New Anchor : My Name Is Andrusha

New Anchor : My Name Is Andrusha
Chapter 4 : The King of Darkness (2)


__ADS_3

<>


Terdengar Suara orang-orang berdesakkan dari arah alun-alun kota. Para rakyat antrium berkumpul di sana seperti ada sesuatu yang begitu menarik disana. Bukan hanya rakyat biasa namun juga ada banyak pasukan kerajaan.


Andrusha dan luke berjalan ke arah alun-alun kota dan mencoba menerobos ke barisan paling depan untuk melihat lebih jelas apa yang sebenarnya telah terjadi disana.


Sebuah panggung besar berdiri tegak di bagian lain alun-alun kota dan tak hanya itu, Berdiri tiang besar di tengah sana beserta dengan kayu bakar yang mengelilingi tiang tersebut.


Di atas panggung terlihat raja Caligula sedang duduk bersama dengan para istri-istrinya yang berjumlah enam orang.


Raja Caligula berhubungan incest atau hubungan sedarah. Ke-enam istrinya bukan lain adalah adik dan juga kakak kandung caligula sendiri. Tak ada yang bisa menentangnya lagi karna kedua orang tua mereka sudah lama meninggal dan sebagai satu-satunya anak laki-laki, dia lah pewaris tahta secara resmi dan tak ada yang bisa membantah perintahnya begitupun juga para saudarinya.


Dalam kerumunan penjaga dari barisan belakang terlihat siluet seorang wanita paruh baya sedang di ikat dan di pegangi oleh para pasukan Kerajaan.


Beberapa saat kemudian wanita itupun di tarik menuju ke tengah alun-alun ke arah tiang besar tadi.


Andrusha dan luke yang sedang menonton. Mulai memandang tajam wanita itu.


Dari kegelapan siluet itu mulai terlihat jelas karena perlahan terkena sinar bulan. Berjalan pelan keluar dari barisan dan ke arah tiang tersebut.


Sontak mata andrusha dan luke membesar melihat sosok wanita tersebut.


Wanita yang di ikat oleh para pengawal itu tidak lain ialah ibu andrusha. Semua itupun menjawab mengapa didalam rumah andrusha tak terlihat seorang pun sama sekali.


"Ibu kenapa kau ada disana".


Rontak andrusha dalam batinnya.


Andrusha mengepalkan tangannya sekuat tenaga dan menggertakkan giginya. Wajah andrusha mulai menggelap. melihat ibunya di perlakukan seperti itu.


Luke yang sadar dengan ekspresi menyeramkan andrusha yang sedang menahan amarah. Luke mencoba menahannya agar tak melakukan hal yang bodoh.


Andrusha perlahan menolehkan Kepalanya ke arah luke. Luke yang terdiam dan mulai perlahan melepas sedikit demi sedikit genggamanya.


Andrusha menggigit bibir nya hingga berdarah dan di ikuti dengan air mata yang mengalir ke pipinya.


"Lepaskan aku kak". Ucap andrusha dengan suara yang berat.


Luke segera melihat ke arah kiri dan kanan mencari-cari dimana posisi para anggota nya.


Beberapa anggota yang di lihat luke sudah berada di posisi. Beberapa saat kemudian luke memberi isyarat untuk mereka semua bersedia.


Tiba-tiba saja seorang pria berbadan besar dengan menggenggam pedang besar di pundak nya melompati dari atas panggung. Hentakkan kakinya yang berat mendarat di tengah alun-alun.

__ADS_1


Dia adalah ketua keamanan kerajaan sekaligus jendral tertinggi disana. Ia di juluki byron sang algojo.


"Byron?.. Yang benar saja. Kenapa dia ada disini". Ucap luke dalam batinnya.


Jika saja bukan byron yang menjaga tempat eksekusi di pastikan luke dan kawan-kawan bisa dengan mudah menerobos para kroco disana. Rencana yang matang tadi seketika kacau balau hanya dengan munculnya satu orang.


Para pengawal mulai mengikat ibu andrusha di tiang tersebut. Sedangkan Pengawal lainnya berjalan memutarinya dan mulai menuangkan minyak tanah ke kayu bakar itu.


Salah satu dari pengawal kerajaan menyirami ibu andrusha dengan minyak tersebut.


Sontak andrusha tak tahan ibunya di perlakuan seperti itu. Dan mulai berlari ke arah ibunya tanpa menghiraukan suara teriak luke di belakangnya.


Ia menerobos para pengawal itu dan berlari ke ibunya.


Terdengar suara pria mengucapkan sesuatu dari salah satu barisan pasukan kerajaan.


( 1st skill : Hunter Chain)


Dua buah rantai panjang keluar dari dalam tanah dan mulai menangkap kedua tangan andrusha lalu mengikatnya.


Pria tadi menarik rantai tersebut. Membuat andrusha berlutut tepat di depan ibunya yang sedang terikat.


"Ahhh sial". Ucap luke yang seperti telah menduga ini akan terjadi.


Luke dengan sigap memberi aba-aba ke pria yang memiliki kekuatan asap untuk menyelamatkan andrusha.


Pria tersebut berlari ke arah andrusha dan mulai mengeluarkan asap yang pekat.


*whushhh...


Suara angin kencang membuat asap yang tadi nya Begitu pekat menghilang begitu saja. Pria itu pun nampak sedang mencoba melepaskan rantai tersebut. Namun rantai itu sangat begitu kuat dan sulit dilepaskan.


Byron berlari ke arah pria tadi dan menghantam nya dengan punggung pedangnya dan membuat pria itu terhempas sampai membentur rumah orang.


Byron menancapkan pedang besarnya ke tanah dan berpose layaknya mengisyaratkan jika siapapun yang mencoba mendekat akan mati di tangannya saat itu juga.


PS : uhhhh... Mengerikan (nada seperti gopal di animasi Boboiboy)


( 1 st skill : Black Penetration)


Aura hitam keluar dari tubuh andrusha dan mengelilinginya sama seperti saat pertama kali ia mendapatkan kekuatan itu.


Rantai yang mengikat andrusha seketika hilang begitu saja.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang andrusha berlari ke arah ibunya


*Dhuakk


Suara hantaman keras byron tepat di wajah andrusha.


Hantaman itu membuat andrusha terpental menjauh dari ibunya.


Andrusha berusaha untuk bangun walau badannya sempoyongan dan berusaha berdiri dengan kedua tangannya. Mata yang begitu berkunang-kunang.


Dari arah berlawanan andrusha melihat luke yang berlari ke arahnya dan menyuruh untuk mundur saja.


Luke memegangi andrusha dan mulai menggendongnya untuk menjauh sejenak dari tempat itu.


Dari kejauhan andrusha melihat ibunya seperti mengatakan sesuatu. Dari gerakan bibirnya seperti mengatakan.


"Larilah nak".


Dengan senyuman ke arah andrusha dan di ikuti dengan air mata yang menetes dikedua pipi ibunya dan sedikit demi sedikit terlahap api.


Andrusha yang melihat itu tak kuasa menahan kesadaran nya. Dan bola matanya mulai memutih dan pingsan di punggung luke yang sedang berusaha lari menjauh.




Pojok cerita



Author tampan : Cieee nungguin aku yah (dengan ekspresi mengejek)



Author tampan : wheheheheh tak ku sangka kalian menunggu author tampan ini muncul



\*Andrusha mendekat ke kamera dan menutupnya dengan tangan



(Sampai jumpa lagi)

__ADS_1


__ADS_2