
...Maksudnya?...
...—————...
...———...
...——...
...—...
"Tapi kamu ada di mana mana, aku ada di rumah pun kamu ikutan, dan lagi, pas aku mau nonton di bioskop bareng Kevin kenapa kamu duduk di jembatan? Bukannya jarak nya jauh banget dari sekolah?"
"Terus?"
"Kok balik nanya sih?! Jawab apa gitu kek!"
"Gue harus jawab apa?"
"Ah udahlah ga penting, itu urusan kamu"
"Tapi lo tanya"
"Y-Ya jawab dong, jawab yang sesuai sama pertanyaan nya, aku tanya kamu juga tanya, aku nya bingung lah"
"Terus?"
"Tuhkan gitu lagii..."
"Yaudah" Azra langsung beranjak dari posisi duduknya dan mendadak menghilang tanpa jejak.
"Kek gitu aja terus, kalau bisa nggak usah muncul sekalian!" Ucapnya kesal.
Beberapa detik setelahnya...
"Nata!"
"Ngapain di situ heh?!!"
"E-eh Kevin, udah ngerjain soal nya?" Balas nya gugup
"Udah dari tadi, ini dari kantin, abis jajan. Kamu nya ngapain di sini?"
"E-enggak, nggak ada. Aku cuma lagi bosen pelajaran aja, jadi sekali kali bolos lah ya, hehe"
"Sekali gimana, dulu juga udah bolos, dan bilang cuma sekali, sekarang mau di ulangi lagi?"
'tak'
"Aduh, iya iya, nggak usah jitak gini kali, sakit tau!"
"Yaudah ayok ke kelas, jangan bolos!"
"Nggak ah. Jam pelajaran nya bu Gita nggak asik"
"Kalau kamu paham sama materi asik kok pelajaran nya"
'Gimana mau paham, dia aja sengaja duduk di atas meja biar aku gak liat papan tulis' batin nya sembari tersenyum paksa.
"Yah, tapi kan aku nggak paham, susah banget"
"Nata, dengerin ya, kita udah kelas 12, bentar lagi lulus, kamu nggak boleh santai santai gini dong"
"Tapi kan-"
"Belajar bareng aja, terserah di rumah siapa"
"Eh, di rumah kamu aja, di rumah nggak ada orang, papa sama mama rencana nya nggak pulang, kemarin lusa telpon pulangnya 2 minggu lagi"
"Sebentar aja, aku alergi buku"
"Ih ih, baca novel di perpus aja betah sampe lupa waktu" Ucap Kevin sembari menggelengkan kepalanya pelan
"Itu kan bedaa..." Rengek nya sembari menatap Kevin dengan tatapan malas.
"Aza!"
"Nama gue Azra, bukan Aza"
"Terserah lah, aku nyaman nya panggil Aza kok"
__ADS_1
"Em"
"Ih, udah? gitu aja?"
"Terus gue harus gimana?"
"..."
"Udahlah lupain, aku cuma mau tanya. Sebenernya kamu tinggalnya dimana sih?! Tadi bilangnya di belakang sekolah, tapi perasaan kamu nya ngikutin aku terus, mulai aku di rumah, kadang kamu juga suka muncul tiba tiba, entah di dapur, atau sekedar duduk duduk di ruang tamu, paling parah, kamu suka tiba tiba duduk di jendela kamar, dan kalau aku pergi ke luar, aku juga sering liat kamu"
"..."
"Atau jangan jangan kamu emang ngikutin aku"
"Buat apa?"
"Ya... Biasanya hantu kayak kamu kan suka minta bantuan biar bisa cepet reinkarnasi"
"Terus?"
"Kamu mau minta bantuan?" Ucapnya sembari merapikan buku bukunya yang berserakan di meja belajar nya.
"Ngga"
"Emang mau terus terusan jadi hantu yang kerjaan nya nggak jelas gini? Mondar mandir sana sini tapi nggak ada hasil"
"Bukan urusan lo"
"Y-ya bener sih, tapi kan aku cuma tanya"
"..."
"Mau ngikutin aku kemana pun terserah sih, aku nggak masalah, tapi kalau mau ngeganggu atau iseng liat situasi dulu, please. Aku nggak suka ya, kalau di kelas kamu duduk di meja kayak sebelumnya. Atau ngejatuhin barang yang ada di kelas kayak tadi"
"Kok ngatur?"
"Nggak gitu, cuma aku gak suka kalau di ganggu kayak tadi, aku gak mau ada orang yang tau kalau aku bisa liat"
"Em"
Beberapa menit setelahnya hening, tak ada sepatah kata apapun yang menemani keheningan di antara mereka. Renata sibuk merapikan buku yang ada di depan nya, sedangkan Azra... Pandangan nya tetap lurus dan datar mengarah ke arah pintu kamar Renata, dan sesekali melirik Renata yang tengah sibuk dengan kegiatan nya.
"Eh iya" Balasnya sembari buru buru mengambil beberapa buku yang telah dirapikan nya tadi.
'cklak' Ia membuka pintu nya perlahan dan mendapati Kevin yang sedang berdiri di depan pintu kamar nya.
"Buku kamu mana?"
"Aku nggak bawa buku"
"Terus belajar nya gimana?"
"Aku fokus ngajarin kamu dulu, aku nggak mood belajar siang siang"
"Ih, apaan sih. Kok kayak aku sendiri yang mikir. Kamu nya duduk santai santai gitu?"
"Ya nggak lah, ntar kalau ada materi atau soal yang susah, yang kamu gak paham kan aku yang jelasin"
"Yaudah cepet sana, ngapain berdiri terus di sini?"
"Bunda di mana?"
"Keluar katanya, mau beli barang"
#Renata POV
Di tengah tengah belajar, aku malah salah fokus sama ekspresi serius nya Kevin. Sebenernya dia ganteng sih, tapi heran aja, dengan mukanya yang udah lumayan gitu, dia nggak ada niatan buat nyari pacar gitu? Atau dia emang pengen sendiri?
"Vin Vin!"
"Apa?"
"Diliat liat kamu lumayan ganteng gini nggak ada niatan buat pacaran gitu? Kayak si... Devan atau Adnan mungkin, mereka juga populer juga kan di kalangan cewe cewe, kamu sebenernya nggak kalah ganteng kok sama mereka. Kenapa nggak dimanfaatin? Sebenernya banyak kok yang suka sama kamu di kelas"
"Nggak, males aja. Eh btw kamu tadi ngomong aku ganteng? Ahahahh baru nyadar sekarang?"
"Nggak sih, ganteng nya cuma pas serius, pas kayak gini balik lagi tampang nya jadi kayak orang bego"
"Ih, dasar"
"Kan emang gitu kenyataan nya"
__ADS_1
"Ehem..."
"E-eh bunda"
"Mama udah pulang?"
"Kalau belajar fokus belajar dulu, pacaran nya nanti, kalian udah mau lulus, jangan santai santai"
"Eh kok pacaran sih? Kita kan cuma temenan"
"Ah iya kok bund, lagian ini juga mau lanjut belajar lagi"
"Za!"
"Hm"
"Bisa pergi nggak sih? Aku risih tau nggak, lagian kamar itu kan privasi banget tempat nya, apalagi aku cewe kan, kamu juga tau"
"Em"
"Terus?" Mampus! Aku bisa balikin kata kata mu kan? Hehe
"Sorry"
"Eh"
"Kenapa?"
"Aneh aja, setan macam kamu bisa ngomong maaf, apalagi irit bicara sama ekspresi kayak gini"
"Terus?" Dahlah gantian. Pusing juga rasanya ngomong sama dia. Nggak di jawab, dia nya ikutan diem, pas di jawab malah aku yang dibuat diem sama dia. Serba salah banget perasaan :)
"Yah terserah, intinya aku gak suka kamu main nyelonong masuk ke kamar gitu aja, apalagi muncul tiba tiba gini. Cewek mana coba yang nggak marah ada orang nggak jelas masuk ke kamar nya"
"Tapi gue bukan orang"
"..." Tuhkan, aku yang IQ nya di bawah rata rata ini bisa apa? Kalah terus perasaan lawan dia. Salah satu kata aja pas dikoreksi dia, aku selalu di bikin diem sama dia.
"Yaudah pergi sana! Hush!" Makhluk kayak dia ini kalau dibaikin ngelunjak, mending suruh pergi aja. Yakin 100% cewek cewek di luar sana juga bakal kesel banget sama dia.
Beberapa menit kemudian, dia masih tetep di sana, masih tetep di posisi semula dia duduk. Entah apa yang dia pikirin sekarang. Dia cuma diem dengan tatapan datar nya., yang susah banget di baca. Jujur, aku belum pernah ketemu orang yang irit ekspresi, dan irit bicara kayak dia.
"Nama lo Renata kan?"
"Kamu tau darimana?"
"..." Hening. Nggak ada sepatah kata pun yang keluar dari mulut nya. Entah mulut nya kekunci, males jawab, atau dia nya nggak mau jawab.
"Cukup jawab iya atau nggak"
"Kalau iya kenapa? Kalau nggak kenapa? Lagian kamu tau nama ku dari siapa?"
"Gue tiap hari liat lo di sekolah"
"Apa hubungannya?"
"Gue gak buta, tiap hari lo pake seragam ada nametag nya emang gue ga liat?"
"Eh" Ah iya, aku lupa. Dia kan tinggal nya emang di sekolahan. Dan pasti dia sering liat aku juga kan.
"Hm... Renata ya?"
"Kamu kenapa sih nggak jelas banget"
"Jadi pacar gue ya?"
"Hah?"
"Maksudnya?"
"Lo nggak paham? Atau perlu di ulang kalimat nya?"
"..."
-//-
Hai, maaf saya update nya agak maleman, malem malem gini inspirasi banyak banget, sampe jiwa jiwa ambis saya buat nulis bangkit, muehehe :>
Jangan lupa tinggalkan jejak like dan komentar nya ya, thank you❤
__ADS_1