
'' Wah!.kakak hebat ya udah naik pesawat.aku juga
pengen banget naik pesawat,terbang sama burung lihat
awan.'' dengan penuh harapan.
Melihat itu sangat menjadi sedih,karena melihat
gadis kecil yang ia kenal semalam yang begitu
penuh harapan.
'' Nanti suatu saat kamu juga bisa kok naik pesawat.tapi,
tunggu dulu kamu besar,sekarang kan kamu masih kecil.''
Mendengar hellen mengata kan dia masih kecil,gadis
itu berdiri di bebatuan.
'' Saat suatu nanti vivi akan menjadi besar!,buat naik
pesawat sama ibu sama temen vivi!!.'' sontak hellen
menutup kuping nya,karena suara nyaringnya.
' Jadi namanya vivi.'dalam hati hellen.
Sekarang hellen sudah tahu nama gadis itu dan tersenyum,hellen melihat vivi berceloteh menurunkan
vivi dari bebatuan besar,.karena khawatir.
Merasa bosan vivi pun mengajak hellen ketempat
yang indah,seperti perkebunan teh.disana mereka
berdua bermain kejar kejaran.
'' Ayo kak,kalau bisa tangkap aku..huhhuh.gitu aja cemen.'' mengejek hellen yang pura pura kelelahan.
'' Udah kakak nyerah aja deh..'' dengan akting ngos ngosan.
'' Berarti aku menang,hore!! ''.loncat loncat dengan kegirangan.
'' Kena kamu,berarti kamu gak jadi menang.'' spontan
hellen menangkap vivi.
'' Apaan sih kakak curang...turunin vivi.ihh!!.'' merasa vivi
marah hellen malah sengaja tidak melepaskan dari
gendongan nya.
'' Gak mau,'' helen dengan nada mengeyel.
Sontak wajah vivi dan wajah hellen beradu pandangan
melihat mata masing masing,hellen mengagumi vivi
karena wajah nya begitu cantik dan lucu.
Vivi mengagumi hellen karena tatapan matanya
setajam elang dan siapa saja terhipnotis.bahkan
gadis sekecil vivi pun sangat takjub.
'' Kakak pernah hepnotis orang ya.?'' mendengar hellen
itu pun merasa kaget,apa yang keluar dari mulut vivi.
'' Kamu ada ada aja,gadis sekecil kamu tahu hepnotis.''
'' Tahu lahk...aku kan suka nonton berita di rumah mak
zulaika,soalnya mak zulaika suka lihat acara berita.jadi vivi
juga jadi ikutan suka.'' hellen mengeleng geleng kepala
mendengar kan vivi.
'' Berarti kamu juga emak emak dong.''.kata hellen.
'' Ya bukan lahk,aku mah masih kecil...'' vivi dengan bertolak pinggang.
Melihat vivi bertolak pinggang hellen merasa gemas
ingin sekali mecubit dan menciumi pipi tembemnya.
Hellen merasa perutnya keroncongan karena perutnya
belum di isi tadi pagi,hanya minum susu saja.hellen
__ADS_1
bilang kepada vivi yang masih bertolak pinggang.
'' Udah dong vivi jangan marah.nanti kakak kasih sesuatu.''
menaikkan alisnya ke atas.
'' Benar ya,nanti kakak beri sesuatu buat aku.''
'' Iya,nanti kakak kasih sesuatu yang spesial banget,buat
vivi.tapi.vivi harus bantu kakak buat cari makan soalnya
kakak dari pagi belum makan.'' hellen membujuk vivi
untuk mencari makan.
'' Itu mah gampang.'' menjentikan jari nya.
Ternyata ada warung makan yang sangat enak di
kampung vivi,yaitu di warung nenek zulaika yang tadi
di ceritakan vivi.kata vivi warung nenek zulaika sangat
enak.
Menyetujui itu,hellen dan vivi menuju rumah nenek
zulaika.dengan vivi sebagai komando di depan.
Rumah nenek zulaika sudah tampak jelas,ternyata tidak
terlalu jauh juga,ternyata warung nenek zulaika sudah
di penuhi para penggemar nya.
Seketika hellen datang bersama vivi,orang sangat pun
salfok terhadap hellen,apa lagi dengan cewek cewek
yang usia nya sama dengan hellen.
Orang yang melihat kepada nya membuat hellen
malu dan sedikit kaku,ada seorang anak kecil usianya
di atas vivi menghampiri.
'' Vivi,kamu sama itu.? '' dengan membisikan ke vivi
saja,dengan kelakuan bocah.
'' Kamu sama itu?.kamu mah teu jelas.'' membuat
perkataan anak itu membuat vivi tak mengerti.
'' Maksud aku teh,kamu sama siapa?.''
Vivi pun melihat ke arah hellen,'' eta teh kakak,yang
nginep di villa mang darma.'' jelas vivi.
' Aduh kenapa gue jadi obat nyamuk nya dua bocah nih.'
gerutu hellen dalam hatinya.
'' Udah ahk,kamu mah loba tanya.hayu arek makan
gratis gak.yang bayar kakak.''tersenyum kepada hellen.
Vivi pun ke arah nenek zulaika yang sedang membuat
teh manis,vivi memanggil nenek zulaika sampai kaget.
'' Untuk emak gak punya sakit jantung,! '' mengelus dadanya.
Nenek Zulaikha terpengarah ke depan ada seorang
pria tampan,membuat nenek Zulaikha menanyakan
ke vivi.
'' Ari eta siapa.? '' Vivi memutar bola mata nya,karena
tadi temannya dudit.sekarang nenek Zulaikha.
'' Itu tamu yang nginep di villa mang darma.''
jelas vivi dengan ringkasan.
'' Kakak itu mau makan,soalnya tadi pagi belum makan.''
mendengar kata Vivi nenek Zulaikha menyuruh hellen
__ADS_1
ke dalam saja karena merasa spesial,dan baru pertama
kali ada bule makan di warungnya.
'' Yaudah vivi ayo masuk.'' sambil tersenyum ke arah hellen.
'' Emak dudit teu di ajakannya.?''
(nek,dudit gak di ajakin).
'' Ges maneh oge asup.''
( udah kamu juga masuk).
Nenek Zulaikha membawa makanan yang membuat
hellen meneguk air liurnya,melihat makanan yang baru
ia lihat sangat mengugah selera.
'' Sok kasep makan.'' nenek Zulaikha mengambilkan
hellen,vionita dan temannya nasi.
Saat hellen akan makan,vionita dan dudit mengangkat
tangan hendak berdoa,hellen pun merasa malu.
'' Yaudah aa,kalau bukan non muslim mah gak apa apa
makan aja sok.'' nenek Zulaikha mengira kalau hellen
adalah seorang non muslim,karena dia brasal dari barat.
'' Aku juga muslim kok nek,sama kaya nenek juga.''
jelas hellen.
'' Hampura atuh kasep,emak bade ka warung deuinya.''
nenek Zulaikha pun kembali ke warung nya.
Sedang kan bocah dua sudah makan terdahulu
hellen pun mengambil daging ayam dengan abon
kelapa ,saat hellen mencoba,dia merasa melayang.
Dengan rasa yang begitu lezat,dan hellen mengambil
sambel sedikit.karena dja tidak terlalu suka pedas,namun.
saat melihat ke vivi dan temannya memakan buah kecil
seperti berry,namun itu bewarna hijau.
'' Vivi itu apa.? '' hellen menanyakan kepada vivi karena
penasaran.
'' Ini namanya leunca.'' kata vionita menunjukan ke
hellen,dan memakanannya.
Mencoba untuk memakannya,karena penasaran
dan di masukan dalam mulut nya, ternyata rasanya
pahit tapi enak,hellen pun,malah memakan kembali.
'' Kakak bule kw ya,?'' tiba tiba saja dudit melontarkan
perkataan,membuat hellen tersedak.
Vivi pun gercep memberi minum terhadap hellen
yang tersedak,karena ulah dudit teman vivi.
'' Dudit,maneh ngomong naon.sih.''
.' Aneh we,masa ada bule suka leunca.''kata dudit.
'' Aya oge atuh anu suka,jengkol oge pada suka.''
'' Tahu dari mana kamu?.''tanya dudit.
'' Kan di imporan atuh,yang kesini kesana,yang dari sana
kesini.'' membuat hellen berhenti dari tersedak nya.
'' bener kan kak.?''
Hellen hanya mengangguk,makan pun selesai dan hellen
__ADS_1
mendapatkan kabar karena harus segera pulang.