
Vikri pov
Dalam perjalananku ke kantin aku tidak henti henti nya memikirkan masalah keluargaku, yang sampai sekarang belum aku temukan solusinya, iya memang susah untuk memecahkan suatu masalah, apa lagi ini menyangkut keluarga ku, keluarga yang sangat aku cintai ini, dan karna pikiran itu lah aku sering melamun akhir-akhir ini.
"vik woyyyy vikri maulana lo kenapa?" Suara virgo berhasil mengembikan lamunanku tadi,sungguh ini masalah berat sekali bagi aku.
" etdahhh lo ngagetin gue aja ****"
" ya elah habis nya lo ngelamun gitu, ada apa sih vik cerita dong sama abang ganteng ini, kita kan sahabatan udah lama masa lo mau mendem masalah sendiri"
"Bukan gue ngga mau cerita gue masih bingung, mau cerita nya, harus dari mana dulu karna jujur ini berat buat gue "
" iya bro gue paham tapi lo jangan keseringan nglamun kaya gini ya gue pasti bantu lo ko, sekarang kita makan dulu yah laper gue dari tadi hehe "
" uluhuluhhh kasian yu kita makan "
Aku dan virgo pun melanjutkan aktivitas makan kita, sampai akhirnya tatapan aku dan vinka pun bertemu entah sejak kapan gadis ada di sana, aku pun langsung memalingkan wajahku dan melanjutkan memakan makanan ku, namun lagi lagi tatapan kita bertemu dan ada apa ini mengapa jantungku berdetak begitu cepat?, Hari yang benar benar berat bagiku, sehingga mengakibatkanku kehilangan napsu makan dan memilih untuk pergi ke kelas tanpa mengucapkan satu pata kata pun kepada sahabatku, hanyaku menyodorkan uang kertas kepadanya lalu pergi begitu saja,mood ku bener benar buruk hari ini.
Vinka pov
Entahlah ada yang aneh dengan teman baru ku itu ada apa dengan nya? yah sepertinya dia sedang mengalami masalah, tatapan kami pun sempat bertemu beberapa kali yang meyakinkan ku kalo dia memang sedang mengalami masalah, namun aku pun tidak mau ambil pusing untuk memikirkan orang yang baru aku kenal.
Hari pun menunjukan pukul 15.45 dimana waktu yang di tunggu tunggu siswa siswi di sekolah ini, dan mungkin semua sekolah, krna yaps.., sekarang waktunya pulang, waktu dimana kegiatan belajar mengajar pun terhenti kan, dan waktu untuk bersenang senang dengan keluarga di rumah pun di mulai, namun tidak dengan kami anak anak osis yang harus berkumpul selepas pulang sekolah saat ini, seperti apa yang tadi di instruksikan oleh ka fauzan, memang menyebalkan namun ini adalah resiko mengikuti sebuah organisasi harus siap mengorbankan waktu,tenaga,dan juga pikiran. Aku pun langsung bergegas menuju ke ruangan yang sudah di tentukan oleh ka fauzan sebelum nya, dan yahhh rupanya anak anak yang lain sudah berkumpul semua, dan sepertinya aku terlambat.
" habis kemana de ko telat..?"
" maaf ka tadi guru nya telat keluarnya"
" ouh.., seksi apa kamu?"
__ADS_1
" korlap ka "
" iya udah sekarang kamu duduk sesuai dengan bagian seksi kamu "
" iya ka terimakasih "
Setelah di suruh duduk aku pun bergegas menuju meja dan kursi yang berada di baris bagian kedua dan itu di ujung, dan sudah ada laki laki yang sedang duduk manis disana sambil menatapku datar, memang menyebalkan.
Lalu ka fauzan pun memulai memberi arahan kepada kami yang sebentar lagi akan merayakan ulang tahun sekolah yang ke 10 tahun, dan kami anak osis lah yang menjadi panitianya. Beberapa menit telah berlalu sampai akhirnya ka fauzan meminta izin meningglkan ruangn sebentar karena ada yang ingin dia ambil, dan selama tidak adanya ka fauzan, ruangn itu pun berubah menjadi ramai banyak anak anak bercanda riang dengan teman satu seksi nya, tapi tidak dengan aku dan vikri yang tidak bersuara sama sekali menganggap kalo kami ini tidak pernah saling mengenal, entah dia memang sedang ada masalah atau memang sikapnya cuek seperti ini, Sampai akhirnya aku pun memilih membuka suara duluan.
" lo ngga kenapa kenapa kan? ".
" emng kenapa?".
" lo ko malah balik nanya sih, lo sakit? ".
" kalo lo sakit lebih baik ngomong deh jangan kaya gini nanti nambah parah lo.., mau..?".
" lo kenapa sih? gue bilang gue gpp..!".
" gue perhatiin lo dari tadi cuma diem dan ngelamun.., gue pikir lo sakit ".
" gue ngga sakit vinka gue cuma lagi banyak masalah".
" masalah keluarga? ".
Vikri cuma menganggukan kepalanya yang membuat aku mengerti kenapa dia seperti itu.
" lo mau cerita ngga? gue bakal siap dengerin lo ko dan klo gue bisa gue bakalan bantu lo".
__ADS_1
" Ngga ".
" kenapa? kita kan teman lo ngga percaya sama gue?".
" gue percaya sama lo dan nanti gue bakal cerita sama lo, tapi ngga sekarang ok"
" hmmmm ok gue ngerti apa yang lo rasain sekarang, dan mungkin ini masalah besar yang belum bisa lo ungkapin ke gue, tapi gue harap klo lo kenapa kenapa, lo mau ceritain semua nya ke gue, anggep gue sahabat lo yah, dan begitu pun sebaliknga gue bakal cerita semuah hal ke lo ok"
" ok makasih ya lo mau ngertiin kondisi gue saat ini "
Ngga lama kemudian ka fauzan pun datang dengan membawa bendera kebesaran sekolah kita iya bendera panji namanya, dan dia pun mulai menjelaskan lagi, sampai akhir nya waktu menunjukan untuk pulang ,dan ka fauzan pun mengakhiri penjelasanya, dan mungkin akan di lanjut besok hari.
" mungkin hari ini kita cukupkan sampe di sini dulu selebih nya kita akan di lanjut besok, dan besok kalian bawa baju olahraga karna besok kita sekalian latihan buat petugas upacara harla nanti"
Setelah di bubarkan kami pun meningglkan ruang itu satu persatu.
.
.
.
.
.
.
Part nya sengaja aku panjangin karna cerita ini itu panjang banget buat sampai ke konfik dan ending nya jadi jangan bosen buat baca terus yahh dan jangan lupa vote nya supaya aku nambah semangat lagi bikin nya😂🤗🤗
__ADS_1