Naruto: The Great Senju!

Naruto: The Great Senju!
Chapter 8


__ADS_3

Dalam beberapa waktu setelahnya. Nakamura berdiri tampak baik-baik saja, sementara Uchiha Shibari berkeringat deras dengan nafas tak teratur.


Seolah dia merasa pertarungan di tahap kedua ini terasa lebih mengerikan dari pertempuran sesungguhnya.


Dia tidak mengira lawannya sangat terampil menggunakan Ninjutsu, hingga dapat melontarkan teknik yang setara rank tinggi bahkan mampu mengontrolnya sedemikian rupa.


Sedikit kesalahan akan membuat Uchiha Shibari celaka.


Dan bagaimana selanjutnya, apakah dia akan terus bertarung sampai akhir atau melepas gagasan untuk menang dan menyerah?


Mengingat kondisi keduanya yang jauh berbeda. Nakamura sepertinya masih baik-baik saja tanpa sedikit kelelahan, sementara Uchiha Shibari berkeringat deras dan terengah-engah.


Tapi sebagai generasi klan, Uchiha Shibari tidak ingin menyerah begitu saja. Dia tentunya lebih mengutamakan harga diri dari pada menyerah dan mempermalukan nama Uchiha.


Kemudian dia melemparkan Shuriken dan melangkah maju membawa pedangnya.


Dari beberapa meter, Nakamura memandang Uchiha Shibari dengan sedikit kekaguman. Biar bagaimanapun orang ini sangat gigih, dia mungkin tahu hasil akhir dari pertarungan ini, namun dia lebih memilih melanjutkan.


Orang ini patut dipuji.


Nakamura tidak bertele-tele, segera dia menembak shuriken yang memblokir serangan Shibari.


Sesaat kemudian keduanya kembali berhadapan dengan Kenjutsu masing-masing.


Kali ini Nakamura meningkatkan kecepatan dan kekuatannya, berharap pertarungan segera berakhir. Karena pertarungan berlangsung cukup lama, ini harus segera diselesaikan dan kembali istirahat.


Begitu mereka berhadapan, dentingan logam bergema yang dapat didengar oleh para penonton.


Uchiha Shibari berangsur-angsur didorong mundur dengan tekanan kuat dari ayunan pedang Nakamura.


Bahkan dengan presepsi Sharingan, Uchiha Shibari sedikit kwalahan dengan kecepatan Nakamura yang kian meningkat.


Sejauh ini dia tidak mampu berbuat apa-apa selain menangkis dan terdorong mundur.


Ayunan pedang Nakamura muncul dari sisi bawah Uchiha Shibari, berputar ke atas membentuk bulan sabit.


Pada saat ini Shibari memiliki firasat buruk, dia dengan panik mendorong kakinya dan melemparkan tubuhnya ke belakang.


Disaat yang sama dia terjatuh menimbulkan sedikit getaran.


Sesuatu seperti garis merah terbentuk di sekitar pipi kirinya beberapa inci lebih panjang.


Diiringi rasa perih yang tiba-tiba muncul.


Kemudian logam dingin menempel di lehernya, menahan gerakan Uchiha Shibari sehingga dia hanya dapat meratapi kekalahannya begitu saja.


"Pertarungan berakhir!"


"Pemenangnya adalah Senju Nakamura!"


Segera penonton bersorak ria dengan kemenangan Nakamura.


.

__ADS_1


Beberapa meter di kejauhan.


Pria paruh baya yang mengenakan topi bersimbol "Api" mengayunkan tangannya, tampak memerintahkan Shinobi bertopeng yang menjaga.


"Masukkan Senju Nakamura dalam daftar, lalu bawa dia bertemu denganku setelah ini!"


Shinobi Anbu hanya mengangguk kemudian hilang setelahnya.


Sementara ujian tahap kedua terus berlanjut dalam waktu yang cukup lama, Nakamura tidak lagi berdiam di tepi arena.


Mengikuti instruksi dari Anbu, dia dengan senang hati pergi menuju ruangan khusus.


Sesampainya disana, apa yang dia pikirkan telah menunggu disana. Itu adalah Tuan Hokage dan Shimura Danzo.


Dua orang tua ini, sangat jelas apa yang mereka ingin lakukan.


"Saya disini tuan Hokage."


Sarutobi Hiruzen mengangguk, lalu mempersilahkan Senju Nakamura memasuki ruangan.


Dia tidak ingin membuang-buang waktu dan segera bertanya.


"Apakah ada yang perlu saya bantu sehingga tuan Hokage memanggil saya?"


Hiruzen sedikit mengangguk dengan senyum ramah yang mungkin dia paksakan.


"Ini hanya sedikit obrolan ringan."


"Ngomong-ngomong penampilanmu dalam beberapa pertarungan sebelumnya sangat bagus, Nakamura-kun."


"Terimakasih atas pujiannya tuan Hokage."


Nakamura berkata dengan ramah membalas perkataan Hiruzen. Dia tidak perlu terburu-buru dan membiarkan Hiruzen berbasa-basi.


Beberapa waktu kemudian Sarutobi Hiruzen menyodorkan sebuah gulungan kepada Nakamura.


Membiarkan dia membuka dan membacanya sendiri.


"Itu adalah undangan khusus untuk mu..."


"Apakah kamu tertarik bergabung dengan Anbu?"


Bahkan tanpa membaca sepenuhnya isi dari gulungan tersebut Nakamura masih dapat mengetahuinya dengan jelas. Lagi pula beberapa waktu yang lalu dia juga menerima undangan yang sama.


Nakamura menunjukkan sedikit senyumnya kemudian berkata.


"Ini adalah ide yang bagus..."


"Tapi maaf tuan Hokage, aku harus menolaknya."


Mendengar perkataan Nakamura, ekspresi wajah Hokage berangsur-angsur menurun. Tapi kali ini dia tidak berhadapan dengan Nakamura melainkan memandang keluar ke arah jendela.


"Kau anak muda yang tidak mengerti kebaikan."

__ADS_1


"Itu adalah kesempatan berharga dan kamu menyia-nyiakannya."


Danzo tiba-tiba angkat bicara, mengkritik Nakamura dengan dinginnya.


"Apakah anda Hokage disini?"


"Dan ini adalah pilihan Nakamura-kun, jadi biarkan dia yang menentukan."


Entah dia berkata omong kosong, Hiruzen hanya bisa menegur perkataan Shimura Danzo. Bahkan dengan otoritasnya orang seperti Danzo tidak dapat berkutik di hadapan Hokage.


"Ch! Lihatlah dirimu Hiruzen."


Merasa kesal, Danzo segera pergi setelah kata-katanya selesai.


Di dalam hati, Nakamura tidak habisnya tertawa lucu melihat tingkah laku penuh drama kedua orang tua tersebut.


Kemudian karena semuanya sudah jelas dengan penolakan Nakamura, Sarutobi Hiruzen tidak berkata lebih jauh dan membiarkan pihak lain pergi.


Sejujurnya membiarkan undangannya ditolak sedikit membuatnya merasa buruk, sebelumnya hal seperti ini tidak pernah terjadi. Bahkan setiap orang mendambakan bekerja langsung di bawah perintah Hokage.


Dia hanya bisa berpikir, 'Sepertinya aku terlalu berharap.'


...


Matahari telah terbenam setelah Nakamura kembali kerumah.


Sekembalinya dari bertemu dengan Hokage, Nakamura akhirnya mendapatkan lisensi Jouninnya dan beberapa perlengkapan baru.


Namun alangkah baiknya Senju Oroki datang dan mengucapkan selamat pada Nakamura karena keberhasilannya dalam promosinya.


Sejauh ini dia telah mengetahui dan menyaksikan bagaimana performa Nakamura dalam ujian promosinya.


Tentu saja kehebatan Nakamura membuatnya sangat bersemangat, sebagai tetua klan dia telah mendengar beberapa pujian dari orang-orang dan temannya karena memiliki generasi yang hebat seperti Nakamura dan itu membuatnya merasa puas.


Harapan dimana Senju dapat berjaya kembali telah muncul di depan mata. Selain itu dia perlu memberikan perhatian khusus pada Nakamura.


"Tujuan kedatanganku kali ini bukan hanya untuk mengatakan selamat."


"Namun juga untuk mendengar pendapatmu tentang kondisi klan Senju saat ini."


Mendengar perkataan tetua Oroki membawanya kedalam sedikit kesenangan. Tentunya dia tahu maksud dari perkataan tetua Oroki, dia kemudian mencoba mengatakan sesuatu sesuai dengan apa yang dia pahami.


Setelah beberapa saat.


"Apa yang kuarang dari klan Senju adalah seorang pemimpin yang tegas."


"Bukankah klan kita agak sedikit aneh, membiarkannya terbengkalai tanpa seorang pimpinan."


"Dan karenanya klan Senju menjadi sasaran penindasan bahkan bagi desanya sendiri."


Tetua Oroki mengerti dengan apa yang Nakamura katakan, memang saat ini Senju menurun drastis apalagi setelah orang hebat seperti Senju Tsunade meninggalkan klan.


Namun dia tidak begitu mengerti dengan kata-kata terakhir Nakamura. Apa maksudnya dengan menjadi sasaran penindasan? Apakah selama ini terjadi sesuatu yang lebih buruk bahkan tanpa sepengetahuannya?

__ADS_1


...


__ADS_2