
*Sampai di apartement riko
"Kamu mau apa?!!"tanya dira saat riko mengambil pisau buah
"Aku ingin menghukum mu sayang"jawab riko
Saat pisau itu berhasil membuat goresan di tangan dira riko pun tersadar dan menjatuhkan pisau nya lalu memeluk dira
"Maafkan aku kumohon maafkan aku aku tidak bisa mengendalikan ini aku tidak berniat menyelakai mu"ucap riko sambil menangis menyesali perbuatannya
Dira pun hanya diam saat melihat riko menangis
"Tunggu disini aku akan obati luka kamu"riko pergi untung mengambil kotak P3K nya
"Dia kenapa bukannya dia yang telah membuat luka ini kenapa dia yang nangis seharus nya aku"batin dira sambill melihat kepergian riko
Riko pun kembali dengan kotak obat nya itu "ra maaf ini akan sedikit sakit tolong kamu tahan yahh aku akan obati ini biar ga infeksi"ucap riko khawatir
"Rik apa kamu sadar apa yang kamu lakuin"tanya dira saat lukanya selesai di obati
"Aku tidak sadar kalau aku sedang ingin membunuh"jawab riko jujur
"Apa kalau tadi kamu tidak buru² sadar apa kamu sudah membunuh aku?" Tanya dira dengan nada lembut
__ADS_1
"Mungkin"jawab riko santai
"Apa kamu tidak mencintai aku ahh salah maksud aku apa kamu tidak kasian dengan korban mu?"ucap dira
"Aku psikopat ra aku berdarah dingin merasakan jatuh cinta saja menurut ku sebuah anugrah"jawab riko sambil menatap dira
"Ohh apa kamu dulu memiliki kekasih?" Tanya dira
"Tidak" jawab riko
Tidak ada perbincangan lagi di ruangan itu hanya ada suara jam yang berdetak di ruangan itu tanpa di sadari tiba² ada petir
*DUAR* anggap aja suara petir oke
"Rik aku takut"ucap dira
"Kamu takut sama suara petir?"tanya riko sambil membalas pelukan dira
"Hmm" ucap dira sambil memeluk erat riko
Dira pun terhanyut dalam wangi tubuh riko bau mint yang beda dan bikin tenang menurut dira dan akhirnya dira pun terlelap dalam dekapan riko, riko pun tertidur di kursi sambil memeluk dira.
Dira pun membuka mata nya yang dia lihat terlebih dahulu adalah riko yang sedang memeluk dira,dira pun melihati wajah riko. Dira mengamati wajah riko dengan intens
__ADS_1
"Dia seperti seseorang yang memiliki kepribadian ganda"batin dira sambil menatap wajah riko
"Kenapa aku begitu nyaman dalam dekapan pria aneh ini?"batin dira yang heran
Riko pun mengerjapkan matanya dan dia melihat dira yang sedang memperhatikan nya "EHEM apa sudah puas melihat wajah ku?"tanya riko
Seketika wajah dira merona dan dira pun menjadi salah tingkah "ehhh apaansi narsis banget"ucap dira yang salting dan riko pun hanya terkekeh melihat dira
*KRING KRING KRING* bunyi hp riko
"Hallo apa?"ucap riko
"......."
"Iya aku akan kesana"ucap riko dengan wajah serius lalu menutup sambungan telepon nya.
"Siapa yang nelfon?" Tanya dira karna merasa wajah riko berubah
"Adam sekertaris aku" jawab riko "kamu disini aja jangan kemana-mana"lanjut riko
"Emang kamu mau kemana"tanya dira sambil mengerutkan alis nya
"Aku mau keperusahaan dulu mau membersihkan SAMPAH-SAMPAH itu"ucap riko sambil menggeretakan giginya dan pergi meninggalkan dira di kamar itu
__ADS_1
"Hmm selain pembunuh apa dia seorang cleaning service?"gumam dira yang merasa bingung maksud dari sampah itu