
waktu liburan terasa cepat berlalu, kini murid - murid harus menghadapi realita masuk sekolah, termasuk Aurora. hari ini merupakan hari bersejarahnya, dimana sebentar lagi ia akan menyelesaikan masa masa putih birunya. hari pertama ujian nasional memang selalu mendebarkan. saat saat seperti ini hanya doa dan keberuntungan yang bisa membantu.
mobil Ferrari dengan seri 488 pista terparkir sempurna di tempat parkir sekolah tersebut. Leo keluar terlebih dahulu dan membukakan pintu untuk gadisnya. Aurora menerima uluran tangan Leo dan seperti biasa kehadiran mereka akan menjadi sorotan bagi orang orang disekolah tersebut. siapa yang tidak kenal dengan pasangan itu? dari jenjang SMP hingga SMA semuanya orang kenal dengan kedua orang ini.
meskipun hal ini sudah biasa, tetap saja Aurora tidak akan terbiasa dengan semua perhatian yang berlebihan ini. Aurora pasti akan menundukkan kepalanya ketika ditatap seperti itu.
" jangan menundukkan kepalamu Aurora, kakak tidak suka" ucap Leo
Aurora yang mendengar perintah Leo pun pelan pelan menegakkan kepalanya, entahlah ia merasa tatapan yang diberikan untuknya cenderung sinis dan terkesan iri.
kini mereka telah sampai di ruangan ujian Aurora
" isi yang benar, jangan buru buru " ucap Leo
Aurora mendengus pelan " iya kak" ucap Aurora
Leo meraih pinggang Aurora kemudian mencium bibir Aurora, Leo sedikit ******* bibirnya sebelum Aurora menepuk dadanya.
" kak Leo, banyak yang liatin " ucap Aurora
" mereka tidak akan berani sayang" ucap Leo
jelas, siapapun yang menatap kekasihnya akan Leo habisi di tempat.
" jangan genit ya sayang " ucap Leo
" iya kak, kak Leo semangat belajarnya " ucap Aurora
Leo mengusap rambut Aurora sebelum dirinya pergi dari gedung SMP, ekspresi wajahnya berubah menjadi datar dan dingin. Begitulah Leo, ia akan ramah kepada Aurora saja jika diluar ia akan menjadi orang yang tidak bisa di dekati.
Aurora memasuki kelasnya, ia segera mencari bangku ujiannya setelah ia menaruh tas dan mengeluarkan buku untuk dipelajari ulang materi yang akan di ujiankan.
" Roraaaa!!" teriak seseorang dengan suara cempreng yang sangat Aurora hapal
" berisik deh kamu Diandra" ucap Aurora
" hehehehe... habisnya aku kangen banget sama kamu" ucap Diandra. Aurora tersenyum pelan menanggapi sahabatnya itu.
" baru berapa Minggu gak ketemu" ucap Aurora
" kamu sih sama kak Leo terus" ucap Diandra
" makanya kamu suruh kakak kamu jangan nempel sama aku terus" ucap Aurora
" yah, kalo itu jelas gak bisa lah. kak Leo gak ada kamu ibarat ikan gak ada air" ucap Diandra
Aurora diam diam membenarkan perkataan Diandra, dia dan Leo ibarat air dan ikan. tidak ada Aurora, maka Leo tidak akan bisa hidup. kira kira seperti itu analogi ya.
bel masuk berbunyi sekaligus bertanda bahwa ujian hari pertama akan dimulai. Aurora mengerjakan soalnya dengan baik , mengingat setiap materi yang ia pelajari dan mengisi dengan tenang. Aurora cukup yakin jika ia mendapat nilai yang bagus.
__ADS_1
sebenarnya tidak ada gunanya juga sih, mau sebagus apapun nilai Aurora. tetap juga ia tidak akan bisa masuk ke SMA yang ia inginkan. semuanya sudah diatur oleh Leo, Aurora harus masuk ke SMA yang sama dengan pria itu, dan Aurora menerima ya saja.
flashback***
mari kita lewati tiga hari kemudian yang terasa berat sampai ke hari dimana Aurora akan melepaskan seragam putih birunya.
dan disini lah Aurora berada, di aula sekolah Hyades dengan kebaya yang melekat cantik ditubuhnya yang ramping.
jangan tanya bagaimana ekspresi Leo saat ini, karena ia tidak terima jika ada laki-laki yang melihat kecantikan gadisnya. beruntung Aurora bisa memberi pengertian kepada laki-laki tersebut, meskipun Leo masih tidak terima.
Leo memasuki ruangan aula bersama dengan keluarganya, tentu saja keluarga Pratama tidak ingin melewatkan kelulusan calon menantu mereka sekaligus si bungsu mereka. Leo Tampak gagah dengan setelan jas ya membuat kaum hawa di ruangan itu memekik tertahan.
" hayo Rora, kamu liatin siapa?" goda Diandra
"A- apaan sih Di, enggak liatin siapa siapa juga" ucap Aurora
" kak Leo ganteng ya" ucap Diandra
" iya"
" nah, ketauan kan liatin kak Leo" ucap Diandra
Aurora memalingkan wajahnya untuk menutupi wajahnya yang rona merah, sedangkan Diandra terkikik melihat ekspresi sahabat nya.
" lah tumben ada opa sama Oma" ucap Diandra
" H- hah? ada nenek sama kakek kamu" tanya Aurora
" Duh, kan aku belum pernah ketemu sama opa dan Oma kamu, kalo mereka gak suka sama aku gimana?" tanya Aurora
" santuy aja kali Ra, Oma sama opa udah tau kok kalo kamu pacaran sama kak Leo. mereka baik santuy aja" ucap Diandra
Aurora mengangguk, kemudian acara wisuda pun dimulai. dari sambutan ketua yayasan, komite, kepala sekolah, hingga orang tua. lalu penyerahan selongsong dan medali kelulusan.
" murid dengan nilai tertinggi untuk kategori putra diraih oleh Jonathan Chandra!"
" untuk kategori, nilai tertinggi diraih oleh Aurora graceva .
Aurora bangkit dari duduknya ketika namanya disebutkan. gadis itu berjalan ke atas panggung berdiri disamping Jonathan.
" kepada nyonya kiarra, dipersilahkan untuk memberikan medali penghargaan".
kiarra naik ke atas panggung untuk memberikan medali penghargaan untuk kedua murid tersebut, ketika ia memberikan medali kepada Aurora, wanita itu memeluknya " selamat sayang mommy bangga padamu" ucap kiarra.
" terimakasih ma" ucap Aurora lalu membalas pelukan kiarra.
acara wisuda pun selesai, Beberapa murid berfoto - foto ria bersama teman atau mungkin tidak akan mereka jumpai lagi, ada yang berfoto dengan keluarga guna mengabadikan momen sekali seumur hidup.
" Ra" panggil seorang pria.
__ADS_1
Aurora pun menoleh kebelakang dan mendapati Jonathan " ada apa Jo"? tanya Aurora
" selamatnya nilai tertingginya" ucap Jonathan
" makasih, kamu juga selamat dengan nilainya" ucap Aurora sambil tersenyum.
" Ra, gue mau gomong sama Lo" ucap Jonathan
baru saja Aurora akan menjawab, tiba -tiba suara Leo menginterupsi percakapan mereka " mau gomong apa?" tanya Leo dingin
Aurora terkejut mendapati Leo yang sudah ada dibelakang ya. " kak Leo, ngagetin aja" ucap Aurora
" mau gomong apa? cepat gue tungguin" ucap Leo dengan dingin.
" ng- nggak kok, gak jadi. Ra, gue pergi dulu ya" ucap Jonathan gelalapan, lalu cowok itu pun pergi.
Dasar lemah ejek Leo dalam batinnya.
" Jonathan mau gomong apa ya?" tanya Aurora
Leo mendaratkan tangannya di pinggang Aurora " pasti bukan lah sesuatu yang penting" Leo mendekatkan wajahnya ketelinga gadis itu " kau sangat cantik hari ini baby" pujian Leo mampu membuat Aurora memerah karena malu
" selamat atas kelulusan mu Aurora" ucap Liliana yang berlangsung memeluk calon menantu cucunya ini.
" makasih oma" ucap Aurora membalas pelukan Liliana
" oh.... ini yang namanya Aurora. emang enggak salah Leo pilihnya" ucap James
" jelas dong kakak mah jago milih cewek" ucap Diandra
" sayang, ini Oma Liliana dan Opa James" ucap Leo
" senang bertemu dengan anda"" ucap Aurora dengan sopan
" astaga cantik banget, lebih cantik yang asli daripada di foto " ucap Liliana
" sudah kubilang ma, Aurora memang cantik " ucap kiarra
" jadi kapan kalian melaksanakan pertunangan?"
" pertunangan?" tanya Leo
" rencananya Minggu depan Oma" jawab Leo
" Ah... semakin cepat semakin bagus. oama akan pilihkan gaunnya yang terbaik untuk Aurora " ucap Liliana
ada apa ini? kenapa Aurora tidak tahu sama sekali tentang pertunangan? kenapa Leo merencanakannya tanpa persetujuannya?
" Aurora, panggil Leo" Aurora menoleh kearah Leo
__ADS_1
" kita akan melaksanakan tunangannya Minggu depan, sebelum kamu masuk SMA ".