NEW AGE : KNIGHT & MAGIC

NEW AGE : KNIGHT & MAGIC
Chapter 02 Masa Lalu Seorang Pria


__ADS_3

Cklakkk....


Pintu kedai terbuka, sosok pria yang berbadan besar perlahan masuk kedalam, postur pria ini tinggi dan berotot. Otot-otot nya tampak kencang dan menonjol seperti batu. Cocok dengan kulitnya yang coklat gelap yang dia tampakan karena hanya memakai singlet. Rambutnya yang gondrong menutupi sebagian besar wajahnya, dengan fitur wajahnya yang kokoh, praktis pria itu mirip seperti hulk dengan rambut gondrong.


Seketika kedai itu menjadi sunyi karena kedatangan pria itu. Tidak terhitung pasang mata yang memperhatikan pria itu yang mendekati meja kasir.


Namun pria itu sepertinya tidak memperhatikan hanya perlahan berjalan dengan mantap.


"Aku ingin menginap disini semalam, berapa harganya" Tanya pria besar itu


"Harganya 3 koin perunggu permalam, apakah kamu akan mengambil makan malamnya juga" Kata pria pemilik kedai.


"Tidak, hanya sewa kamarnya saja" Kata pria besar itu


Pria pemilik kedai itu meletakan kunci kamarnya diatas meja dan pria besar itu mengambilnya lantas berjalan pergi.


"Yo teman, kau anak baru ya" Didepan pria besar itu, seorang pria lain muncul menghalangi jalanya, sepertinya salah satu dari pria yang dari tadi minum di kedai.


"Ah ya, aku baru saja mendaftar sebagai petualang, sepertinya kamu adalah senior ku, mohon bantuannya"


"Bantuan? " Pria dari kedai itu tertawa geli mendengar pria besar itu mengucapkan nya dengan polosnya.


"Haha.. Ini lucu, tentu aku akan membantumu, tapi bantuan itu juga harus ada harganya kan"


"Ah.. Sepertinya senior salah paham maksudku, bukan sekarang tapi nanti, sekarang aku tidak punya uang untuk membalas bantuan senior"


"Yahh sayang sekali.. biarkan aku memberimu pelajaran yang berarti." Whossh


Pria dari kedai itu langsung memukulnya. pria besar itu dengan cepat bereaksi menangkis pukulan yang datang. Setelah itu dengan cepat menangkap wajahnya dan mementingkan lehernya. Pria dari kedai tampak kehilangan nyawanya terjatuh kelantai, mati begitu saja. Kejadiannya begitu cepat membuat seisi kedai tidak dapat bereaksi karenanya. Pria besar itu langsung membunuh orang.


Seisi kedai langsung diselimuti suasana yang tegang, terutama kelompok yang rekan setimnya baru saja dibunuh langsung mengeluarkan pedang mereka.


Pria besar itu dengan tenang menarik pedang yang ada dipinggang pria dari kedai itu dan berkata.


"Jadi siapa lagi yang mau mati denganya"


"Hey kalian semua tenanglah dan letakan senjata kalian, bisa-bisa kalian akan menghancurkan kedai miliku ini" Kata pria pemilik kedai


"Dan kamu juga kenapa kamu sampai membunuhnya"


"Aku bunuh karena dia memalak orang yang tidak punya uang sepertiku"

__ADS_1


"Bagaimana bisa seperti itu"


"Jadi tidak adakah yang mau maju lagi, kalau begitu aku akan pergi" Kata pria besar itu berjalan menuju kamarnya.


"Apakah busto sudah mati"


"Pria besar itu menakutkan"


"Sudah kubilang jangan mencari masalah dengan nya, petualang baru itu tidak normal"


"Diamlah kalian semua, pria itu belum mati, lehernya terkilir membuat dia tidak bisa bernapas, segera bawa dia ke penyembuh agar dia bisa hidup"


"Tapi bagaimanapun, pria besar itu memang kuat"


"Siapa dia sebenarnya? "


***


Aryan adalah nama dari pria besar itu, dia sudah tumbuh sampai ke tahap ini, mau tidak mau dia mengingat masa lalunya, yang telah merubah hidupnya sepenuhnya.


"Aryan sudah ayah bilang untuk jangan berkeliaran sendirian di kota, nanti kalau kamu tersesat kemudian hilang gimana?, hah seharusnya ayah tidak membiarkan kamu ikut selagi ayah sedang bekerja, kamu harus tinggal saja dengan paman dan bibi"


"Ehh tapikan aku ingin ikut ayah untuk melihat kota, disini ramai dan makanannya pun enak-enak"


"Yah habisnya kapan ayah sedang bebas, ayah bahkan jarang pulang kerumah"


"Hah iya-iya nanti ayah akan ajak kamu jalan-jalan di kota selama seminggu, tapi kamu harus patuh ya"


"Benarkah kapan? "


"Sebulan lagi, ayah bebas dari kerjaan"


"Sebulan janji ya"


"Iya"


"Yeiii"


***


"Sebaiknya kalian tinggalkan barang bawaan kalian dan pergi dari sini"

__ADS_1


"I-itu agak sulit bagi kami menerima permintaan mu itu, bagaimana jika kami memberikan setengah dari barang bawaan kami"


"Serahkan semua yang kamu miliki atau mati disini"


"I-itu"


"Ayah ada apa? " Tanya aryan yang sedang didalam gerbong kereta


"Sembunyilah disini aryan dan jangan keluar" Kata ayah aryan dengan tegang


"Kamu bisa menahan mereka"


"Mungkin mustahil untuk mengalahkan mereka tapi jika hanya menahan mereka mungkin kami bisa, kalian bisa lari dari sini"


"Bagus" Pemimpin karavan memberi aba-aba kepada orang-orang nya untuk melarikan diri. Kereta yang ditarik oleh kuda itu berlari sekuat tenaga, sementara kelompok tentara bayaran yang mereka sewa berusaha untuk menghalangi para bandit.


"Tembak mereka, jangan biarkan satupun lolos" Teriak pemimpin bandit ke anak buahnya, kereta-kereta itu ditembak jatuh ketika kuda yang menariknya mati kena panah, kereta itu terguling karenanya.


Sore hari ketika matahari mulai terbenam, seorang anak merangkak keluar dari bangkai kereta yang menindih nya, tubuhnya penuh luka dan memar, wajahnya tertutup oleh debu dan darahnya sendiri, anak kecil itu adalah aryan, ketika kereta yang dinaikin ya terguling kepalanya terbentur dan aryan jatuh pingsan.


Kepalanya masih sakit tapi aryan menahannya sekuat tenaga, tapi dia terlalu takut untuk memikirkan itu, aryan tidak berani untuk menangis dengan keras takut orang-orang jahat itu menemukannya, terlebih hari sudah mulai gelap jadi aryan buru-buru mencari ayahnya. Namun apa yang dijumpainya adalah pemandangan neraka, kumpulan orang-orang karavan yang terbunuh yang mayatnya berserakan dimana-mana dengan beberapa burung gagak yang berpesta diantara mayat-mayat itu.


Aryan tanpa sadar memanggil dan mencari ayahnya diantara mayat-mayat itu, "ayah" "Ayah" "Ayah".


Akhirnya aryan berhasil menemukan mayat ayahnya itu, tapi sebenarnya aryan tidak ingin mempercayai kebenaran menakutkan seperti ini. " A-A-A-AYAAAAAAHHH, AAAAAAAAAAAAHHHH HHH HHH"


"Harusnya kakak sudah tiga hari yang lalu sudah pulang, kemana perginya mereka? "


"Mungkin mereka sedang mengalami beberapa kendala sehingga mereka terlambat pulang atau sedang ada acara mendadak"


"Kalau memang ada kendala ketika pulang, seharusnya sekarang juga mereka sudah sampai adapun acara mendadak kakak tidak mungkin membawa aryan bersamanya pasti dia akan mengantar aryan pulang terlebih dahulu"


Tok tok tok tok


"Siapa itu"


"Hah aryan, kamu kenapa" Paman aryan terkejut melihat aryan pulang dengan penuh luka sendirian


"Paman" " Bibi..." Kata aryan menangis keras.


Aryan yang mengingat masa lalunya sekarang sedang melihat ke sebuah cermin, rambutnya yang panjang sekarang diikat ke belakang, memperlihatkan wajah penuhnya, sekarang aryan berusia 17 tahun, sejak saat itu aryan telah mengeraskan tekadnya untuk menjadi lebih kuat, berlatih siang dan malam tidak kenal lelah, berharap suatu hari nanti dia bisa bertemu orang yang telah membunuh ayahnya. Aryan ingin bertanya "kenapa mereka membunuh ayahnya"

__ADS_1


Aryan menghela nafas "aku mengingat sesuatu yang bodoh"


__ADS_2