NAD LOVE STORY

NAD LOVE STORY
episode 11


__ADS_3

Nad Love Story:


Bukan tentang orangnya, tapi tentang hubungannya yang tidak pantas.


Bukan tentang orangnya, tapi tentang hatinya yang tak kunjung membalas.


Bukan tentang orangnya, bukan tentang siapa siapa.


Nad pernah mengikrarkan diri menjadi seorang wanita independen yang tidak akan pernah berencana untuk jatuh hati. Bukan Nad, bukan kamu, bukan dia, bukan siapapun.


Setiap orang pasti punya kehendak dan hak untuk menjadi seindependen apapun bukan?


Nad akui saat ini Nad sedang keluar dari zona nyaman yang Nad buat sendiri.


Nad sedang melanggar aturan aturan bodoh yang Nad buat sendiri.


Nad sudah tidak seindependen itu lagi. Nad memberontak ingin keluar dari dunia bodoh yang Nad buat buat. Nad ingin keluar, tapi Nad juga masih ingin menetap.


Di satu sisi, Nad ingin seperti perempuan perempuan lain yang dapat jatuh cinta sebagaimana mestinya.


Disisi lain, pemikiran independen Nad memaksa diri Nad untuk tidak jatuh cinta.


Nad jatuh cinta tidak begitu dalam tapi cukup membuat Nad menjadi terlihat bodoh.


Nad jatuh cinta, kepada seseorang yang tidak Nad ketahui latar belakangnya.


Nad jatuh cinta, sehingga melanggar peraturan yang telah Nad buat.


Nad jatuh cinta, dan Nad sadar.


Nad jatuh cinta, dan Nad tak pernah mengharapkan cinta tersebut.


Nad jatuh cinta, tapi Nad tak ingin cinta tersebut terbalas. Nad ingin memedamnya sendirian.

__ADS_1


Nad kalah dengan presepsi Nad sendiri. Nad akui, Nad sepenuhnya kalah.


Nad sudah tidak seindependen itu lagi.


Menurut kalian defenisi cinta itu apa?


Berbicara tentang defenisi cinta Nad jadi ingat sesuatu.


Nad pernah berbincang dengan seorang anonim dan Nad bertanya padanya.


"Menurutmu defenisi cinta itu apa?". Dan dia jawab..


"Cinta itu 1,2,4".


Nad pun bingung " "Kenapa tak ada angka 3" diapun menjawab.


"Karna cinta itu 1 rasa, 2 cinta, 4 mata. Angka tiga hanya akan merusak rasa dan menghancurkan cinta sehingga kedua pasang mata tak dapat lagi saling menatap"


Nad semakin bingung dan menuntut penjelas lebih. Dia pun menjawab dengan lugasnya.


Bagaimana menurut kalian? Apa defenisi cinta yang kalian yakini?


Kali ini Nad ingin bercerita tentang cinta yang tak kunjung membalas.


Benar bahwasannya akan sangat menyakitkan jika mencintai seseorang yang masih terjebak dengan masa lalunya.


Jujur, Nad belum pernah merasakannya. Tapi Nad memposisikan diri Nad ditempat tersebut, ditempat ketika Nad jatuh cinta dengan seseorang yang masih terjebak dengan masa lalunya.


Nad yakin rasanya pasti sangat amat menyakitkan.


Nad yakin pasti ada 2 pilihan yang mustahil untuk dipilih.


Bertahan atau menyerah.

__ADS_1


Jujur, jika Nad berada diposisi tersebut Nad akan memilih untuk meyerah. Karna hati Nad memang tidak sekuat itu.


Nad pasti pasti akan meyerah.


Tulisan kali ini ingin Nad tujukan untuk orang orang "yang masih" terjebak dengan masalalunya.


Lupakan dia


Ada seseorang yang masih mengetuk pintu hatimu dengan sabarnya.


Ada seseorang yang pasti akan menerimamu apa adanya.


Ada seseorang yang siap membuatmu bahagia.


Ada seseorang yang lebih pantas berada disisimu.


Ada seseorang yang pasti akan selalu ada untukmu.


Lupakan dia


Lupakan dia yang "pernah ada"


Lupakan dia yang mungkin pernah memberi luka.


Lupakan dia yang mungkin juga telah melupakanmu.


Lupakan dia, apapun alasannya cobalah untuk melupakannya.


Yang pernah ada dan yang selalu ada sangatlah berbeda maknanya.


Jadi, belajarlah untuk menerima dan merelakan.


Relakanlah seseorang yang sudah sepantasnya kamu relakan dan cobalah terima seseorang yang sudah pasti menginginkanmu, seseorang yang sudah pasti lebih pantas kamu miliki, seserorang yang mencintaimu dengan begitu besarnya dan menunggumu dengan begitu sabarnya.

__ADS_1


Lupakan dia "ADA AKU DISINI"


__ADS_2