
Di gerbang kota, sekitar jam 07.00 pagi, kito, cherry, imelda, bagas Dan aryan berkumpul kembali, hari ini mereka akan menjalankan misi pembersihan dimakam kuno elfatran.
Aryan sepertinya datang paling akhir, aryan juga melihat kereta kuda yang mereka sewa, itu adalah kereta kuda yang cukup besar dengan 2 ekor kuda yang menarik keretanya. Tidak ada hiasan khusus tapi ini pastinya kereta kuda yang lebih baik, daripada yang digunakan oleh petualang rata-rata, bisa dilihat dengan campuran logam dibeberapa tempat dikeretanya termasuk juga pada bagian roda.
Kuda-kudanya juga terlihat sehat dan kuat yang akan menarik kereta itu nanti.
Ketika yang lainya melihat aryan sudah datang, secara alami mereka mulai naik kekereta, kito awalnya ingin naik ke kursi kusir tapi dicegah oleh bagas.
"Biar aku saja yang menjadi kusirnya kamu jelaskan rencananya pada yang lain" Kata bagas.
Kito tidak membantahnya tapi masih mengungkapkan ekspresi khawatir untuk bagas. Aryan secara alami melihat ini, dia juga melihat wajah babak belur bagas yang diolesi obat. Tidak bisa menahan diri dalam hati untuk bertanya "apa yang terjadi padanya"
Semuanya sudah naik kekereta, membentuk lingkaran, kereta kudapun mulai berjalan keluar kota.
"Apa yang terjadi pada bagas" Tanya aryan.
"I-itu" Kito tampak kesulitan menjawabnya, tapi imelda segera menyelanya.
"Kemarin, bagas habis dipukuli oleh para preman, dan jadilah dia sekarang" Kata imelda dengan riang, seolah tidak ada yang terjadi. Mendengar jawaban seperti itu, aryan tidak lagi terus bertanya meninggalkan suasana menjadi cangung, setelah beberapa saat kito mulai bicara.
"Mari kita diskusikan rencannya"
"Kita akan berangkat menuju desa canes, itu adalah desa terdekat dengan makam kuno elfatran, dan juga tempat persinggahan para petualang yang ingin pergi ke makam kuno elfatran"
"Normal nya tidak akan ada bahaya yang terjadi sebelum kita tiba didesa canes, karena daerah ini sering dibersihkan oleh para petualang dari monster-monster yang berkeliaran.
Yah meskipun memang ada monster yang mendatangi kita, selagi mereka bukan monster ganas dengan jumlah yang banyak, itu malah akan menambah hasil perburuan kita, jadi tidak ada masalah disini" Semua orang menganggukan pemahamanya.
Melihat semua orang seperti nya sudah paham, dan tidak ada yang bertanya kito hendak mengakhiri diskusi ini ketika aryan tiba-tiba bertanya.
"Maaf, ini mungkin keluar dari topik tapi ini sesuatu yang penting bagiku" Kata aryan sambil mengeluarkan secarik kain dengan simbol diatasnya.
"Aku sedang mencari kelompok dengan simbol seperti ini, apakah kalian mengetahui sesuatu"
__ADS_1
Ketiganya melihat lebih dekat kesimbol itu dan mengerutkan kening karenanya.
"Berikan padaku" Kata imelda
Aryan menyerahkan simbol itu kepada imelda, agar dia bisa memperhatikanya lebih cermat. Cherry dan kito juga berusaha untuk melihat simbol yang ada ditangan imelda.
"Aku pikir, aku tidak pernah melihat simbol seperti ini sebelumnya"
"Aku juga tidak pernah melihatnya"
"A-aku juga" Kata cherry dengan malu-malu.
Seperti nya tidak ada sesuatu yang lain untuk dikatakan, tepat ketika kito akan mengakhiri diskusi, bagas menyela dikursi kusir.
"Hey. Ada sekelompok goblin didepan"
"Kita akhiri diskusinya"
Semuanya segera bersiap untuk menemui musuh.
Ada sekitar 20 goblin yang datang menyerang, dengan 5 ekor goblin memakai senjata pisau dan yang lainya membawa rantai pohon atau hanya menggunakan kuku dan taring mereka yang tajam untuk menyerang.
"Pertahankan kereta, bagas tenangkan kuda agar mereka tidak mengamuk" Teriak kito
Mereka segera bentrok dengan kelompok goblin itu, kito segera melepaskan tembakan ke arah goblin-goblin itu, imelda segera menggunakan apinya untuk membakar goblin yang mendekat, bagas fokus dalam menjaga kuda agar tidak panik dan cherry segera menilai situasi untuk segera membantu penyembuhan anggota tim yang terluka.
Secara alami kelompok goblin ini adalah mainan bagi aryan, tapi karena dia sekarang harus menjaga kereta itu tidak semudah kelihatanya, goblin itu sangat licik begitu mereka menyerang, mereka langsung menargetkan kereta kuda mereka.
Dengan setiap pukulan, aryan langsung menghancurkan kepala goblin yang mendekat. Goblin yang membawa pisaupun tidak berbeda dari goblin yang lain karena tidak dapat menyebabkan luka pada aryan.
Disisi kito, banyak goblin yang bergegas menyerangnya memaksa kito untuk pertempuran jarak dekat, selama perjuangan ini, kito tertusuk oleh goblin yang membawa pisau yang menyebabkan dia terluka.
Imelda berhasil membunuh goblin yang membawa pisau namun apinya terlalu lebar menyentuh kereta kuda mereka, memyebabkan kuda-kuda itu terlihat panik, dan membuat bagas kesulitan mengendalikanya.
__ADS_1
"Sial!! Apa yang kamu lakukan imelda," Teriak bagas.
"Maaf"
"Cherry cepat sembuhkan kito, dia sudah terluka"
"Kito, siall!!! Bertukar denganku, kamu jaga kuda nya, jika aku disini terus kemungkinan aku akan dibakar oleh imelda nanti"
"Bb-baik" Kata cherry dengan takut takut.
Ketika cherry hendak menyembuhkan kito, seekor goblin yang membawa pisau menghampiri cherry.
Bagas melihat ini dan berteriak.
"Cherry awas"
Goblin pembawa pisau itu menyerang cherry dalam sekejap.
"Tidakkkkk" Kata bagas.
Tapi pergelangan tangan goblin itu ditangkap sebelum berhasil menusukan pisaunya ke cherry. Orang yang menangkapnya tidak lain adalah aryan.
"Apa yang kalian semua lakukan sebenarnya" Teriak aryan dengan marah.
"Kito bertukar dengan bagas"
"Imelda pancing goblin itu menjauh dan bunuh mereka disana"
"Cherry sembuhkan kito"
Segera semuanya mengikuti apa yang dikatakan oleh aryan, semuanya berjalan lancar tidak sekacau sebelumnya. Aryan sesekali membantu rekan tim yang terdesak selagi memantau situasi dan juga melindungi cherry.
Tak terasa pertempuran itu akhirnya berakhir. Semuanya tampak sangat kelelahan kecuali aryan yang masih berdiri. Melihat kerugian kudanya terluka oleh serangan goblin dan keretanya juga rusak sebagian karena api imelda.
__ADS_1
Benar-benar tim yang kacau pikir aryan, bagaimana mereka bisa bertahan hidup sampai sekarang?, menghadapi sekelompok goblin saja kewalahan.
"Kumpulkan jarahanya dan ayo kita berangkat" Kata aryan.