Naruto: The Great Senju!

Naruto: The Great Senju!
Chapter 10


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, di rumah Nakamura.


Sosok tua pak Oroki datang sesuai dengan harapan Nakamura. Dia telah menunggu beberapa waktu dengan jamuan teh hangat di ruang tamu.


"Sebelumnya terimakasih banyak telah membantu saya di pertemuan tadi, tetua Oroki."


Ucap Nakamura dengan menangkupkan kedua tangannya ke depan.


Sementara tetua Oroki tersenyum hangat dan menyeruput teh di cangkirnya.


"Yah, sejujurnya ada beberapa orang yang tidak setuju. Tapi selama saya dan tetua Jinchuro yang bertindak, tidak akan ada yang melawan."


"Mengenai tetua Jinchuro, Aku telah berbicara padanya beberapa hari lalu. Dia adalah orang yang sulit untuk di hadapi."


"Satu-satunya cara adalah mengatakan yang sebenarnya tentang dirimu."


"Apakah tidak masalah?"


Dengan berat hati pak tua Oroki berkata pada Nakamura. Dia sebenarnya tidak ingin mengatakan ini, namun tidak ada cara lain untuk mendapatkan dukungan.


Hanya mengandalkan dirinya sebagai tetua tidak akan cukup selama yang lain tidak setuju. Selain dirinya dan tetua Jinchuro, ada seorang lagi tetua lainnya, dia adalah tetua Senju Mubuki.


Sayangnya orang ini sebagai tetua yang sakit-sakitan dan tengah terbaring di atas kasur.


Nakamura tersenyum ramah sebelum angkat bicara.


"Tidak masalah, selama tetua tidak menentangnya dan sebaliknya mendukung saya."


"Dan juga aku melihat seseorang cukup kecewa setelah keputusan itu diambil... Kuharap dia tidak mengacau di tengah jalan."


Sudah jelas yang dimaksud Nakamura adalah orang yang paling banyak bertanya di pertemuan tadi.


Tapi sebaik apapun orang itu dia tidak akan mampu atau memiliki kekuatan untuk menghentikan tindakan Nakamura.


Jika dia melakukan sesuatu yang buruk secara diam-diam, Nakamura tidak akan segan-segan menyelesaikan riwayat hidupnya.


Dengan kata lain Senju tidak membutuhkan sampah ataupun seorang pengecut.


Kemudian Nakamura telah mengambil beberapa langkah maju yang sejauh ini berjalan dengan baik. Selama dia bekerja sesuai dengan yang telah diperhitungkan, menjadi kepala klan tidak akan sesulit itu.


Ketika klan telah kembali ke dalam keadaan normal, yang selanjutnya perlu dia pikirkan adalah bagaimana mewaspadai orang-orang jahat di dalam Konoha.


Kemungkinan besar setelah kekuatan penuh Nakamura terekspos di khalayak ramai, orang-orang dengan pikiran keji dan serakah pasti akan bermunculan.


Contohnya banyak ditemukan bahkan di desa Konoha itu sendiri.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong aku telah menyiapkan apa yang kamu minta sebelumnya."


Kata tetua Oroki seraya menyerahkan dua buah gulungan penyimpanan dengan warna yang berbeda.


Nakamura mengambilnya tanpa harus berberat tangan, ini sebenarnya adalah sesuatu yang telah dia rencanakan sebelumnya. Dengan bantuan tetua Oroki, dia bahkan mendapatkannya jauh lebih mudah.


"Terimakasih banyak tetua."


"Ini akan sangat berguna nanti."


Dia berkata dengan sedikit anggukan.


...


Di kedalaman hutan di sisi luar desa Konoha.


Dua orang tengah saling berhadapan. Satunya memiliki topeng macan dengan jubah hitam. Sedangkan yang lain terlihat berlutut sedang membicarakan sesuatu.


"Sayangnya saya gagal menjadi pemimpin pasukan dari klan tersebut..."


"Saya yakin tidak ada yang lebih cocok selain saya, namun entah kenapa para tetua memilih bocah pemula itu sebagai pemimpin sementara."


Sosok misterius itu menantap dengan tajam dari balik topeng. Sesaat itu tampak sunyi sebelum sosok bertopeng tersebut memilih bicara.


"Gunakan itu untuk menyelesaikan tugasmu."


Kata sosok misterius tersebut sebelum menghilang di dalam kegelapan malam.


Sementara pria yang tampak berusia dua puluhan tahun itu memandang dengan dingin. Dia juga pergi dalam sekejap meninggalkan hutan yang sunyi.


...


Selama waktu-waktu ini Konoha telah memepersiapkan segalanya untuk berperang. Apakah itu Iwagakure atau Kumogakure tidak akan membuat mereka gentar.


Menurut informasi di gasris depan, saat ini lima desa besar sedang dalam situasi yang tegang. Sementara Konoha menjadi sasaran utama di perang kali ini.


Apalagi Sunagakure yang entah bagaimana memanfaatkan kesempatan ini dan menyatakan perang terhadap Konoha. Mungkin penyebabnya karena mereka menggunakan alasan hilangnya Kazekage ke tiga tepat di perbatasan Tanah Api. Sehingga mereka menjadikan Konoha sebagai tersangka insiden hilangnya pimpinan desa tersebut.


Sarutobi Hiruzen tidak dapat berbuat banyak, orang-orang Sunagakure ini terlalu keras kepala. Sebelumnya pihak Konoha telah menyatakan tidak ambil andil dalam insiden hilangnya Kazekage, namun karena tidak adanya bukti yang kuat Sunagakure akhirnya memberi dua pilihan, yaitu menyerahkan Konoha ke tangan mereka atau berperang.


Apakah ini lelucon? Terus terang saja tidak mungkin untuk menyerah pada musuh, apalagi membiarkan mereka mengambil Konoha. Lalu apa yang akan Sarutobi Hiruzen katakan pada pendahulunya jika melakukan hal tersebut.


Di sisi lain tuan Hokage, Shimura Danzo dan dua tetua lainnya yang diikuti oleh beberapa kepala klan sedang berkumpul untuk membahas perkembangan situasi di garis depan berlanjut.


"Pertama, saya berterimakasih atas kehdarian kalian semua."

__ADS_1


"Kemudian, saya berharap mendengar setiap kepala klan melakukan tugasnnya dengan baik."


Sarutobi Hiruzen lebih dahulu berkata setelah semua orang petinggi dan kepala klan berkumpul.


"Seperti yang anda instruksikan, saya dari klan Nara telah mengkoordinir 200 Shinobi klan Nara."


Seseorang yang merupakan kepala klan Nara, Nara Shikaku berkata dan melaporkan secara detail. Kemudian beberapa klan lainnya juga menlaporkan hal yang sama.


Aburame telah siap dengan 200 pasukan, Hyuga setidaknya memiliki jumlah yang sama dengan klan Aburame. Begitu pula dengan beberapa klan lain, sehingga total dari semua Shinobi yang berpartisipasi dalam perang kali ini adalah sekitar lebih dari 3000 orang termasuk Shinobi dari kalangan warga sipil.


"Saya harap ini menjadi kontribusi yang besar bagi desa dan setiap klan."


Segalanya berjalan sesuai dengan apa yang Sarutobi Hiruzen pikirkan. Dalam perang kali ini akan melibatkan beberapa orang terkenal di Konoha, seperti Nara Shikaku yang ditugaskan sebagai wakil komandan di medan perang. Sementara unit Shinobi akan dipimpin oleh Jiraiya dan Orochimaru.


Seharusnya dengan dua pembangkit tingkat Sennin cukup untuk menghadapi Sunagakure, walaupun disaat-saat ini teknik medis Tsunade sebagai salah satu dari tiga Sennin akan dibutuhkan. Sayangnya dia tidak tinggal di Konoha.


...


Sehari kemudian.


Nakamura terbangun di pagi buta, berlatih seperti biasa untuk menyegarkan tubuhnya. Lalu bergegas mempersiapkan beberapa peralatan Shinobi, tentu saja karena setelah ini sejumlah besar Shinobi Konoha termasuk dirinya akan ditugaskan menuju medan perang.


Tak berselang lama matahari telah menampakkan diri dan Nakamura telah selesai dengan persiapannya.


Nakamura berjalan membuka pintu dan di luar sana terlihat seseorang yang telah menunggu.


"Kau menunggu, Tenji."


Kata Nakamura setelah melihat sosok pemuda yang bersender di dekat pohon.


"Tidak, aku baru saja sampai."


Setelah sapaan singkat, keduanya berjalan bersama menuju gerbang desa...


Tanpa diduga saat ditengah jalan Nakamura bertemu dengan dua orang pria dengan ciri khas berambut pirang dan berambut putih, sangat familiar.


Itu adalah Namikaze Minato dan Hatake Kakashi. Dan kebetulan sekali mereka menuju arah yang sama dengan Nakamura.


Untuk beberapa waktu mereka tidak mengatakan apapun kecuali sebuah anggukan sapaan sebagai formalitas sesama Shinobi.


Tapi entah mengapa pria kecil di sebelah Namikaze Minato beberapa kali melirik ke arah Nakmura. Sepertinya orang ini memiliki kesan tertentu. Selain itu yang mengejutkannya adalah Hatake Kakashi, dia sepertinya saat ini berkisar pada usia 9 sampai 10 tahun.


Berbeda jika dibandingkan dengan Nakamura, dia beberapa tahun lebih tua dan tentunya dia adalah senior bagi Kakashi. Sementara Minato di sisi lain 5 sampai 6 tahun lebih tua dari Nakamura.


...

__ADS_1


__ADS_2