
Di Menara Dao yang berbentuk seperti pagoda, telah terjadi huru hara yang disebabkan oleh Guan Feng.
para penjaga telah menyusuri tangga hingga hampir sampai kepuncak pagoda.
" Ayok sedikit lagi kita hampir sampai !!" para penjaga telah berada di tangga 998 , dan Guan Feng bersama Tetua Agung berada di puncak.
di puncak Tetua Agung terlihat sangat panik, karena Guan Feng belum sadarkan diri.
" Gawat mereka datang !!" Tetua Agung panik setelah beberapa penjaga berhasil naik ke lantai 999.
Para penjaga segera menaiki lantai 1000 , setelah mereka sampai di atas pagoda, mereka melihat sebuah dinding penghalang.
" Dinding apakah ini ?" Salah satu dari mereka.
" Hancurkan saja !!" yang lain dengan semangat.
mereka segera menggabungkan kekuatan mereka untuk menghancurkan didinding yang dibuat oleh Tetua Agung.
energi spiritual berbentuk palu terbentuk, dan siap untuk memukul ke arah dinding penghalang.
" Sekarang !!" mereka segera mengarahkan ke dinding penghalang.
* BAMM !!
Dinding penghalang bergetar dengan hebat, dan menimbulkan sebuah retakan oleh serangan mereka.
" Berhasil !!"
" ayok kita lakukan lagi !!"
mereka segera melakukan serangan gabungan, dan terus melakukan agar dinding penghalang tersebut hancur.
setelah melakukan serangkaian Serangan tanpa jeda, mereka tersenyum melihat sebuah pintu masuk, tapi...?.
mereka mengerut keningnya, karena dinding penghalang yang telah berusaha mereka hancurkan, melakukan regenerasi karena Tetua Agung terus mengirimkan energi spiritual sebanyak-banyaknya.
********
" Kenapa aku harus berada di situasi ini ?" Tetua Agung Sangat panik, cepat atau lambat ia akan ditangkap oleh para penjaga karena telah berani menyusup ke menara Dao.
*********
di Sekte sayap keabadian, Ketua Chan terlihat gelisah dengan perasaan tak tenang.
" kenapa dengan ku ?" apakah ada sesuatu yang terjadi dengan mereka ?" Ketua Chan dengan cemas. " apakah aku akan memberi tahu kepada nyonya Xi ?" tidak-tidak Nyonya xi sedang hamil , lebih baik aku menyusul mereka..." Sambung nya.
Ketua Chan segera membuka portal dimensi di altar yang ada, tapi ia teringat bahwa dia belum cukup kuat, sehingga ia memanggil seseorang.
*********
Di suatu tempat, seorang pria sepuh melihat sahabatnya pergi dengan tergesa-gesa.
" Ketua Hui song..." sapanya dengan ramah.
Ketua Hui song segera menoleh ke belakang dan melihat seorang pria sepuh mendekat ke arah nya.
" Ada apa Ketua Huo ?" tanya Hui song.
" aku lihat kau sangat tergesa-gesa.." emangnya kamu mau kemana ?" tanya Feng bingung.
" menara Dao kita ada penyusup yang mencoba untuk membebaskan temen mereka !!" Ketua Hui song tak mungkin mengatakan bahwa sumber daya nya di ambil seseorang.
__ADS_1
" tapi kenapa kau tampak panik ?" apakah dia adalah kultivator kuat , hingga membuat mu ingin menangkap nya?" ketua Huo dengan penasaran.
" Yah..." jawab Hui song singkat, karena ia tak mau berdebat panjang dengan Ketua Huo. " aku pergi dulu !!" sambung nya, dan melesat dengan cepat.
Ketua Huo sedikit curiga dengan sikap Ketua Hui song. " ah tak elok begitu mencurigai sahabat sendiri !!" Ketua Huo segera masuk kekediaman nya.
*******
" Apa yang terjadi ?" Seorang kultivator bangsa iblis yang sedang ditahan, ia melihat para penjaga banyak dan juga panik.
lalu ia melihat ke sebelah nya, ia melihat seorang asura yang pingsan dengan darah dikepala nya." mereka sangat kejam..." sahut nya setelah melihat asura yang disiksa oleh penjaga.
tapi ia merasakan sebuah energi kuat dari atas." apakah ada yang menyerap energi spiritual para tahanan ?" dengan melihat ke atas ia merasakan kekuatan yang sangat besar." Tuan apa yang terjadi?" sambung nya.
penjaga yang sedang berjaga didepan sel iblis tersebut, ia segera menatap ke arah iblis yang bertanya ke arah nya.
" ada penyusup yang mencoba naik dan aku tak tahu apa tujuannya..." penjaga menjelaskan.
iblis itu terkejut mendengar nya dan penasaran dengan sosok yang berani masuk tanpa pengetahuan para penjaga menara Dao.
tapi setelah beberapa saat, iblis itu langsung mengerut keningnya. " apakah ia akan menyerap energi spiritual tahanan ?" jika benar itu akan membunuhku selamanya.." iblis dengan panik, karena jika energi spiritual yang ada dipuncak pagoda di serap, maka jiwa nya tak bisa bereinkarnasi.
********
di lantai 1000 , para penjaga terlihat masih berusaha untuk menghancurkan dinding penghalang yang dibuat oleh Tetua Agung.
" Hey..." kalian menyerah lah.." jika tidak kalian akan dihukum mati oleh Ketua Hui song..." Para penjaga memilih untuk memberikan pilihan kepada orang yang ada didalam dinding penghalang tersebut.
Tetua Agung yang masih mengalirkan energi spiritual ke dinding penghalang dan Guan Feng, ia menjadi agak was-wasan ketika mendengar nama Hui song, yang merupakan pemimpin tertinggi di menara Dao.
" Jika Ketua Hui song datang..." itu bisa membuat dinding penghalang ku hancur.." dan mungkin hanya senior Feng saja yang bisa menghadapi nya.." Tetua Agung berharap agar Guan Feng segera siuman.
********
setelah memasuki pagoda, ia melihat para penjaga Sangat rame dan menjaga ketat para tahanan.
" dimana dia ?" tanya Ketua Hui song ke salah satu penjaga lantai 1.
penjaga yang sigap menjaga ,ia segera melihat ke sumber suara yang memanggil nya, lalu ia segera menangkupkan tinju nya untuk menunjukkan rasa hormat.
" penyusup itu berada di lantai 1000 Ketua song..." penjaga itu dengan hormat.
" tak salah lagi .." dugaan ku benar ia pasti telah menyerap nya.." tak bisa dibiarkan...." Ketua Hui song segera melesat dengan kecepatan tinggi untuk mencapai puncak.
setiap lantai yang dilewati oleh Hui song, ia melihat para penjaga begitu banyak untuk mencegah tahanan kabur.
" Aku tak boleh terlambat.." Ketua Hui song segera mempercepat langkahnya. " aku yakin ia masih belum menyerap nya sepenuhnya.." sambung nya, karena ia berfikir menyerap energi spiritual tahanan tersebut adalah sesuatu yang berbahaya, makanya ia belum menyerap nya sebelum penyusup datang.
setelah beberapa dupa kemudian, Ketua Hui song telah sampai di lantai puncak/lantai 1000.
" dimana dia ?. tanya Hui song Kepada 10 penjaga yang seperti sedang berbicara dengan seseorang.
mereka segera membalikkan badannya, lalu dengan hormat menangkupkan tinju mereka.
" penyusup itu berada di balik dinding ini Ketua !!" penjaga dengan menunjuk dinding yang Masih kokoh.
" kenapa kalian tak menghancurkan nya ?" kata Hui song.
" dinding itu terlalu kuat Ketua !!" penjaga memberitahu.
" kuat apa nya ?" Ketua Hui song segera memusatkan energi spiritual nya ke kepalan tangannya dan meninju ke arah dinding penghalang.
__ADS_1
* BAMM !!
Penggalang langsung hancur berkeping-keping, hingga membuat para penjaga kagum.
Ketua Hui song melihat seorang pria yang pingsan, dan Sosok familiar yang pernah ia temui.
" ternyata kau Chua hu ...?" Ketua Hui song melihat ke arah Tetua Agung.
Tetua Agung langsung berdiri dan menatap ke arah Hui song.
" Aku tak berniat untuk melakukan ini semua..." Tetua Agung yang memiliki nama asli Chua hu segera memberikan sebuah alasan.
" tak berniat ya..? tapi ini apa sekarang kau telah membuat kegaduhan..." dan pria itu..?" Hui song melihat Guan Feng yang terduduk keadaan pingsan." ternyata ia telah menyerap semua nya..." sambung nya, karena ia melihat lonjakan dan luapan energi spiritual yang semakin kuat dari dalam tubuh Guan Feng.
lalu Hui song segera mengeluarkan pedangnya yang diselimuti oleh energi hitam.
melihat itu membuat Chua hu atau Tetua Agung langsung pasang badan untuk melindungi Guan Feng.
" aku tak akan membiarkan mu menyentuh nya..." walaupun nyawa ku taruhannya.." Tetua Agung dengan memegang ganggang pedang nya.
Hui song terkejut mendengarnya, karena teman seperguruan nya dulu lebih memilih untuk melawannya.
" Sadar lah aku ini lebih kuat dari kau..." Hui song segera melayangkan tebasan ke arah Chua hu.
Chua hu segera menangkis dengan pedangnya, dan...
* BAMM !!
Chua hu terhempas ke belakang hingga menabrak sebuah tembok, ia mengeluarkan seteguk darah dari mulut nya.
" haha..." sudah kubilang..." Hui song segera melesat ke arah Chua hu dengan gaya menusuk ke arah dada Chua hu.
* BAMM !!
Ketua Hui song segera mundur setelah ada kekuatan besar melindungi Chua hu, Chua hu segera melihat ke depan ia terkejut melihat sahabatnya dan sosok yang disegani oleh semua para Tetua Sekte sayap keabadian.
" apakah kau tak apa-apa Tetua Agung..? Ketua Chan ternyata datang tepat waktu.
" aku tak apa-apa.." Chua hu dengan segera berdiri, lalu ia menangkupkan tinju nya ke arah seorang pri sepuh yang menolong nya." terima kasih leluhur Chan..." sambung nya, leluhur Chan adalah Kakek dari Ketua Chan.
leluhur Chan hanya tersenyum dan segera menatap Hui song dengan seksama, ia agak terkejut melihat Hui song yang berada di ranah raja asura.
" Kau hampir saja membunuh murid ku Hui song.." leluhur Chan dengan tangan dibelakang layaknya seorang leluhur tua.
Ketua Hui song mengerut keningnya, karena ia berhadapan dengan seorang yang pernah menjadi gurunya.
" Guru Chan..." aku tak berniat melawan mu.." karena aku hanya ingin menghabisi nyawa anak itu..." Hui song menunjuk ke arah Guan Feng yang masih pingsan.
leluhur Chan melihat ke arah Guan Feng,ia hanya tersenyum, karena Guan Feng nekad untuk mencuri energi spiritual yang kaya dan padat di menara Dao ini.
" aku telah tahu semuanya dari Chan hu.." dia telah memberi tahu semua nya.." dan sekarang aku mau kau pergi dari sini.." Ketua Chan dengan mengelus jenggot putih nya.
. Hui song Sangat marah mendengar nya, karena ia tak mungkin membiarkan orang yang telah merampok dirinya.
" aku tak akan pergi..." walaupun kalian bertiga untuk melindungi bocah itu.." dengan kekuatan ku yang sekarang..." aku akan mengalahkan kalian..." Hui song segera mengeluarkan pedang nya yang diselimuti energi hitam.
" kau masih keras kepala seperti dulu Hui song.." leluhur Chan dengan tersenyum." kalian jaga Guan Feng dari para penjaga.." aku akan berhadapan dengan Hui song.." leluhur Chan dengan memegang sebuah pisau ditangannya.
" Kami akan melakukan nya leluhur..." Chua hu dan Chan hu dengan hormat, dan mereka segera melindungi Guan Feng dari penjaga yang mencoba menyerang nya.
" kau akan menyesali nya..." Hui song segera melesat ke arah leluhur Chan.
__ADS_1
" aku tak menyangka kau semakin kuat bahkan menyamaiku..." leluhur Chan dengan melangkah maju.
thank you 😊