
Nad Love Story:
Tulisan kali ini Nad tujukan untuk seseorang "yang pernah ada".
Mari saling berterimakasih.
Terimakasih karna pernah ada.
Terimakasih atas semua cerita.
Terimakah banyak.
Mari anggap semua yang telah terjadi ini adalah sebuah mimpi panjang dimalam yang sunyi senyap.
Mari lupakan. Sebab dengan melupakan kita bisa saling merelakan.
Nad bersyukur karna pernah mengenal kamu, bersyukur karna pernah mengukir cerita bersamamu.
Bukan hanya semesta, namun ternyata takdir juga tidak merestui kita untuk bersama.
Tidak ada yang Nad sesali, Nad cukup sadar diri bahwasannya cerita kita mungkin hanya sampai dititik ini.
Jujur, rasa ingin kembali pernah ada. Tapi Nad cukup sadar diri untuk memedamnya.
Mari jadikan perpisahan kita adalah bagian lain dari cerita indah yang pernah ada.
Mari ciptakan lembaran baru yang tentunya dibuat tanpa komitmen dan mengalir sebagaimana mestinya.
Nad bangga pernah mengenal kamu.
Nad bangga pernah menjadi bagian dari cerita cerita mu.
Nad bangga pernah membuat cerita indah bersamamu.
Terimakasih, mari jalin hubungan baik lainnya bersama. Hubungan pertemanan misalnya?
__ADS_1
Teruntuk seseorang yang Nad tinggalkan karna perbedaan.
Pertemuan kita yang tidak disengaja membuat Nad berharap lebih padamu.
Pertemuan kita yang tidak disengaja membuat Nad merasa bahwa tuhan sudah mempertemukan Nad dengan seseorang yang tepat.
Pertemuan kita yang tidak disengaja juga membuat Nad merasa sangat menyesal.
Menyesal karna seharusnya Nad tau siapa kamu.
Menyesal karna tuhanpun tidak akan pernah menyatukan kita, hanya mempertemukan kita.
Menyesal karana menaruh rasa padamu
Dan menyesal karna sudah berharap lebih.
Nad tau, Nad tidak akan selalu mendapatkan apa yang Nadinginkan.
Nad tau setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan.
Tapi Nad tidak bisa menerimanya.
Mengapa Dia mempertemukan kita jika akhirnya malah tidak merestui kita?
Mengapa rasanya sangat tidak adil?
Nad akui Nad egois, Nad tidak ingin menyerah akan keyakinan Nad tetapi Nad ingin tetap memilikimu, Nad bingung Nad harus bagaimana ?
Nad benar benar jatuh cinta terlalu dalam kepadamu, Nad benar benar telah tunduk dibawah pesonamu. Tapi mengapa rintangan kita kali ini sangat berat?
Meski tidak mungkin Nad akan selalu berharap bahwa kita bisa bersama.
Nad akan berusaha membuat kita pantas bersama.
Nad akan berusaha membuat semua ketidak mungkinan ini menjadi mungkin.
__ADS_1
Nad akan membuat genggaman tanganmu terbuka hingga mengadah dan bisa menjadi penuntun dalam doa doa Nad.
Nad bukannya ingin mengambilmu dari tuhanmu, Nad hanya ingin kamu dengan sendirinya datang kepada tuhan Nad untuk meminta Nad.
Mari berdoa bersama, berdoa dan berharap agar tuhan merestui kita.
Teruntuk seseorang yang memilih pergi meninggalkan.
Pertemuan kita begitu sederhana, Nad yang pada saat itu pertama kali merasakan patah hati, mencoba kembali.
Saat itu kita beretemu.
Kamu seseorang yang Nad cintai hanya dengan kalimat kalimat sederhana dan seribu kekuranganmu. Dari yang awalnya malu malu sampai akhirnya kamu memberanikan diri untuk menyatakan cinta, dan Nad yang pada saat itu meyakinkan diri Nad sendiri bahwa kamu adalah orang baik yang bisa Nad,- maksudnya hati Nad terima.
Hari itu sama seperti hari hari biasa kita, kita yang berusaha menyisihkan waktu untuk saling berbalas pesan. Demi mengikis rasa penasaran.
Hari itu sama seperti hari hari biasa kita. Tempat yang dulunya kita isi dengan berbagai kenangan yang tidak jelas arahnya. Namun bisa membuat Nad merasa bahwa ada seseorang yang menunggu Nad. Seseorang yang membuat Nad selalu ingin pulang. Seseorang yang sudah Nad anggap sebagai rumah.
Hari itu, bukan seperti hari hari biasa kita.
Hari itu kamu pergi.
Meninggalkan Nad yang tidak tau apa apa.
Meninggalkan Nad yang tidak tau harus berbuat apa.
Kepergianmu yang tiba tiba tidak memberikan Nad apa apa selain rasa kecewa.
Jika ditanya apakah Nad sedih dan terluka? Tanpa menjelaskannya siapapun akan tau jawabannya.
Tapi tenang saja, Nad tidak akan membiarkan hati Nad terus menerus seperti ini. Nad akan mencoba menerima dan memaksakan diri Nad sendiri untuk bahagia, meski kamu bukan lagi alasan mengapa Nad bisa bahagia.
Karna..
Bagaiman mungkin Nad membiarkan hati ini terus menerus tersakiti, sedangkan kamu selalu berada didalamnya.
__ADS_1