
Guan Feng yang berada di pulau duan, atau lebih tepatnya di Sekte surgawi Guan Feng memutuskan untuk tinggal selama sebulan, sebelum ia akan pergi ke domain dewa bersama anak nya yaitu Yun Yu, yang dimana ia akan menyelamatkan istri nya walaupun banyak rintangan.
hari telah pagi, Guan Feng terlihat duduk didepan kediaman nya dengan menyeduh teh hijau ditangannya.
" Ah....Nikmat...." Guan Feng dengan senyum cerah setelah menegak teh hijau nya.
Lalu Guan Feng dihampiri oleh ketiga anaknya, Tian Feng yang terlihat lebih aktif dari pada kakak-kakaknya, Tian Feng langsung melompat ke arah Guan Feng.
" Pagi ayah..." Tian Feng di gendongan Guan Feng.
" Hmmm...." sepertinya ada yang tak beres dengan putra bungsu ku ini...?". Guan Feng merasa ada sesuatu yang akan dilakukan oleh Tian Feng.
lalu ia menatap Tian Feng yang ada di gendongan nya. " Ada Feng'er...? tanya Guan Feng. " sepertinya pagi ini kamu sangat ceria...!!" Sambung nya.
Tian Feng segera turun dari gendongan Guan Feng, lalu ia membuka telapak tangan nya ke arah Guan Feng. " Minta Jajan..." aku mau ke paviliun teratai untuk membeli artefak tingkat tinggi..." kata ibu minta sama ayah, karena ayah banyak uang nya...". Tian Feng dengan bijak.
Guan Feng langsung tersentak kaget, kenapa putranya ingin membeli artefak tingkat tinggi, dan lebih baik untuk membeli senjata saja untuk memperkuat dirinya.
Guan Feng tersenyum, menatap semua anak-anak nya yang berdiri didepan nya, lalu ia mengeluarkan artefak Pertahanan tingkat tinggi ke Tian Feng.
" Ini artefak pertahanan tingkat tinggi.." Sekarang kamu hanya perlu membeli senjata tingkat tinggi saja di paviliun teratai..." Guan Feng dengan memberikan sebuah artefak seperti bola yang memiliki warna keemasan.
Tian Feng langsung menyambar nya dengan cepat, dan memasukkan ke dalam cincin dimensi nya.
" begitu dong ayah...." Tian Feng langsung berlari ke dalam, karena ia awalnya hanya bercanda, tapi siapa sangka ayahnya benar-benar kaya.
Yu Xioe terlihat memanyunkan bibirnya, ia terlihat kesal saat Guan Feng menatap nya ia segera memalingkan wajahnya dari Guan Feng.
" Ada apa dengan mu Xioe'er....? Guan Feng segera mencubit pipi putri nya itu yang mengemaskan.
" Ayah pikir lah..." Masa dia saja yang dapat aku mau juga tahu..." tapi ' aku mau nya senjata tingkat surgawi..." Yu Xioe dengan senyum cerah di wajahnya.
" Oh Putri ayah mau senjata tingkat surgawi ya...?". Guan Feng segera menjentikkan jarinya, lalu sebuah pedang muncul di tangan Guan Feng dengan ukiran naga di gagangnya. " Ini untuk Putri ayah..." Guan Feng segera memberikan ke Yu Xioe.
Yu Xioe langsung saja mengambil nya, dan langsung tersenyum hangat memandang Guan Feng. " terimakasih ayah tampan..." ia langsung berlari ke arah para murid yang sedang melakukan kultivasi, karena ia ingin berlatih juga.
Guan Feng menatap punggung putri nya itu, ia sangat bahagia melihat Yu Xioe yang tampak terbuka dengan dirinya.
tapi Guan Feng melihat Yun Yu hanya tersenyum manis, dan agak malu-malu menatap Guan Feng.
__ADS_1
" kenapa Yu'er...?" . Guan Feng segera mengelus rambut nya. " Apakah kamu mau juga senjata dari ayah...?" sambung nya.
Yun Yu segera menatap Guan Feng dengan tatapan manis. "Aku tak menginginkan nya ayah..." Aku hanya mau ayah menepati janji ayah untuk menyelamatkan ibu..." Yun Yu dengan tersenyum.
lalu Guan Feng segera menggendong Yun Yu, dan diletakkan di pangkuan nya. " Iya sayang ayah akan menyelamatkan ibu mu.." Guan Feng dengan mengelus pipi Yun Yu. " Eh-?" Guan Feng terkejut melihat ranah kekuatan Yun Yu yang telah berada di ranah absolute God.
" ternyata putri ayah sangat hebat..." tapi kamu jangan berkultivasi lagi ya.." Guan Feng dengan tujuan sesuatu.
" Kenapa ayah..?". tanya Yun Yu dengan heran. " kan bila aku kultivasi bisa bertambah kuat...!!" . Dengan heran menatap Guan Feng.
lalu Guan Feng menghirup udara dari mulutnya, lalu melepaskan nya dan manatap Yun Yu. " Bila kamu berkultivasi terus.." Itu akan membuat mu menembus ranah tidak diketahui... " dan kamu akan menjadi dewi dan tak akan bertemu dengan ayah lagi..." karena semua ingatan mu akan dihilangkan..." Guan Feng memberikan penjelasan kepada Yun Yu.
Yun Yu mendengar itu langsung agak terkejut, karena bila ia hilang ingatan dan menjadi dewi, ia tak akan bisa atau tak akan pernah bertemu dengan ayah nya, Walaupun ia akan bertemu ibunya menjadi dewi, tapi tak akan menjadi ibu dan anak.
Yun Yu mengangguk tanda ia tak akan berkultivasi lagi, lalu beberapa menit kemudian datanglah Jin xi dengan memegang perutnya dan duduk disamping Guan Feng.
" Siapa nama mu sayang...?". Jin xi dengan bahagia, karena ia merasa Yun Yu telah sebagai anaknya, dan memang benar itu anaknya walaupun berstatus anak tiri.
" Yu'er..." kenalkan diri mu kepada ibu Jin xi..." Guan Feng dengan menatap Yun Yu.
lalu Yun Yu menatap ke arah Jin xi yang tersenyum kepadanya, dan dibalas dengan senyuman manis di wajahnya.
" nama ku Yun Yu ibu Jin xi...." Yun Yu dengan tersenyum manis.
Yun Yu hanya mengangguk, karena ia juga ingin merasakan kasih sayang seorang ibu, karena selama ini semenjak kepergian Yun hu ia tak pernah lagi dan meninggalkan kasih sayang yang dikasih oleh para ibu tirinya.
Jin xi segera membawa Yun Yu jalan-jalan berkeliling sekte, karena ia ingin merasakan kebahagiaan dengan Putri tirinya, dan Telah ia anggap seperti anak kandungnya.
Guan Feng hanya tersenyum melihat kepergian mereka berdua, lalu Guan Feng melihat Yu Xioe sedang berbicara dengan seorang murid pelataran dalam.
" Hey..." apakah kamu mau berlatih tanding dengan ku....?". Yu Xioe dengan percaya diri.
" maafkan aku nona Xioe..." bukannya tak mau, tapi aku harus menjalankan misi ke gunung kun lun...!!" murid pelataran dalam dengan hormat, karena ia tahu Yu Xioe adalah putri su yan.
" ah..." ya sudahlah..." Yu Xioe segera pergi menuju ke arah Guan Feng.
murid itu hanya tersenyum masam, karena ia hampir saja membuat Yu Xioe marah karena tak mengikuti keinginannya.
Guan Feng hanya tersenyum, karena anak-anak nya memiliki sikap yang berbeda-beda.
__ADS_1
" Sepertinya kita akan berpisah..." karena ayah akan pergi menuju domain dewa bersama Yun Yu..." Guan Feng dengan menghela nafas panjang, karena ia baru merasa kebahagiaan bersama keluarga nya.
Guan Feng melihat Yu Xioe menyimpan pedang nya, lalu ia menatap Guan Feng dengan menyeringai dengan memegang kepalan tangannya.
" Kenapa sikap putri ku yang satu ini aneh...?". Guan Feng merasa aneh dengan sikap Yu Xioe yang berubah, kadang seperti anak pendiam, dan kadang-kadang juga seperti anak yang bar-bar, lalu Guan Feng tahu dengan seringaian itu.
" Ayah sedang Gak mood untuk bertarung..." Guan Feng dengan berdiri dan menuju ke arah dalam.
" Ayah....." Yu Xioe langsung berlari ke arah Guan Feng, dan melompat ke arah punggung Guan Feng." Ayah.." cepat lan kita latih tanding..." kata ibu ayah sangat kuat tapi kenapa ayah tak mau latih tanding deh ku...?". Yu Xioe dengan memeluk leher Guan Feng dari belakang.
" karena ayah takut dengan mu..." Guan Feng nada Santai.
Su rong yang sedang membersihkan rumah, ia langsung tersenyum melihat putri kandungnya dan suaminya yang begitu.
tapi ia langsung mengerut keningnya, karena Guan Feng malah duduk di atas kasur yang baru ia bereskan.
" Hey..." kalo main itu diluar bukan disini .." apakah kalian ingin aku membersihkan lagi..?". Su Rong dengan memasang wajah garang.
Guan Feng dan Yu Xioe yang sedang asyik bermain dengan Yu Xioe di punggung Guan Feng mereka langsung takut dengan Su Rong.
" Xioe'er.." Seperti nya kita harus kabur sebelum Ibu mu marah..." Guan Feng dengan nada mengejek.
" Benar ayah.." ayok kita lari...." Yu Xioe dengan mengeratkan pelukannya.
" Satu..Dua..Tiga..." Lari....." Guan Feng dan Yu Xioe langsung berlari keluar untuk menghindari amukan Su Rong.
Su Rong langsung memerah wajah nya, karena suami dan anaknya mengejek nya.
" Anak sama Ayah sama saja..." awas aja nanti..." Su rong dengan kembali membersihkan kasurnya.
" Biarkan aja mereka Tetua Rong..." Su yan datang menghampiri Su Rong yang tampak kesal.
Su Rong segera membalikkan badannya, lalu ia menatap ke arah Su yan. " Ah...." Mereka itu sangat bandel..." padahal baru kemarin bertemu eh-sudah akrab saja...." Su Rong dengan tersenyum mengingat Guan Feng dengan Yu Xioe tadi.
" Yah..." bagaimana lagi mereka itu adalah anak dan ayah.." cepat atau lambat mereka juga memiliki sikap yang sama dengan ayah nya..." Su yan dengan tersenyum.
" Oh iya..." putra Mu mana...?" . Su Rong bertanya dengan nada ramah.
" seperti biasa..." ia itu bandel seperti ayahnya..." dan aku yakin ia sedang keluyuran bersama temannya..." Su yan dengan mengingat sikap Guan Feng yang persis dengan Tian Feng putra nya.
__ADS_1
mereka pun tertawa dengan lepas, karena memang benar Tian Feng memiliki sikap jahil dan suka memprovokasi orang, tapi disisi lain ia juga seorang dermawan.
thank you 😊