
Keesokan paginya, di konter guild petualang. "Jadi nona Sherry bagaimana dengan kelompok petualang yang bisa aku masuki" Kata aryan kepada pelayan konter guild, kemarin ketika aryan mendaftar ke guild, aryan meminta ke pelayan untuk mencari kelompok petualang yang bisa dia masuki untuk menjalankan misi.
"Maaf tuan aryan, karena rumor yang baru-baru ini beredar, kelompok petualang yang sudah kami hubungi sebelumnya tiba-tiba membatalkan nya," Kata pelayan itu tidak berdaya.
"Rumor? Rumor tentang apa? bisa kamu ceritakan kepadaku"
"Yah sesuatu tentang, monster haus darah berkulit manusia, yang gemar mematahkan leher manusia jika diganggu"
"Hah? Rumor macam apa itu? " Aryan tidak bisa berkata-kata, aryan langsung mengingat pria yang dihajar nya di kedai kemarin, seharusnya dia tidak mati jika dirawat dengan benarkan.
"tolong carikan aku kelompok petualang yang lain yang akan menjalankan misi. aku akan menunggu disini"
"Baiklah"
Aryan menunggu di tempat duduk guild petualang, waktu terus berlalu, beberapa petualang memang memasuki guild namun masih belum ada kelompok yang mau mengundang aryan ke kelompoknya. Guild petualang hanya menerima 2 tipe misi, yang pertama adalah membasmi monster dan yang kedua adalah misi pengawalan. Misi membasmi Monster selalu tersedia diguild, untuk membasmi monster disekitar kota misi seperti ini menyediakan keuntungan yang kecil, jadi biasanya para petualang yang mengambil misi seperti ini selalu membawa bagian tubuh monster yang mereka bunuh untuk dijual. Sangat merepotkan membawa mayat monster kembali kekota, karena inilah aryan mencari kelompok petualang untuknya bergabung.
'Hahhh, apakah aku harus masuk saja ke kelompok petualang yang aku hajar kemarin ya" Aryan teringat orang- orang di kedai tadi. "Jika masih lama terpaksa aku harus mencari mereka"
"Tuan aryan, kelompok petualang rising hero ingin bertemu denganmu"
"Oh sudah dapat ya, akhirnya"
***
"Kenapa kamu membiarkannya bergabung"
"Berisik, kita akan mati jika tidak segera mencari seorang tanker, juga aku akan mati lebih dulu karena kamu jika terus seperti ini"
"Kau nya saja yang tidak becus jadi seorang tanker"
" aku ini seorang Assassin, bagaimana bisa jadi seorang tanker, juga kenapa api mu selalu mengincar ku"
"Itu karena kamu selalu menghalangi tembakan ku"
__ADS_1
"Se-semuanya tenanglah"
"Tenang dulu, kitakan sudah sepakat untuk mencari anggota baru kan"
"Yah tapi bukan dia juga, apa kalian belum dengar rumornya"
Salah satu temanya itu bingung mau menjawab apa. Sementara itu aryan tiba diruangan dan melihat keempat orang itu.
"Halo semuanya, kudengar aku bisa bergabung dengan kelompok mu, ah namaku adalah aryan" Kata aryan memperkenalkan diri.
"Dia tidak seganas seperti yang dirumorkan"
"Apa dia seorang barbarian"
"Akhemm, ah maafkan kami tuan aryan, namaku kito aku seorang Archer salam kenal"
"Yo namaku bagas aku seorang assasin legenda" Kata bagas percaya diri, "dia hanya mengada-ada" Kata anggota wanita yang sejak awal berdebat dengan bagas "Hoi diamlah"
"Hai namaku Imelda dan aku seorang elementalist, kudengar kamu sangat kuat" Kata Imelda penasaran.
"Baiklah tuan aryan, selamat datang di kelompok petualang rising hero, untuk sementara aku yang akan mengambil alih kursi pemimpin" Kata kito lalu melihat teman-teman nya seperti sedang meminta pendapat.
"Untuk konfirmasi ulang aku telah diberitahukan bahwa kamu bisa mengisi posisi penjaga apakah itu benar tuan aryan"
"Iya aku bisa mengisi posisi penjaga lagipula aku mempelajari teknik Monk, jadi bagaimana dengan misi yang akan kita ambil? "
"Oh Monk, seseorang yang bertarung menggunakan tinjunya ya" Kata bagas
"Aku dengar kamu mematahkan leher orang yang ada di kedai" Kata imelda
"Ya benar, apakah kamu ingin mencoba" Kata aryan sambil menggunakan aura intimidasi yang membuat mereka berempat berkeringat karenanya.
Takut kedua temanya akan menyinggung aryan lagi kito mati-matian melawan aura ini dan melanjutkan bicara.
__ADS_1
"Untuk misi yang akan kita ambil, karena tidak ada misi perburuan khusus, kita akan mengambil perburuan dimakam kuno elfatran yang sering memunculkan undead. Ini juga misi yang umum yang diambil oleh para petualang karena tempat itu menjadi sumber dari gelombang undead yang membunuh warga di desa yang dekat denganya" Kito menjelaskan
"Perburuan undead ya, jadi kapan kita akan berangkat"
"Besok" Kata kito, ketika kito hendak mengakhiri pertemuan, Imelda menyela
"Tunggu dulu, sebelumnya kita harus mengujinya dulu sebelum mempercayakan punggung kita padanya" Kata Imelda, menatap aryan.
"Tentu saja kamu boleh mengujiku sesuka hatimu" Kata aryan, entah mengapa gadis ini selalu mengincarnya, dan ketika aryan menyetujuinya dia malah tambah bersemangat.
"Baiklah, aku yang akan mengujinya" Kata Imelda sambil menyeringai.
****
Aula pelatihan guild petualang, Imelda dan aryan saling berhadapan, sementara kito, bagas dan cherry menonton dipinggiran.
"Seranglah lebih dulu" Kata aryan kepada Imelda dengan sikap tidak terkalahkan.
"Itulah yang akan kulakukan" Kata Imelda, Imelda tau bahwa aryan bukanlah orang yang bisa diremehkan, berdasarkan pancaran niat membunuh yang dia lepaskan jelas dia adalah orang yang kuat. Imelda tidak berani untuk lengah makan dari itu dia akan habis-habisan. Seketika tangan Imelda diselimuti oleh api, Imelda berteriak mengumpulkan potensi dan nyala api semakin kuat.
Imelda merasa dia sudah dalam mode terkuatnya, dia bergegas maju menuju aryan dengan kedua tanganya yang menyala. Pukulan pertama itu langsung ditangkis oleh aryan, rasanya seperti bertabrakan dengan batu pikir Imelda. Sekilas Imelda melihat ekspresi aryan, yang dilihatnya adalah seorang pria yang tenang seakan tidak peduli dengan serangan Imelda barusan. Ini memicu kemarahannya dan Imelda bergegas melancarkan pukulan kedua.
"Terima ini" Dalam teriakannya, Imelda memukul dengan sekuat tenaga. Dengan sebuah ledakan. Hal yang tidak terduga bagi Imelda jatuh dihadapannya.
Tanpa kesulitan pukulan nya langsung ditangkap oleh aryan. Ditengah keterkejutanya Imelda menangkap momen aryan memundurkan kepalanya bersiap untuk menanduk. Duaaarr.
Kepala Imelda dan aryan bertabrakan, Imelda seketika jatuh pingsan dan tersungkur di tanah. Pertarungan diselesaikan sekejap mata, tidak sampai 3 detik dan sudah selesai.
"Dia lebih kuat dari yang kita kira"
"Apakah dia sudah mencapai tingkatkan master dalam teknik tubuh"
"Imelda" Kata cherry berteriak khawatir dan bergegas ke Imelda yang pingsan. Untuk menyembuhkannya.
__ADS_1
"Apakah ujiannya sudah selesai" Tanya aryan kepada yang lainya
Siapa yang diuji disini yang sebenarnya. Kito dan bagas tidak bisa berkata-kata.