
setelah kk nya keluar dari kamar tiba tiba hp jay berdering,jay melirik sedikit dan ia enggan mengangkat telfon itu,tapi hp nya terus berdering menandakan ada berita penting, dengan malas jay mengangkat telfon itu
"halo tuan, markas kita yg di Negara B kemarin di serang dengan para gangster " ujar rio
"terus, apakah orang orang di sana tidak bisa menangani nya"?
"bisa tuan , hanya saja ada beberapa dari orang kita terluka karna tembakan api,dan kami sudah menahan beberapa orang dari gangster itu ,dan yang lain nya sudah mati dan kami bakar " ujar rio
" bagus , ku serahkan urusan kali ini kepada kamu rio ,karna di rumah sedang ada kk ku, dia belum tau jika aku seorang mavia" ujar jay
rio bernafas lega karna tuan nya tidak terlalu mempermasalahkan nya ,
jay keluar kamar , dan melihat kamar kk nya masih tertutup " mungkin dia masih mandi " pikir jay,
jay melanjutkan langkah kaki nya ke dapur dan melihat hik surti sedang menata makanan di atas meja
"bibik yg masak semua ini" ujar jay
"iya tuan" jawab bik surti
__ADS_1
" pasti ini ide kk nya" pikir jay
" bibik permisi ke dapur dulu tuan " ujar bik surti
jay hanya menganggukan kepala nya, setelah bik surti berlalu , Renaldi datang dan langsung duduk di kursi depan jay ,
jay melihat kk nya mengangkat tangan untuk berdoa sebelum makan sedangkan jay hanya diam memperhatikan kk nya,
mereka pun selesai makan ,dan hanya ada kesunyian, setelah makan Renaldi mengajak jay ke ruang tamu
"aku akan menetap di indonesia dan akan mengambil alih rumah sakit mendiang kakek kita dulu "ujar Renaldi
jay sedikit terkejut dengan ucapan kk nya barusan , tapi dia berusaha menyembunyikan keterkejutan nya ,
Renaldi tersenyum "tidak " ujar Renaldi
Jay kembali heran dengan tingkah kk nya, karna selama ini dia pulang ke indo hanya sebentar karna dia lebih betah di jerman,
"terus apa yg membuat mu ingin menetap di Indonesia selain ingin mengambil alih rumah sakit kk" tanya Jay penasaran
__ADS_1
"karna ada calon kk ipar mu yg harus ku cari dan halalkan " ujar Renaldi tersenyum sambil mengingat gadis yg pertama kali menggetarkan hati nya
Jay geleng geleng kepala " ku kira kamu tidak mau menikah " ujar Jay
"hhhhhhhhhhh ya mau la ,ntar kalo gak nikah gak dapat syurga dunia loh " ujar Renaldi sambil tertawa karna dia yakin adik nya tidak akan paham
jay tersenyum " aku bahkan udah puas akan syurga dunia itu " ujar Jay
Renaldi terperangah dengan ucapan jay, Jay melihat kk nya terkejut langsung berkata " tenang aku selalu memakai pengaman sehingga tidak membuat anak orang hamil " Renaldi kembali syok dengan ucapan adik nya itu ,dia tidak habis pikir dengan adik nya yang sekarang
" Jangan lakukan itu lagi, karna Allah tidak menyukai hal itu " ujar Renaldi sambil berlalu ke kamar nya karna masih kesal dengan kebiasaan adik nya itu,
jay masih duduk di ruang tamu, sambil memikirkan keanehan pada sikap kk nya yg 90 derajat berubah
"ah ya sudah lah,ntar juga baik sendiri" ucap jay
jay pun berlalu dan pergi ke ruang bawah tanah,ruang yg di penuhi dengan alat alat tembak dan alat alat yg biasa di gunakan untuk eksekusi lawan nya,
jay mulai mengambil tembakan api yg jenis nya kecil namun peluru nya beracun ,siapa pun tidak akan bertahan hidup jika terkena tembakan ini, karna racun pada peluru nya menyebar dalam hitungan detik,dan paling lama hanya 5 menit bagi mereka untuk bernafas setelah terkena tembakan itu,
__ADS_1
jay tersenyum sinis "jika peluru ini mengenai jantung wanita itu ,pasti dia akan mengungkapkan kata maaf di detik terakhir hidup nya, hahahahahah "ucap jay sambil tertawa keras,
untung saja ruang bawah tanah itu kedap suara sehingga ia bisa menembak dan tertawa sepuasnya.