulu ya mas…”

__ADS_1


“Iya..jawab Arga…”


__ADS_2