
*bian.
setelah dari kediaman tasya,bian pun gelisah karena memikirkan masa depannya yang sebentar lagi akan hancur,cukup lama bian gelisah bian pun tak menghiraukannya dia langsung tidur,tak butuh lama bian pun tertidur.
Terdengarlah suara adzan,bian pun terbangun dan bergegas ke kamar mandi,tak lama kemudian bian pun keluar dari kamar mandi dan bian pun solat subuh,setelah solat subuh bian pun merasakan haus bian pun turun untuk minum.
"Bro".kata vino sambil memegang bahu bian,bian pun sedikit kaget bian pun langsung menatap kakak kurang ajarnya itu. "gak bisa ya kalo gak ngagetin".kata bian dengan alisnya di tekuk.
"sorry".kata vino dengan senyum kuda. "eeh,kalo kamu gak mau sama tasya,biar aku aja deeh gimana" kata vino,bian pun melotot ke vino. "terserah abang deh".bian pun meninggalkan vino,vino pun tertawa lepas melihat ekspresi bian.
sesampainya dikamarnya bian pun duduk di sofa malasnya,bian memainkan hpnya,bian membuka aplikasi instragr***,bian mencari namanya tasya,pertama bian mengetik isnaini siyatasya,bian pun menemukan akun punya tasya,bian melihat foto tasya,bian pun tertarik dengan satu foto tasya yang memakai cadar duduk di kursi taman.
ā¤2.752 suka.
__ADS_1
isnaini siyatazya. Jangan menunggu bahagia untuk tersenyum tapi tersenyumlah untuk bahagianš¤.
Bian pun tersenyum melihat foto tazya tersebut dan membaca capsionnya."cantik".gumam bian,bian pun kaget dia langsung keluar dari aplikasi itu. "astaghfirullah,kenapa aku jadi gini sih,aku gak boleh suka sama tuh nenek sihir".kata bian.
*tasya.
Tok..tok..tok..
"dek ayo bangun sudah siang".kata ari,apa kalian inget ari itu siapa?,pasti lupa ari itu abangnya tasya.
ari pun mendekat ke tasya untuk membangunkannya. "dek ayo bangun".tasya pun tidak merespon,ari pun langsung menutup hidung tasya, tak lama kemudian tasya pun terbangun.
"isst,abang nih gak bisa yang bangunin secara baik baik,kalo cara gini kan gimana nantik hidung ade patah".kata tasya tangannya mengusap ngusap hidungnya,mendengar ucapan alay adeknya ari memutar matanya dengan malas.
"sana ihh abang,ade mau mandi".kata tasya mendorong badan ari keluar kamar tidurnya. "adek tidak tau terimakasih".gumam ari dan tasya pun mendengar ucapan abangnya itu. "kalo abang gak iklas bangunin ade,gak usah bangunin bang kalo kayak gini kan abang gak dapat pahala".kata tasya. "udah aah jangan dorong dorong,kamu bau iler".kata ari,ari pun langsung lari setelah mengucap kata itu karena ari sadar akan di marahi sama adeknya itu.
__ADS_1
satu
dua
ti
"abaaaang adee gak baauu iler yaaaaa.".kata tasya.tasya pun bergegas ke kamar mandi dengan wajah di tekuk,setelah selesai ritual mandinya tasya pun memakai pakaiannya dan turun kebawah untuk sarapan.
"pagi,pa ma".kata tasya mencium pipi orang tuanya,ari pun menoleh ke arah tasya karena ia tidak di sapa oleh adeknya itu.
"abang kok gak di sapa seh dek".kata ari. "hehe,maaf bang adek lupa kalo punya abang".kata tasya dengan senyum khasnya itu.
tuuk.
"sakit bang".kata tasya dengan memegang dahinya yang di sentil oleh abangnya. "mangkanya kali bicara tuh jangan asal asalan".kata ari. "biarin,blwee".kata tasya dengan memajukan lidahnya.
__ADS_1
"udah udah kalian berdua ini udah besar kok malah bertengkar,ayo makan sarapannya itu".kata papa tasya. "iya pa".kata tasya dan ari.