
Jay yang buru buru merapikan pakaian nya karna ada meeting di kantor nya, dia hanya sempat melirik kk nya yang duduk di meja makan ,dan dia berlalu pergi tanpa menyapa kk nya ,
rio sudah menunggu tuan nya dari tadi untuk mengantarkan tuan nya ke kantor,
"pesankan sarapan ,lalu antarkan ke ruang ku , makanan harus sampai sebelum aku sampai dan dalam ke adaan masih hangat" ucap jay
rio pun menelfon ibu kantin nya agar segera mengantarkan makanan hangat pada jam 07:00 karna rio sudah tau mereka akan sampai di kantor pada jam 07:05 ,
"antarkan makanan ke ruang tuan jay pada jam 07:00, dalam keadaan hangat dan tidak dingin ,sekalian minuman kopi nya 2" ucap rio
"si si siap tuan" ucap kepala kantin terbata karna tidak biasa nya sang pemilik perusahaan memesan makanan kantin,
dengan cepat kepala kantin menyiapkan makanan tuan jay ,
"jam berapa kita akan sampai" tanya jay kepada rio
"5 menit lagi tuan" jawab rio karna dia melirik jam di tangan nya sudah jam 07:00 ,
jay kembali membolak balikkan berkas yg ada di tangan nya sambil sesekali mengeluarkan nafas berat "huuuuuh"
"ini sudah lebih 5 menit , aku sudah lapar, apakah kau ingin membunuhku dengan cara membiarkan aku ke laparan ha" ucap jay dengan memegang perut nya yg perih karna dia memang belum makan lagi sehabis pertengkaran dengan kk nya tadi malam,
karna biasa jay suka makan di jam orang orang tidur, namun tadi malam dia menghabiskan waktu nya di ruang bawah tanah ,sehingga dia lupa untuk makan
"jalan nya begitu macet tuan" jawab rio
jay hanya diam tidak menjawab
"akhirnya sampai" ucap rio dalam hati
"kita sudah sampai tuan " ucap rio sambil berlari untuk membukakan pintu untuk tuan nya,
Dirgantara grup adalah sebuah perusahaan terbesar , yang bagunan nya mencapai 100 lantai ,dan perusahaan itu adalah bagunan tertinggi di negara A ,
orang orang banyak menjuluki nya sebagai perusaan raksasa dan kekuatan perusaan itu di juluki sebagai perusaan banteng karna orang orang yg berada di dalam perusaan itu sangat kuat pengaruh nya,
siapa pun yang ber investasi pada perusahaan itu pasti akan mendapat keuntungan yg sangat besar karna memang sudah terjamin kualitas nya ,baik dari segi pekerjaan maupun sosialitas nya,
jay memasuki kantor, berjalan dengan angkuh nya , pandangan lurus kedepan tanpa melirik kanan dan kiri,
lalu diikuti rio di belakang nya yg membawa beberapa map yg di butuhkan tuan nya,
__ADS_1
semua karyawan kantor menghentikan aktifitas nya lalu menundukkan kepala sampai sang pemilik perusaan itu masuk kedalam lif khusus petinggi perusahaan ,
"huh lama lama patah leher ku ini karna setiap pagi menunduk" ujar seorang gadis yg sedang memegang nampan nya itu, semua mata karyawan itu melotot tidak percaya mendegar ucapan gadis itu, sambil bertanya tanya siapa gadis itu, mereka bubar dan kembali ke meja masing masing ,karna mereka tau ruangan ini penuh pantauan cctv ,
gadis itu pun heran kenapa mereka melototi ku ,dan tidak memberikan penjelasan sedikit pun,
"ah ya sudah lah sebaik nya aku kembali ke kantin sebelum paman mencari ku" ucap gadis itu
"kenapa lama sekali " ucap sang paman
"tadi Ze lupa paman nyuruh ngantar ke lantai berapa, terus pas dif Ze pilih aja lantai 55 karna yg Ze ingat ada 5 nya, eh pas Ze keluar lif baru ingat klo paman nyebut nya di lantai 50 ,lalu ze turun lewat tangga ke lantai 50 nya" ucap Ze sambil mengelap keringat di kening nya,
"kenapa gak naik lif lagi Ze ke lantai 50 nya " tanya paman nya
" huh ,lif nya penuh , jadi Ze turun tangga aja mengejar waktu, kan kata paman 07:00 harus di sana sarapan nya" ucap Ze lagi
paman nya hanya geleng geleng kepala melihat keponakan nya ini ,
"Ya sudah sebaik nya kamu ganti pakaian kamu Ze seperti nya sudah bau karna keringat" ucap paman Ze
"aaaaa paman Ze gak bau kok " ucap Ze sambil menciumi badan nya
"ya sudah lah Ze mau pulang dulu ya paman" ucap Ze
belum sempat paman nya menjawab ,tiba tiba telfon nya berdering,Ze yg penasaran pun kembali duduk karna ingin mendengar percakapan paman nya itu,
"haa lo tuan " ucap paman Ze
"sarapan dan kopi ini udah dingin , jadi cepat jemput sarapan ink sebelum tuan jay membuang nya " ucap rio
"ba baik tuan" jawab paman Ze
Ze yang heran melihat paman nya yg gugup ketika mendapatkan panggilan dari seseorang pun heran,
ketika paman nya mau melangkah pergi untuk mengambil sarapan yang di antar Ze ,tiba tiba Ze menghentikan paman nya,
"paman mau ke mana" tanya Ze
"mau mengambil sarapan yg kamu antar tadi, karna makanan nya sudah dingin jadi tuan jay tidak ingin memakan nya " ucap paman
" No paman, biar Ze yang mengambil nya,karna Ze yg mengantarkan nya" ucap Ze
__ADS_1
" jangan Ze ,kamu tidak mengenal bagaimana tegas nya tuan jay itu kepada orang orang yang berbuat kesalahan" ucap paman Ze
"No paman, Ze adalah gadis yg bertanggung jawab, jadi biarkan Ze pergi " ucap Ze sambil berlalu dari hadapan paman nya,
paman Ze pun hanya pasrah,karna ini juga ajaran dia agar bertanggung jawab atas apa yg telah kita perbuat , dan paman juga tau jika Ze adalah gadis yang kuat, Namun yg saat ini paman nya khawatirkan adalah keselamatan Ze, karna paman nya takut jika tuan jay itu melukai nya,
Ze telah berada di dalam lif ,lalu menekan angka 50,
Ze sampai di lantai 50 dan akhirnya berdiri di depan ruang sang pemilik perusahaan ,Ze mengetuk pintu sambil mengucapkan salam
"Assalamualaikum" ucap Ze
"masuk" jawab jay
"Ze heran apakah semua orang kaya tidak bisa menjawab salam " pikir Ze
"aku bilang masuk,apakah kau tuli "ucap jay sedikit keras,
Ze pun terkejut lalu membuka pintu dan masuk,dia menundukan pandangan nya ,Ze langsung saja mengambil makanan yg ada di atas meja ,karna dia tidak berani berlama lama berdua dengan lawan jenis dalam satu ruangan, ketika Ze ingin berjalan keluar
"berhenti "ucap jay
Ze pun menghentikan langkah kaki nya ,tapi dia tidak membalikkan badan nya
"kenapa tuan" ucap Ze
"kemari "ucap jay
" tidak bisa tuan " ucap Ze
" kemari sekarang atau aku pecat " ucap jay,
Ze pun akhir nya menuruti kemauan jay itu,karna dia tidak ingin paman nya di pecat gara gara dia
Jay masih fokus dengan berkas berkas yang ada di tangan nya hingga dia tidak menyadari jika Ze adalah gadis yg menasehati nya kemaren,
"kamu sudah buat kesalahan,sekarang ada 2 pilihan turun jadi kepala kantin atau keluar dari perusahaan " ucap Jay dengan tegas tanpa melirik Ze yg ada di depan nya,
Ze yg mendengar nya pun terkejut dan sedih bercampur kasian terhadap paman nya ,dia memberanikan diri mengangkat kepala nya
"om" ucap Ze
__ADS_1