My Sister

My Sister
5


__ADS_3

Suara adzan subuh berkumandang, membuat Juleha terbangun dari tidur nyenyaknya. Juleha bangun lalu duduk sambil mengumpulkan sisa rasa kantuknya yang masih menderanya tak lupa dia juga membaca doa bangun tidur .


Bismillahirrahmanirrahim


اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ


Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah Dia "mematikan" kami, dan kepada-Nyalah kami dikembalikan."


Setelah selesai membaca doa sesudah bangun tidur Juleha pergi beranjak dari tempat tidurnya, Juleha berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dan juga mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat subuh.


Juleha mengambil peralatan sholatnya di dalam tas setelah selesai membersihkan diri dan juga mengambil wudhu kemudian dia mengampar sajadah menghadap arah kiblat dan segera memakai mukena nya untuk segera melaksanakan sholat subuh dua rakaat. Setelah membaca niat sholat subuh ,Juleha langsung bertakbir melaksanakan sholat subuh sebanyak 2 Rakaat dengan khusyuk.


Pukul 05.30 pagi, Jakarta sudah tampak padat seperti biasanya. banyak yang sudah mulai aktifitas mulai dari berangkat kerja lebih awal biar tidak terkena macet di jalan, para pedagang yang mulai menjajakan dagangannya ada pula ibu-ibu yang sedang mengerumuni tukang sayur sambil sesekali ngerumpi pagi itu.


Nurul pagi ini mengajak Juleha untuk membeli Nasi uduk di ujung depan komplek kost-an sekaligus mengajaknya keliling di dekat kompleks biar tau seluk beluk di komplek tempat dia tinggal.


" Pagi Leha, pagi ini kita sarapannya beli saja, aku lagi kepingin makan nasi uduk di ujung depan komplek kost-an ini"Sapa sekaligus mangajak Nurul yang melihat Juleha sudah keluar kamar dengan rapi.


"Pagi juga Mbak. Nasi uduk ? hm boleh Mbak aku juga penasaran bagaimana sih nasi uduk kota Jakarta itu. Tunggu bentar ya Mbak aku mau ngambil dompetku dulu di kamar" jawab Juleha menerima ajakan Nurul untuk makan nasi uduk.


"Ok aku tunggu di depan ya, "Nurul pergi ke teras depan dan menunggu disana.


Cepat-cepat Juleha masuk ke dalam kamar dan mengambil dompet, dompetnya diambil Juleha pergi menemui Nurul yang sudah menunggunya di teras depan.


"Ayo Mbak pergi kita beli nasi uduk ini dompetku Udah aku ambil, " ajak Juleha memperlihatkan dompetnya ke Nurul dengan sedikit senyuman kecil.


"Ok, tempat jualan nasi uduk nggak jauh kok dari sini cuma bayar berapa meter aja tempatnya juga bersih terus makanannya juga enak kamu pasti suka di sini nasi uduk itu udah jadi favorit aku pokoknya aku jamin kamu kamu nggak bakalan nyesel. "sambil berjalan Nurul menerangkan dimana letak jualan nasi uduk yang mau mereka beri sekaligus merekomendasikan ke Juleha jika makanan nasi uduknya enak .


" Oh ya ya surat lamaran kerja kamu udah kamu buat kan? nanti biar aku yang bawa surat lamaran kerjamu ke HRD tempat kerjaku," tanya Nurul tentang surat lamaran kerja Juleha


"Surat lamaran kerja aku udah aku buat mbak, dua hari sebelum aku berangkat ke Jakarta. Iya nanti aku berikan mbak," jawab Juleha sambil menganggukkan kepalanya


Tak lama kemudian keduanya sudah sampai ke tempat penjual nasi uduk. Tampak ramai, para pembeli yang sedang mengantri membeli nasi uduk. Nasi uduk di tempat itu adalah makanan favorit semua penghuni kost, karena harganya sangat terjangkau dan juga makanannya sangat enak.


Nurul dan julaiha Ikut antrian membeli nasi uduk. Tak lama ada seseorang yang menyapa Nurul saat mengantri antrian membeli nasi. Dia seorang pria berperawakan cukup tampan juga salah satu penghuni kost seberang kost-an Nurul sekaligus teman satu kantor Nurul.


" Lo beli nasi uduk juga Rul?" tanya Dani yang merupakan teman kantor Nurul.


"Lo bikin kaget gue aja Dan, Iya nih hari ini gue pengen makan nasi uduk, "jawab Nurul terkejut saat Dani menyapa.


" Eh ni siapa Rul ? adik lo ya ? kenalin dong siapa tahu nanti kita cocok . Dani bertanya saat melihat Juleha yang berada di dekat Nurul.


" Apaan sih Lo, awas aja ya Lo deketin dia. Gue  hajar Lo Dan!" Decak Nurul yang memang sudah mengenal Dani yang seorang playboy mempermainkan wanita.


" Ck , gue kan cuma mau kenalan nggak usah lewat gitu kali" Dani mengerutu saat Nurul tidak mau memperkenalkan gadis cantik yang berdiri disebalah Nurul. Dani pun tidak kehabisan ide  Dia mengulurkan tangannya ke Juleha dan memperkenalkan dirinya.


" Kenalin nama gue Dani Pratama teman se- kantornya Nurul, gue juga tinggal di kosan depan kosan kalian"


Sebelum Juleha membalas uluran tangan Dani , Nurul lebih dulu menampik uluran tangan Dani dan segera membawa Juleha kedepan antrian karena Antrian sudah lenggang dan memesan dua nasi uduk dibungkus . Setelah pesan nasi uduk nya selesai Nurul segera membayar 2 nasi bungkus itu kemudian mengajak Juleha pergi kembali ke kost-an


" Leha, Lo harus jauhi Dani. Dia pria playboy yang suka ngegoda cewek cantik kayak Lo ini " pesan Nurul ke Juleha saat keduanya masuk ke dalam kost-an.

__ADS_1


"Gue gak mau Lo yang masih polos gini sampai dipermainkan sama playboy buntung itu "  lanjut nya  .


" Iya mbak ," ujar Juleha mengangguk patuh dengan pesan Nurul.


Mereka kemudian membuka nasi bungkus yang mereka beli  setelah diletakkan ke piring yang tadi sudah di sediakan terlebih dulu sebelum membeli nasi uduk dan memakannya penuh nikmat keduanya juga sudah mencuci tangan sebelum menyantap makanan.


Tiga puluh menit berlalu, kini jam menunjukkan pukul 06.45 pagi. Nurul kini sudah siap dengan setelan kerjanya. Dia berpamitan ke Juleha setelah Juleha memberi surat lamaran kerja nya ke Nurul.


"Nanti kalau aku enggak lembur, aku mau ajak kamu buat keliling Jakarta tapi  enggak semua Jakarta cuma di daerah sini sini aja biar kamu hapal daerah sini ," Kata Nurul setelah berpamitan berangkat kerja ke Juleha.


" Enggak usah mbak. Mbak juga pasti capek kan pulang kerja, jalan-jalan keliling nanti saja jika mbak Nurul libur kerja. hari ini aku juga mau beresin tas bawaan dulu masih belum aku rapihin " Tolak Juleha halus takut ngerepotin Nurul yang sudah banyak membantu nya.


" Kamu kayak sama siapa aja Leha, tenang aja pokoknya nanti aku usahakan buat pulang Cepet buat ajak kamu jalan-jalan, " Nurul enggak setuju dengan penolakan Juleha.


" Ya sudah, mbak berangkat kerja dulu. Kamu hati-hati di kost-an, Assalamualaikum " pamit Nurul lagi kemudian benar-benar pergi berangkat kerja .


"Waallaikumsalam, " jawab Juleha yang melihat kepergian Nurul berangkat kerja.


Setelah kepergian Nurul, Juleha pergi ke kamarnya untuk membereskan tas bawaannya yang dibawa dari Probolinggo. Juleha mulai membuka satu persatu tas dan mengeluarkan


pakaian dan barang-barang penting lainnya lalu ditata rapi masukkan ke dalam lemari. Di sela-sela Juleha menata pakaian nya dia teringat dengan dengan ibu dan kedua adiknya, ia belum mengabari ke keluarganya jika dirinya sudah sampai di Jakarta. Diambilnya HP keluaran lama dari kantong sakunya kemudian menghubungi keluarga nya yang mungkin sedang menunggu kabar darinya, telepon langsung tersambung dan yang mengangkat teleponnya ialah sang ibu , Aminah.


" Halo, Assalamualaikum bu," ucap Juleha saat menelpon ibunya.


"Waallaikumsalam, nduk. Kamu gimana udah sampai di Jakarta? " tanya ibu diseberang telpon.


" Enggeh (Iya) Bu, Leha kemarin malam jam 10 malam sampai di Jakarta. Maaf baru kabari ibu dan yang lain sekarang " terang Juleha menjelaskan karena kemarin pas sampai Jakarta tidak langsung mengabari keluarganya di Probolinggo.


Juleha juga menanyakan kedua adik laki-laki nya Setelah itu dia menutup sambungan telepon karena masih harus beres-beres pakaian.


" Leha tutup dulu telponnya bu, asssalamualikum " ujar Juleha mengakhiri telpon dengan sang ibu diseberang.


"Yo wes nduk, waallaikumsalam ." Jawab ibu diseberang telpon dan menutup telepon.


Juleha kembali melanjutkan aktivitas yang sempat ditundanya, menata barang-barang pribadinya ke dalam lemari pakaian.


Setelah beberapa jam Juleha sudah selesai dengan aktifitasnya, mulai dari bersihkan kamar tidurnya dan juga seluruh kost-nya Nurul kini sudah rapi dan bersih enak dipandang mata sejauh memandangnya. Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 1 siang.


" Sek aku kati ngaso disek. (Bentar aku mau istirahat dulu )" Juleha istirahat duduk sebentar  selonjoran merenggangkan tubuhnya.


Tok Tok Tok !


Juleha mendengar ada seseorang yang sedang mengetik pintu depan kost-nya Nurul, segera berdiri untuk melihat siapa yang mengetuk pintu kost. Dibukanya pintu itu perlahan.


" JUL" kata orang yang yang disebrang pintu kost sebelum Juleha membukakan pintunya.


Ceklek !


" Eh mbak Dewi toh, mari masuk mbak!" Ujar Juleha saat melihat orang yang mengetuk pintu barusan kemudian Juleha mempersilahkan untuk masuk.


" Gak usah Jul. Aku cuma mau kasih ini sama kamu, tadi aku dapat dari tempat kerjaku sebelum pulang . Tadi ditempat kerjaku ada perayaan kecil-kecil" tolak Dewi  untuk masuk ke dalam. Dewi juga menyerahkan kresek yang ditangannya ke Juleha.

__ADS_1


Dewi Maharani , 23 tahun bekerja direstoran. dia menjadi tetangga Nurul sejak Nurul pindah kost 3 tahun lalu.  Juleha dan Dewi berkenalan tadi pagi sebelum membeli sarapan.


" Terimakasih mbak, jadi ngerepotin nih "ujar Juleha menerima dan mengambil pemberian dewi itu.


"Bener enggak mau masuk duku mbak ?"  Kata Juleha basa-basi.


" Enggak usah Jul, aku balik ke kamar kost aku dulu mau bersih-bersih. " Dewi segera pamit pergi ke kamar kostnya .


" Terimakasih loh mbak, " Juleha mengucapkan terima kasih lagi ke Dewi sebelum Dewi pergi kembali ke kamar kostnya.


Setelah kepergian Dewi, Juleha kembali menutup pintu kost. Dia meletakkan plastik yang dia terima dari Dewi ke sebuah meja, karena Juleha ingat dia masih belum sholat dhuhur. Juleha segera bergegas menuju ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan segera melaksanakan sholat dhuhur .


" Assalamualaikum warahmatullah" Juleha mengakhiri sholat dhuhurnya dengan salam terakhir.


" Alhamdulillah ya Allah " ujar Juleha bersyukur karena sudah menjalankan kewajibannya sebagai umat Islam.


Dia melanjutkan dengan dzikir dan juga doa untuk alm.ayahnya yang sudah lebih dulu menghadap sang pencipta dan juga berdoa untuk ibu dan adik-adiknya yang berada di Probolinggo .


Sore harinya, Sesuai dengan yang dijanjikan Nurul tadi pagi jika dia akan mengajak Juleha pergi berkeliling jika Nurul bisa pulang tepat waktu dan gak ada jam kerja tambahan. Kini keduanya sudah berada diluar kost berjalan ke taman atau ketempat-tempat lainnya.


Nurul memandu Juleha dan menjelaskan jalan atau tempat apa saja di sekitar kost biar Juleha jika pergi sendiri tidak tersesat atau lupa arah . Di acara jalan-jalan mereka berdua , ada Dhani pria yang tadi pagi  menyapa Nurul dan Juleha saat membeli sarapan nasi uduk. Dhani juga sore itu tidak sendiri dia bersama temannya Tama, teman se-kost Dhani.


" Eh ada neng cantik , " ujar Dhani saat berpapasan dengan Nurul dan Juleha. Dhani memanggil Juleha dengan neng Cantik karena Juleha memang berperawakan cantik,putih dan juga Dhani masih belum mengetahui nama Juleha.


" Kenapa Lo ada dimana-mana sih Dhan?" gerutu Nurul saat melihat Dhani yang menyapa Mereka. Sedangkan Nurul hanya diam mendengarkan .


" Rapi bener Lo, mau pacaran ya ? " Tanya Nurul saat melihat Dhani yang berpenampilan rapi.


" Pacaran apaan Rul, Gw lagi kosong. Lo sendiri sama neng cantik mau kemana ? " bukannya menjawab pertanyaan Nurul, Dhani malah bertanya balik ke Nurul.


" Ngapain lo tanya-tanya Dhan, " ujar Nurul jutek.


" Jutek amat cewek lo bro " celetuk pria di samping Dhani yang sedari tadi diam menyaksikan keduanya berbicara.


" Cewek gue? ogah gue punya cewek modelnya kek gini " kata Dhani sambil menunjuk ke arah Nurul.


" Dih siapa juga mau jadi cewek loh.Ogah gue punya cowok kek loh yang playboy cap buaya " Ujar Nurul sambil membuang muka.


'' Sudah mbak ,sudah " Juleha mencoba menenangkan Nurul yang seperti sedang emosi.


" Tuh kan samaan jawabannya. jodoh berarti " ledek Tama usil  karena sudah tau gimana keduanya jika bertemu pasti seperti  kucing dan tikus enggak akan pernah akur.


" Apa sih lo tam !" Ujar Dhani dan Nurul berbarengan karena tidak terima dikatakan jodoh.


" sabar mbak sabar , kita pulang aja yuk mbak sudah mau magrib " ajak Juleha pulang sekaligus menenangkan Nurul yang masih dilanda emosi.


" Yaudah kita balik Leh, Capek lama-lama Disni jika harus bersama mereka. Bikin aku  emosi saja, Astaghfirullah " Nurul setuju menerima ajakan pulang dari Juleha. 


Keduanya segera pergi meninggalkan dua pria yang masih menatap kepergian mereka yang tanpa mengucapkan apapun kepada keduanya.


" Ck dasar betina " 

__ADS_1


__ADS_2