NGELINDUR

NGELINDUR
S E M E R U


__ADS_3

Cukup lama aku tidak menuliskan visi-visiku dalam buku digitalku ini. Meski satu demi satu visi, suara atau firasat itu masih terus saja berdatangan. Entahlah, ke mana larinya semangatku untuk menulis.. Sebagian besar visi, suara atau firasat itu masih aku tuliskan di media sosialku agar aku tidak lupa. Itupun seringkali hanya berupa tulisan singkat, gambar atau video. Selebihnya terkadang aku biarkan berlalu begitu saja. Tidak aku tulis di medsosku atau di buku digitalku.


Terkadang aku capek juga melihat visi-visiku. Banyak hal yang membuatku jadi kepikiran. Aku menyadari diriku bukan superhero. Apa yang aku lihat belum tentu benar. Dan kalaupun benar, terkadang aku hanya dapat melihat sekilas saja. Tidak tahu kapan dan di mana akan terjadi. Tidak juga bisa melakukan apapun untuk mencegah apa yang akan terjadi. Terkadang juga aku khawatir visi, suara, mimpi atau firasat ini hanya mimpi kosong atau apa...


Aku berusaha mengabaikannya.


Ah, semua hal itu berkecamuk di pikiranku.


Tapi ada rasa menyesal juga jika aku tidak warning. Meski terkadang bingung juga warning untuk apa. Mengingat banyak hal yang aku dapatkan ini seringkali dalam bentuk perlambang dan banyak sekali kemungkinan apa yang bisa terjadi.


Seperti halnya visi yang aku dapatkan di tanggal 12 Agustus 2022 lalu... Saat itu aku sedang santai. Sudah mulai rebahan di tempat tidurku, tapi aku masih belum tidur. Tiba-tiba saja, aku merasa seperti entah ada di mana. Somewhere.. someplace..

__ADS_1


Aku masih berusaha menyadari keberadaanku. Sedang ada di manakah aku..? Aku tidak bisa melihat apapun rasanya. Nampak di visiku seperti ada yang menutupi pandanganku. Ada begitu banyak gumpalan-gumpalan kelabu  kecoklatan pekat yang memenuhi seluruh area...


Apa ini? Apa ini asap? Atau apa? Lebih mirip seperti penuh debu dan pasir...


Aku kira, aku tidak dapat melihat apapun. Tapi ternyata tidak. Aku dapat melihat semua itu.. tapi memang gumpalan debu dan pasir itu begitu pekat..


Aku bisa melihat semua kejadian itu. Tapi aku tidak bisa melihat aku. Aku seperti di luar itu dan hanya melihat saja. Nafasku juga tetap nyaman, biasa saja. Tidak terasa sesak sedikitpun padahal di mana-mana penuh pasir dan debu...


Aku tidak habis mengerti.


Lalu tiba-tiba saja aku "kembali"

__ADS_1


dan aku masih di tempat tidurku...


Aku cari kertas gambar. Aku pinjam pensil  anakku dan aku putuskan untuk menggambar apa yang aku lihat dalam visiku barusan. Gambarku terbatas dan sebisanya saja, tapi setidaknya lumayanlah bisa menampung fikiranku yang penuh dengan gambaran gumpalan asap tadi.


Setelahnya, aku up load visi dan gambarku tadi di Facebook ku.


Sekian waktu berlalu dan tidak ada kejadian. Hingga awal Desember lalu, tiba-tiba saja Gunung Semeru meletus. Yah, seperti yang sudah terjadi sebelumnya. Aku tidak bisa me warning, mencegah atau melakukan apapun untuk mengubahnya. Aku hanya bisa menebak-nebak segala perlambang yang ada dan tidak mampu mengurai detil artinya.


Hanya berharap agar semua bencana ini berlalu, Allah berkenan mengampuni segala dosa dan kesalahan manusia. Kita semua Manusia dapat memperbaiki diri dan tidak melakukan lagi semua kesalahan yang kita lakukan pada Allah, sesama dan alam semesta.


__ADS_1


__ADS_2