
NikmatNya Pacaran Setelah Pernikahan
Oleh #CahayaCinta2 ( akunkeduaNovelToon )
Episode 4
Mohon maaf apabila terjadi kesamaan cerita dan tempat atau nama pemeran dalam cerita ini. Cerita ini tidak bermaksud menyinggung pihak manapun , dan apabila terjadi kesalahan kami mohon kritik, dan sarannya.
Sebelumnya di NikmatNya Pacaran Setelah Pernikahan
----------------------------------------------------------
Melihat firman dipukul kembali orang ke ponakannya, tante sari menghentikan aksi rino dan membawa mereka pergi.
Karna takut ada yang melihat dan takut juga firman nya bisa tewas di tangan ponakan nya yaitu rino.
"sudah,, sudah rino hentikan," mari kita pergi dari sini," ucap tante sari
"iya tante,, yuk kita pergi," ajak rino pada anak buah nya setelah mengiyakan perkataan tante nya
Setelah kejadian itu firman tidak lagi berurusan dengan keluarga pak prawono dan orang tua firman memberangkatkan putra mereka ke london.
Sedang kan rino beserta anak buah nya ketangkap polisi karena telah melakukan pembunuhan terhadap Direktur perusahaan dimana rino bekerja, yang tidak lain adalah sahabat dari pak kasek dan pak prawono. Sedangjan sari masi belum bisa menjenguk ponakannya, karna dilarang suaminya untuk menjenguk rino di penjara.
Firman kini sudah 1 tahun dia menetapkan di London dan menjalankan perusahaan milik abinya sesuai ke inginan kedua orang tua nya, walaupun masih terngiang di ingatannya sosok gadis yang membuat dirinya patah hati dan tersakiti namun ia belajar melupakan itu semua.
"aku sudah 1 tahun disini, kenapa aku masih teringat dirimu dan seharusnya dirimu sudah terlupakan olehku", batin firman
"mengapa kau kembali hadir diingatan ku setelah 1 tahun lama aku berusaha melupakan mu kini kau kembali terbayang lagi setiap kali aku dekat dengan wanita lain, mengapa kau mempermain kan ku haaa..." teriak firman dan hingga menangis
"padahal kau telah ku lupakan, dan mengapa tak ada wanita lain yang mampu buat aku bahagia untuk melupakan bayangan mu", teriak firman di sambut dengan menangis keras.
Nindi yang mendengar teriakan dan tangis sang kakak nya kaget, padahal setau nindi kakak nya tidak pernah begini sebelumnya dan suara firman semakin menggema di ruangan nya.
"apa yang terjadi pada mu kak, mengapa bisa sesakit ini kakak rasakan setiap kakak terbayang wajah kak fira," batin nindi.
"apa yang kak fira lakukan pada mu, sehingga kau begini kak", batin fira lagi
Suara tangis firman masi terdengar oleh nindi dari ruangan kakaknya yang sempat tadi diam setelah berteriak dan menangis dan nindi mendengar nya.
"mengapa kau tak pernah, membukan pintu hati mu buat aku" padahal aku telah berusaha untuk memahami mu selama ini dan apa yang ku terima, kau malah menyakiti ku", ucap lirih
Mendengar suara teriakan dan tangisan sang kakak nya lagi, Nindi bersama melda lalu mendatangi ke ruangan bos mereka dan seketika mereka berdua telah sampai di ruangan firman yang tak jauh dar ruangan mereka berdua lalu nindi sama melda kaget melihat bos nya telah tergeletak di lantai dengan wajah susah di tebak oleh nindi maupun melda.
Rupanya firman sudah pinsan setelah berteriak dan menangis, dan nindi begitu khawatir melihat sang kakak yang tergeletak di lantai dalam keadaan pinsan di ruangan kerjanya.
Terutama, dia tak menyangka kakak nya bisa seburuk ini karna perempuan.
Melihat nindi yang sangat begitu khawatir dengan bos mereka, melda curiga ada yang aneh dengan nindi dan memandang gerak gerik nindi yang terlihat berlebihan kepada bos nya. dan begitu juga sebaliknya dengan nindi yang tak tau bahwa dirinya di diam-diam diperhatikan sahabat nya yaitu melda.
"ada yang aneh sama nindi, ko dia begitu khawatir dengan pak bos," ada hubungan apa nindi dengan pak bos, batin melda selidik
Nindi memang dirinya saat itu tidak ada yang tau dan sempat waktu melamar kerja di perusahaan nya sendiri untuk menjadi karyawan biasa karna permintaan dari orang tua nya yaitu dengan niat dapat memantau sang kakak yang akhir akhir ini sempat terpuruk dan nindi menyamar menjadi karyawan biasa tampa kakak nya dan karyawan lain tau kalau dirinya adalah saudara firman.
"ya tuhan apa yang terjadi sebenarnya, pada kakak ku", batin nindi yang memperhatikan sang kakak
Setelah melihat sang kakak pinsan dan tak sadar kan diri lalu dia meminta bantuan sama sahabat nya yaitu melda karyawan kakaknya untuk ikut membantu dirinya, menghubungi sekretaris kakak nya dan menyuruh melda memberitahu kan pada sekretariat kakak nya juga kalau bos mereka pinsan.
"Melda minta tolong, kamu beri tahukan bu vita kalau pak bos pingsan", ucap Nindi pada melda.
"baik lah, tapi aku tak tau nomor hp, ucap melda yang terus mencurigai nindi dan pura pura menuruti permintaan nindi.
"nindi kaya ada yang dia sembunyikan dari aku dan karyawan lain tentang kedekatan dengan pak bos, pantasan dia bisa langsung diterima kerja oleh pak firman", batin melda yang tidak tau oleh nindi kalau dirinya di pantau sahabat nya.
"kalau begitu mendingan kamu telpon aja dia, lewat hp ku saja ," aku ada nomornya ko, dan cepat kamu telpon dia sekalian pak satpam kamu suruh kesini", ucap Nindi lagi yang tau nomor sekretaris kakaknya dari abi dan membuat melda semakin curiga pada nya tampa disadari oleh nindi
"apa,,nomor bu vita dia tau?, bukan nya nindi dan bu vita saling benci dan juga dari mana dia nomor bu vita perasaan dari semenjak dia kerja disini tak pernah kulihat mereka ngobrol bareng ", batin melda lagi
Melihat dirinya terus di perhatikan oleh melda sahabat, dia pura pura biasa saja sambil membatin.
"adu...aku kaya nya diperhatikan melda, aku harus pura pura biasa saja di hadapan nya dan menyuruh nya menelpon si vita," agar dia ga curigain aku", batin nindi.
"melda ini hp nya, ucap nindi singkat mengalikan melda agar ga terus terusan di pantau sambil memandang melihat kearah melda.
"ok tunggu sebentar, aku telpon bu vita nya", ucap melda sidikit santai padahal masih memperhatikan nindi.
Namun tidak bagi nindi, saat melda lagi nelpon lalu nindi membatin lagi.
"kenapa jadi begini kakak sekarang, kakak kaya bukan kak firman yang dulu nindi kenal", batin nindi
Setelah melda siap menelpon bu vita dan satpam perusahaan itu, tak berapa lama akhirnya yang di tunggu tunggu datang juga, yaitu vita sekretaris firman setelah beberapa menit mereka tunggu dan karyawan lain yang ikut melihat nindi sama melda itu menatap tak suka.
Begitu juga dengan satpam nya,
Namun lain halnya dengan nindi sama melda mereka di beri pertanyaan oleh vita sekretaris firman saat sampai di ruangan itu, dan vita marah ketika melihat nindi memangku firman dengan ekspresi bisa di tebak oleh nindi.
"ada apa dengan pak firman dan kenapa kamu sama melda bisa di ruangan pak firman," ucap vita sekretaris firman yang heran melihat firman di pangku sama Nindi, begitu pun para karyawan lain yang heran menatap nindi sama melda
sedang kan dia bukan nya cepat bantu bawa firman bersama satpam ke rumah sakit mala bertanya karna cemburu sama nindi dan memandang tak jelas sama dengan karyawan yang malah mendukung pertanyaan vita ke nindi dan melda
"iya juga, ngapain kalian bisa di ruangan kerja pak bos", ucap salah satu dari karyawan itu.
"gini tadi bu, belum selesai nindi menjawab ucapan melda malah sudah di potong langsung oleh vita nya dan bertanya ke melda.
"melda tadi saya tinggal pak firman sama kamu tak kenapa napa, lalu kenapa pak firman bisa pinsan", tanya vita menatap tajam melda dan tak mau lagi bicara ke nindi
"saya ga tau juga bu, ucap melda yang ga tau dan dia cuma mengantar laporan saat ada vita lalu pergi dari ruangan itu mengikuti dari belakang vita.
"ogtu, ucap vita singkat
Sedang kan nindi malah menatap vita yang sok berkuasa di perusahaan nya.
"pantasan kak firman kurang suka sama kamu, rupanya begini sifat mu yang aslinya," dasar wanita kegatelan", batin nindi adik kandung firman yang berpura pura menjadi karyawan sang kakak.
"awas saja kamu vita, saya akan segera memecat kamu besok dan baru tau aku ini siapa", batin nindi lagi.
"dasar karyawan sok sok manis, malah enak enakan peluk calon suami ku", batin vita menyuruh nindi untuk melepaskan firman dan mengusir nindi serta melda.
"Awas kamu dari dekat pak firman, mendingan kamu sama melda kembali bekerja saja dan pak firman biar urusan saya bersama pak satpam", ucap nya yang sok kegatelan lalu memeluk firman dan membawa pergi firman bersama satpam.
Setelah mendengar kan ucapan vita akhirnya mereka keluar setelah meng iyakan ucapan vita.
"baik bu, ucap mereka barengan
vita dan satpam membawa firman ke rumah sakit, karna vita ga mau sampai firman kenapa napa.
Setelah melihat kakaknya telah pergi bersama vita dan hadi satpam nya sendiri, akhirnya nindi segera menghubungi umi sama abi nya lewat gawai mini dengan wajah ke khawatir an.
Lagi sambil mikir penyebab dari pinsan nya sang kakak, tapi sedang mau nelpon nindi berpikir melalui dari mana dia mulai ngomong.
"mulai dari mana ya aku ngomong nya, agar umi dan abi tidak jantungan atau mendingan ga usah aku kasih tau dulu sama umi dan abi", batin nindi yang sudah sendiri setelah keluar dari ruangan kerja firman dan melda telah pergi keruangan nya juga.
"tapi kalau ga aku nelpon mereka dan kasih tau umi sama abi, nanti mereka bisa marah besar lagi kalau aku ga kasih tau sama mereka tentang yang sedang terjadi sekarang sama kak firman dan mengapa aku tak ikut mereka tadi", batin Nindi lagi
"adu napa jadi begini sih, napa aku ga ikut kak firman tadi sama vita," kalau terjadi sesuatu sama kak firman pasti aku juga yang kenak getah nya", ucap nindi teringat
Sebenarnya tadi tak ada niat nindi membiarkan sang kak nya di bawah pergi oleh vita ke rumah sakit tampa dirinya, namun demi untuk mencari sosok gadis yang cocok untuk kakaknya, nindi terpaksa membiarkan sang kakak di bawah pergi vita dan ada hadi yang ikut juga ke rumah sakit jadi tak menghawatirkan bagi nindi dan terus menyamar saja.
Dan itu pun demi penyamaran nya tak di curigai oleh karyawan lain karna nindi terlihat begitu memperhatikan firman dan juga terutama dia malas bermasalah dengan vita saja saat uni.
Dan juga dari dulu dia menyamar menjadi karyawan di perusahaan nya sendiri itu karena atas kemahuan abi sama umi nya sedang kan kakak nya tak ta kalau sang adik menjadi karyawan nya demi mencari calon istri yang tepat untuk nya.
"ha mendingan telpon umi sama abi saja, biar mereka yang kasih selusinya", batin nindi memulai untuk menelpon kedua orang tua nya.
Lama menunggu telpon sambil berpikir akhirnya telpon pun di angkat umi nya dan abi nya lagi meeting kata umi.
"halo assalamualaikum nindi, ada kamu nelpon umi", ucap umi nya di seberang sana
__ADS_1
"waalaikumsalam umi, jawab santai nindi yang tak mau gugup di depan umi nya.
"gini umi ada yang mau nindi bicara kan, tapi umi janji jangan jantungan ok", uca nindi to the point
Mendengar ucapan putri nya, sang umi cuma berkata ya dan bertanya hal apa nindi tiba-tiba nelpoan dirinya.
"iya deh umi janji, emang apa yang mau kamu bicara kan sama umi", jawab umi sambil bertanya lagi ke putri nya.
"ini umi, kakak firman" ucap nindi singkat dan gelisah takut umi cemas serta takut jantung sang umi kemat.
"gimana ngomong ya, biar santai ngomong nya sama umi dan biar umi ga jantungan,," batin nindi.
"emang ada dengan kakak mu," ucap umi memotong bicara putri nya dan sedang kan nindi lagi mikir.
"ini kakak firman teriak manggil nama kak fira lagi sambil nangis-nangis, dan kak firman pingsan", ucap nindi takut umi nya jantungan mendengar kakak pinsan.
"apa kakak mu pingsan karena manggil manggil si fira itu, belum selesai umi bicara sudah dipotong nindi
"iya umi, dan kak firman sekarang di rumah sakit dibawa sama vita sekretaris nya kak firman", ucap nindi lagi
"apa kamu bilang, vita bawah kakak mu ke rumah saki, kenapa bisa?", ucap umi betapa kaget lagi mendengar yang putra nya ke rumah sakit adalah vita
"kan apa ku bilang pasti kaget lagi, dan jantung nya umi pasti kambuh lagi", batin nindi berpikir agar umi tak jantuang
Bu Halima bukan tak menyukai vita, tapi melihat dari tampilannya saat berpakaian dan tak menutup aurat nya dari situ penyebab bu halima sama abi tak suka padanya.
Apa lagi pernah nekat menggoda pak kasem orang tua nya firman dan nindi, sekaligus suaminya umi halima.
"iya umi, jawab nindi takut umi nya marah lagi gara gara membiarkan kakak pergi sama vita ke rumah sakit dan sang umi lalu menyuruh pergi menyusul sang kakak.
"kalau gitu kamu susul kakakmu, dan telpon umi kalau kamu nyampe", ucap umi halima ditelpon sambil melotot
"sedang kan umi telpon abi mu dulu ya," ucap umi nya lagi
"terus nanti kalau vita marah sama aku gimana umi, karena lihat aku disana dan tanya ke aku ngapain saja aku di rumah sakit", tanya nindi ke umi nya
"dan nanti dia bakalan menyuruh aku balik ke kantor lagi," tanya nindi ke umi nya lagi
"itu biar umi yang ngomong nanti lewat hp mu ke vita, yang penting kamu susul dulu kakak mu ke rumah sakit ya", kalau udah di rumah sakit telpon umi, umi takut nanti kakak kamu kenapa napa dan kamu hati hati ya sayang", ucap umi lalu memutuskan telpon dan sedang kan nindi cuma mendengar ucapan sang umi takut dia memotong pembicaraan sang umi dan lalu dia mengiyakan omongan umi nya tersebut.
"kalau begitu umi matiin telponya, ucap umi lagi setelah menyuruh putrinya menyusul putra nya dan telah selesai bicara
"Iya umi, jawab singkat nindi
"muaach... assalamualaikum," mencium putri nya lewat hp
"waalaikumsalam," ucap nindi aneh melihat tingkah umi yang tiba-tiba mencium nya lewat hp padahal ga pernah begitu.
Setelah panggilan telepon terputus nindi pergi ke rumah sakit menyusul sang kakak dan sedang kan umi halima segera menghubungi suaminya yang meeting.
Firman dan vita serta pak satpam yang bekerja di perusahaan milik orang tua nya firman dan telah sampai di rumah B, lalu membawa firman untuk ditangani dokter.
Setelah itu vita menyuruh satpam perusahaan yang merupakan mata-mata dari pak kasem untuk pulang ke kantor dan sedang kan vita menunggu firman.
"sebaiknya pak hadi pulang saja ke kantor, dan pak firman biar saya yang ngurus", ucap vita
"baik bu, jawab hadi satpam perusahaan kaget di minta pulang oleh vita
Dia sudah keluar dari rumah sakit itu, dan menunggu nona nindi yang belum datang menyusul mereka, padahal tadi kata nyonya halima bahwa putri nya segera sampai di rumah sakit di mana firman dibawa dan dia harus menunggu nya.
"waduh gawat ni kalau saya pulang, kalau ga nunggu nona nindi belum nyampe," bisa-bisa saya di pecat sama tuan dan nyonya, karna tak menunggu nona nindi datang", batin hadi cemas
"wah... itu kayaknya hadi tu, batin Nindi yang sudah datang dan segera menemuinya.
"mas, ko kamu nunggu di situ," bukannya umi saya bilang, mas harus tunggu kak firman sampai saya datang?", ucap nindi to the point
"anu non...anu, gini", ucap hadi gugup takut nya nindi marah
"anu apa nya, tanya nindi yang heran melihat hadi satpam kepercayaan abi nya lalu bicara lagi ke hadi sambil membentak nya.
"kalau ngomong yang jelas dong," anu...anu, anu apa nya sih", bentak nindi yang mengira hadi mulai kurang ajar padanya
"gini non kata bu vita, tuan muda biar dia yang ngurus kata nya dan saya di suruh pulang", ucap hadi takut tuannya marah besar dan berbicara gugup
" atau apa bu vita saja yang harus ganti kamu menjadi satpam perusahaan orang tua saya atau juga saya cari satpam lain saja selain kamu yang jaga kami berdua di sini", sambung nindi bertanya dan menatap dengan tajam.
"jangan non, kalau saya di pecat lalu saya makan apa sama ibu apa lagi saya di sini merantau", ucap hadi yang mulai takut di ancam oleh nindi
"kalau begitu kamu ikut apa kata saya dan orang tua saya, di sini saya sama kak firman tuan kamu bukan vita dan kamu ingat juga, bahwa saya sama kakak saya yang berhak menyuruh kamu bukan vita ok", tiba-tiba nindi membentak hadi satpam nya itu.
"ok bu, ucap hadi lagi menunduk karna takut tua muda marah
Melihat ketakutan hadi karna ulahnya, nindi bicara lagi.
"kalau begitu tunjukkan di mana ruangan kakak saya, dan yang jalan ke depan kamu", ucap nindi.
dia tak ada niat sebenarnya buat marah sama satpam nya sendiri kepercayaan abi nya, cuma dia tak suka melihat hadi yang nurut sama vita dan meninggalkan firman sang kakak di rumah sakti bersama vita serta ngikutin perintah si vita saja
"baik non, ucap hadi lalu berjalan ke depan di ikuti oleh nindi
"dan satu lagi, nanti saya mau ngerjain kakak di sana," jadi kamu ikut sandiwara saya", ucap nindi.
"tapi nanti tuan muda marah sama nona, ucap hadi
"ga usah khawatir, pokoknya kamu ikut saja", ucap nindi
"baik lah non, ucap hadi lagi.
Mereka sudah sampai di ruangan di mana firman di rawat, terlihat vita bersama karyawan yang lain ternyata sudah pulang juga dari kantor perusahaan milik orang tua nya dan vita bersama yang lain tak suka melihat nindi ketika dirinya bersama hadi masuk ruangan pasit dan langsung memeluk sang firman sambil menangis karena khawatir.
Sebenarnya nindi itu baru bekerja di perusahaan miliki abi sekitar dua puluh hari lalu melalui rekomendasi pak kasem orang tua mereka ke firman dan sengaja memancing kemarahan sang Kaka, terutama vita dan karyawan lain yang baginya untuk bersandiwara.
"wah, ada mereka juga di sini, mendingan aku masalah di sini", batin nindi melihat vita dan karyawan lain lalu memeluk firman.
"Hai ngapain kamu peluk saya, ucap firman yang baru beberapa hari bertemu dengan nindi dan bekerja di perusahaan serta dirinya tidak tau itu adiknya lalu vita ikut bicara juga sambil bertanya ke hadi, karna hadi lah yang membawa nindi ke rumah sakit menurut vita.
"pak ini maksud apa, ko kamu biar bu nindi ke sini dan peluk pak firman", ucap vita sambil mengompori firman yang tak suka sama nindi dan vita menatap nindi tajam sambil membatin
"kurang aja kamu, kenapa kamu peluk lagi firman nya", batin vita yang terpancing oleh nindi
Lalu hadi menjawab pertanyaan vita, sedang kan nindi menatap tajam Hadi satpam kepercayaan orang tua nya.
"Napa kamu harus jawab sih, batin nindi menatap ke arah hadi dan sedang kan hadi tak melihat nya.
"gini bu, belum selesai hadi bicara sudah dipotong oleh nindi karna tak suka bawaan orang tua di bentak selain dirinya dan kakaknya atau orang tua mereka kalau ada salah dengan hadi.
"diam kamu, kamu tak tau siapa saya ha dan kamu apa urusannya mengatur dia, sekaligus kamu siapa nya firman", bentak balik nindi ke vita yang mulai geram
Melihat itu mereka melotot, terutama vita dan firman karna membela hadi satpam terbaik orang tua nya.
Lalu vita membentak balik nindi dan berniat menjambak rambut nindi.
"maksud kamu apa ha bentak saya..., bentak balik vita dengan sedikit hampir saja menjambak rambut nindi supaya berantakan dan membuat nindi malu namun di halangi oleh hadi
"tolong kamu diam saja, ucap hadi yang tak suka tuannya di bentak.
Melihat vita ingin menjambak rambut nya dan berdebat dengan hadi di depan nya,dan sang kakak, lalu nindi marah dan membentak vita kembali.
"berengset kamu, bentak nindi emosi melonjak dan melawan balik vita, sementara karyawan itu cuma menonton aksi mereka.
Niat mau menyerang balik vita, tiba-tiba firman menghentikan tangan nindi dan memarahi nya.
"stop, kalau kamu mau ribu di sini mendingan kamu keluar, dan jawab saya, mengapa kamu peluk saya tadi emang nya kamu siapa", ucap nya membentak nindi dan vita tersenyum karna firman menghentikan langkah nindi yang mau menyerang.
"apa, ucap heran nindi pura pura menangis di bentak kakak nya sendiri yang iya sayangi dan yang dia kira kakak tau kalau sifatnya memang begini dari dulu lalu melemah.
Melihat nindi menangis, hadi lalu menenangkan nindi.
"nona jangan bersedih, nanti nona bisa sakit", ucap hadi pada nindi
__ADS_1
Melihat hadi bicara sama nindi, lalu firman menyuruh menjawab nya dan menjauhkan hadi dari nindi yang rupanya firman telah turun dari berangkas nya.
"mendingan kamu jawab saya, atau saya pecat kamu dan kamu jangan dekati dia", ucap firman lagi menatap nindi dan mengira ada yang tak beres dan bicara ke hadi.
"kamu ngomong apa tadi, ucap firman bertanya ke hadi.
"tadi, ucap hadi di potong nindi yang takut hadi bakalan keceplosan.
"aku ga mau keluar hiks...hiks..., soal peluk itu kan wajar", jawab nindi santai dan belum mengaku siapa dirinya walaupun lagi nangis.
"kalau aku ga mau keluar dari gimana, tantang balik nindi bertanya sama firman.
Ingin mencoba sang kakak mengingat tentang dirinya yang lama tak ada kabar karna dia kuliah di London dan apa lagi nindi telah berubah dramatis se hingga sang kakak tak mengenal nya.
"apa kamu bilang, bentak firman lagi melotot adik nya.
"pak sebenarnya siapa dia sih, dan ada apa dengan nindi ini ko di seperti ga sopan," perasaan tadi ga di undang de",, ucap salah satu karyawan firman kakak nindi bersama dengan yang lain.
Lalu hadi mau menjawab pertanyaan para karyawan,
"dia adalah, ucap hadi namun di potong oleh nindi dengan ketawa dan menang telah menipu mereka serta kakak nya, dan juga tetap masih menyamar untuk mencari calon istri untuk meski di diketahui orang kalau dia putri dari pak kasem dan bu halima dan mengakui kalau dirinya adalah Rahayu andini putri halima kasem.
"ha...ha...ha..., kakak ternyata memang tak mengenal aku dan lupa kalau kakak punyak adik yang cantik yaitu aku yang lama tinggal di sini dari Indonesia.
"kalian juga, tidak percaya kalau aku putri dari pak kasem dan bu halima", ucap nindi bicara juga ke karyawan kakanya.
Lalu mereka bicara sama nindi , dan mengira nindi gila.
"kamu sudah gila ya, mana ada pak firman punya adik", ucap vita namun nindi melanjutkan pembicaraan nya dengan melotot kearah para karyawan.
Sedangkan nindi tak menghiraukan ucap vita,
"ingat kalian semua, saya bisa saja memecat kalian semua saat ini karna telah kasar pada ku", tawa nindi sambil menunjuk mereka dan terutama vita.
"kata kan sejujurnya kamu siapa, tanya firman menatap adiknya tajam
"tak suka aku kau bentak, tunggu hukum mu", bentak nindi sambil menjewer telinga kakak nya dan sama juga dengan sifat umi atau abi nya.
Namun firman tak juga dapat membaca sifat dari lawan bicara nya yang sama persis dengan sifat umi atau abi nya suka menjewer telinga nya jika dia salah.
Mereka yang melihat itu, melotot ke arah nindi, memandang dengan aneh.
"hentikan, ucap firman lagi
"iya deh aku hentikan, kalau kakak diam aja", ucap nindi ketawa sambil melepaskan jewerannya dari kuping kakaknya.
"dasar wanita aneh", batin vita.
Melihat itu mereka dan terutama firman mulai geram dengan tingkah laku salah satu karyawan nya dan lalu memecatnya.
"mulai hari dan seterusnya kamu saya pecat," ucap firman dan di iya kan oleh karyawan lainnya.
"ha.., ucap nindi santai dan memancing kemarahan sang kakak.
"beneran aku di pecat, tapi kaya ga bisa deh", ucap nindi santai sambil duduk dekat kakak nya
"kamu, ditanya malah bermain main dengan saya," ucap firman lalu mendorong adiknya yang sedang mau duduk dan mereka melihat itu bersorak.
"aaw,, ucap nindi meringis karna tangan sedikit terbentur lalu menangis dan hadi pun menghentikan nya.
"stop tuan firman, tuan sudah melupakan sifat nona Rahayu andini yaitu nindi", ucap hadi menatap tuannya dan karyawan serta sekretaris firman heran dengan maksud ucapan hadi dan mengirah hadi sudah gila juga sama seperti nindi.
"hiks...hiks kakak jahat sama aku umi abi, kakak tak ingat aku dan kakak jahat sama aku," ucap nindi merengek dengan sifat manja sambil hendak melangkah pergi ingin meninggalkan ruangan rawat sang kakak.
Mendengar itu firman tersentak, karna mendengar nama adik nya disebut kan dan bertanya pada adiknya sambil membentak karyawan nya
"apa, kamu Rahayu andini", ucap firman memegang tangan sang adik saat mau melangkah dan karyawan yang melihat itu cuma terkejut.
"pak hadi sudah gila juga sama kaya nindi pak, mendingan kita bawah mereka ke ruangan sakit jiwa biar mereka cepat di tangani dokter," ucap salah karyawan itu dan di iya kan sama vita saat firman masih berpikir.
"iya betul itu, ucap vita sementara firman masih berpikir apa iya yang di bicarakan satpam terbaik orang tua nya benar.
"apa benar dia adik saya, atau cuma akal akalan mereka doang takut ku marahi", batin firman lalu bertanya ke nindi.
Saat para karyawan ribut dan bicara menuduh hadi dan nindi gila, tiba-tiba firman menghentikan omongan mereka dan bicara ke nindi
"diam kalian semua, saya lagi bicara sama dia," bentak firman depan adik nya sambil menunjuk nindi
"kalau kamu adik ku mana buktinya, atau kamu cuma mengada ngada saja", ucap firman menatap nindi
"tapi pak dia, belum selesai hadi bicara firman langsung membentak nya di hadapan adiknya.
"diam kamu, saya lagi bicara dengan dia bukan kamu", ucap firman di iyakan sama vita dan karyawan lainnya.
"iya betul mana buktinya , ucap vita menatap dingin nindi mengompori firman
"atau memang benar kalian itu sudah gila atau sekongkol mau menipu pak firman dengan menamgakui nindi adalah adiknya", ucap para karyawan juga
"diam kalian semua, di sini yang bicara saya bukan kalian tapi kakak firman", ucap nindi.
Sementara di ruangan tak ada suster dan dokter yang mendengar kan keributan di ruangan itu.
Melihat kelakuan nindi yang bertele tele lalu, membentak nindi lagi.
"cepat katakan saja, mana bukti nya", ucap firman lagi
"ho... mau buktikan, tanya nindi melotot sambil menangis lagi.
"kakak coba telpon umi atau abi, dan sambung ke aku," atau aku saja yang telpon umi sama abi dan bilang kakak ada marahin aku", ucap nindi hiks hiks sambil menantang sang kakak
Mendengar itu, firman kemudian menatap nindi dan dia menemukan sesuatu yang aneh sama dirinya terutama kalung sang adik yang tak jauh beda namanya.
"untung aku atau nindi ga jadi nelpon umi sama abi, kalau ga bakalan rumit jadit dan malahan nindi semakin marah sama aku., ternyata dia adik ku", batin firman.
Setelah menyadari kalau yang ada di depan nya, adalah adik kandung nya.
Setelah firman memandang wajah adik baru lah dia percaya. dan meminta maaf pada sang adik karna telah membentak nya serta memarahi nya.
"maafkan kakak sayang, kakak ngaku salah sudah melupakan kamu terutama siftmu yang sama kaya abi dan umi", ucap firman menyesal laku memeluk sang adik dan para karyawan terkejut mendengar kan ucapan dari firman.
"bapak ap benar itu adiknya, ucap salah satu karyawan itu yang takut bakalan di pecat sesuai ancaman nindi barusan.
"iya betul, aku putri dari Pak kasem dan Nyonya Halima", ucap nindi di iya kan sang kakak
"iya benar, dia adik ku yang kuliah di amerika" ucap firman membenarkan ucapan adik nya.
"mampus aku, rupanya si nindi itu adik dari firman" putri dari pak kasem dan Bu halima ", batin vita yang takut di pecat
"kalau di pecat aku gimana, karena tadi memarahi nya barusan", ucap vita lagi
Setelah meminta maaf firman, lalu adik bicara ke dia dan hadi satpam nya.
"oke aku maafkan, tapi kakak dan mas hadi harus ijin aku untuk memecat salah satu dari karyawan kita", ucap nindi menghentikan ucapannya dan melotot ke arah vita dan beberapa karyawan.
"maksud nya apa, nona", ucap hadi heran juga
"maksud apa dik, jangan bilang kamu lagi dendam deng", ucap firman lalu di potong sama nindi
"ga jadi deh, nanti saja ngomong nya di kantor saja setelah kakak sembuh", ucap nind namun para karyawan tiba-tiba gugup yang mengira bakalan dipecat sama nindi dan begitu dengan vita.
Bersambung!
----------------------------------------------------------
Dilarang plagiat ya Bosque.
Mohon saran dan kritik, terutama bimbingan nya ya admin.
NikmatNya Pacaran Setelah Pernikahan
__ADS_1
MangaToon Dan NovelToon
#CahayaCinta2 (akunkeduaNovelToon)