My Wedding Dream

My Wedding Dream
40. Kesedihan yang Memuncak / Kehidupan yang Tak Selamanya Indah


__ADS_3

Fiky benar-benar belum siap jika harus kehilangannya. Salma mendekati Fiky yang terlihat sangat menyedihkan. Kondisinya benar-benar menyedihkan dari dekat.


"Ada apa mas?"


"Aku mimpi dia pergi sama bapak menuju ketempat yang tidak bisa ku jangkau. Aku takut banget, walaupun sebenarnya mungkin aku egois tapi aku benar-benar takut," jawab Fiky.


"Aku tahu ini pasti berat, tapi kamu harus sabar. Aku tahu kok rasanya, aku juga pernah mengalaminya," Salma berusaha menenangkan suaminya.


"Kamu dari semalam belum makan, mending kamu khawatirkan dirimu sendiri. Aku takut nanti kamu sakit," Salma menyerahkan sebungkus plastik yang didalamnya terdapat nasi bungkus yang ia beli barusan.


Fiky mengambil makanan dari tangannya Salma. Ia tak membantah saat Salma sepertinya sedang adu nasib dengan dirinya. Fiky masih mengingat hari dimana ayah mertuanya itu meninggal tepat setelah dia menikah. Saat itu, walaupun dengan hati yang hancur dia tak banyak mengeluh.


"Habisin ya, jangan nangis terus, nanti adikmu juga ikutan sedih," Salma duduk disampingnya seperti yang dilakukan ingin mengawasi dirinya.


"Makasih ya udah mau perhatian sama aku," sambil makan Fiky berkata.


"Mau gimana lagi? Kamu kan suamiku, sebagai istri yang baik memang sudah sewajarnya untuk menghiburmu."


Setelah selesai makan, ia kembali melihat ke arah adiknya . Kelihatannya kondisinya sudah mulai membaik walaupun masih belum sadarkan diri.


***


Centini meninggalkan sebuah pesan perpisahan, ia memutuskan untuk pergi dari sana , ia tak sanggup untuk berkata yang sejujurnya mengenai alasannya pernah secara langsung, hanya dengan pesan itulah ia mengatakan permintaan maaf dan juga beberapa kalimat lain.

__ADS_1


Dia merasa takut untuk berada di rumah itu. Ia takut jika ia terus berada di sana sebuah masalah yang lebih besar akan terjadi. Lagipula dengan pergi ia bisa menghindari pria yang baru saja menodainya. Ia benar-benar sudah tak sanggup lagi.


Dunia tempat ia melangkah rasanya sudah tidak cocok lagi untuknya . Disaat melihat kereta api sedang melintas, ingin rasanya bunuh diri diantara rel-rel kereta api . Walaupun ia melihat ada jalan yang pasti membuatnya berpindah alam, dirinya masih merasa takut untuk itu.


Centini berjalan tanpa arah, diantara keramaian kota ia hanya mengikuti kehendak pikirannya saja. Mau kemanapun juga, ia tak melihat ada jalan menuju tujuan hidupnya. Walaupun ia masih ingin terus hidup, ia mulai ragu dengan esok hari yang cerah.


Sementara ia berjalan tanpa arah, bosnya yang pulang lebih cepat langsung mencari dirinya , saat melihat pesan yang ditinggalkan olehnya itu bosnya mereka sangat panik. Ia tak tahu apa yang terjadi sehingga Centini pergi dari rumah begitu saja.


Segera ia menanyakan mengapa hal itu bisa terjadi kepada keponakannya, tapi ia tak mendapat jawaban yang diinginkan. Ia melihat ada ketidakjujuran di wajah keponakannya itu , ditambah lagi ia seperti sedang menyembunyikan sesuatu.


Setelah dicecar banyak pertanyaan akhirnya dia mengakui juga perbuatannya. Setelah tahu kelakuan bejat tersebut seketika tangannya langsung maju dan menampar dengan sekuat tenaga hingga berkali-kali sambil mengucapkan banyak ucapan kasar.


Walaupun keponakannya berkata bahwa dia siap bertanggung jawab, tetap saja amarah wanita yang didepannya tak bisa hilang. Dengan muka tertunduk, ia terima dilakukan seperti apapun juga.


Sebenarnya semua itu karena ia terpesona dengan wajah Centini yang begitu indah. Tiada makan yang berlalu tanpa memimpikannya. Memang dia tak pernah melakukan sesuatu yang menggoda, hanya saja dirinya yang terlalu bodoh. Jika nanti ia bisa membawa Centini kembali, ia akan langsung meminangnya apapun yang terjadi.


***


Sore sudah mulai berlalu. Centini merasa dirinya berada di tepian pantai yang curam. Dari tempatnya berdiri, ia merasakan ombak yang saking berkejaran satu sama lain. Bulan yang begitu terang malam itu membuatnya bisa melihat pemandangan disekitar dengan jelas.


Angin bertiup tidak terlalu kencang, ia berdiri di samping pohon kelapa . Saat melihat pemandangan yang belum pernah ia lihat, ia memikirkan nasibnya. Ia ingin terus hidup, tapi di satu sisi rasanya lebih baik mati saja. Lagipula ia merasa kejadian yang sama akan terus berulang.


Saat melihat kebawah, ia melihat batu-batu besar yang terus saja dihantam oleh ombak yang terus bergulung-gulung. Nampaknya sedikit mengerikan, hanya saja kali ini Centini tidak ingin berpikir lebih jauh lagi. Ketakutannya yang membesar membuatnya ia berdiri sambil menguatkan tekadnya.

__ADS_1


Sambil berharap dirinya tak akan mengalami hal yang sama lagi, ia akhirnya menceburkan dirinya sendiri. Ketakutannya untuk mati seperti hilang. Ia tahu tindakannya bodoh, tapi ia sudah tak mau lagi merasakan hal serupa untuk kesekian kalinya.


***


Walaupun saat pagi tadi kondisinya sudah lumayan membaik, secara tiba-tiba, adiknya Fiky dinyatakan telah meninggal oleh dokter. Saat tahu hal itu, tak ada yang bisa dilakukan oleh Fiky selain pasrah. Sepertinya mimpinya adalah pertanda bahwa adiknya pergi untuk selamanya.


Dia berusaha menahan tangis yang hampir tak terbendung itu. Dipeluknya tubuh adiknya yang mulai terasa dingingin itu tanpa mengucapkan apapun juga. Untuk terakhir kalinya, ia ingin memeluk adiknya sambil mengingat apa yang telah mereka lalui bersama.


Semua yang berada di sana sama sedihnya. Hanya saja tidak ada yang bisa dilakukan selain pasrah. Pagi hari mereka langsung memakamkannya , Fiky kini tak bisa lagi menahan air matanya. Sebenarnya ia sangat berat untuk meninggalkan adiknya sendirian. Ia ingin terus berada disana.


Salma yang melihat hal itu segera menghibur suaminya. Fiky dengan terpaksa akhirnya pergi dari sana untuk melanjutkan hidupnya. Walaupun nampak sekali terpukul, kata-kata yang diucapkan Salma berhasil membuatnya bisa bangkit.


Dalam hidup banyak sekali hal yang terjadi, menyenangkan atau tidak semuanya harus dijalani. Walaupun ada takdir yang menanti , selama tidak kehilangan harapan semuanya pasti akan bisa dilalui dengan baik walaupun menyakitkan. Fiky memutuskan untuk terus berusaha menerima segala hal yang menyakitkan dirinya.


Masih ada masa depan cerah yang menantinya. Bersama dengan Salma, ia akan mewujudkan apa yang masih belum terwujud. Setidaknya masih ada orang lain yang membuatnya bisa punya alasan untuk menjadi lebih kuat .


Salma contohnya, ia telah membuktikan diri untuk terus bersamanya bahkan disaat terpuruk sekalipun. Ia berjanji di dalam hatinya untuk membuat pasangannya itu bahagia.


Setelah ini ia akan fokus kepada Salma untuk mewujudkan mimpi mereka saat hendak menikah dahulu. Mereka ingin menjadikan keluarga kecilnya agar bisa bahagia selamanya seperti dalam dongeng. Walaupun itu bukan hal yang mudah.


Setelah ini, akan ada banyak hal yang tidak terduga . Oleh karenanya, Fiky berusaha untuk kuat karena ia tahu isterinya akan selalu ada dalam kondisi apapun.


***END****

__ADS_1


Kalau Rame Lanjut Part 2


__ADS_2