NONNA BALAS DENDAM

NONNA BALAS DENDAM
Liimmaa


__ADS_3

***gudubraghhhhh,,,aduhhhhhhh


Olivier jatuh dengan tida elitnya."Aduhhh....mimpi syalan.bagaiman bisa aku bermimpi seperti itu."umpat Oliver.Lalu bergegas tidur dan bersikap seperti tida terjadi apa apa.


...pagi harinyya......


Sinar matahari samar samar menerobos masuk,memalui celah jendela.dan sinarnya mengusik gadis cantik yang tertidur.


"hoaaamm....haaaaah"Elmira terbangun dari tidurnya.Merasakan ada yang melingkar di atas perutnya,ternyata lengan Oliver yang sedang memeluknya.Setelah memindahkan lengan Oliver,Elmira bergegas mandi dan menyiapkan sarapan.


"hemm pestipal itu akan di adakan malam ini, sepertinya tidak buruk jika melihatnya". Fikir Elmira.Setelah memasak Elmira bergegas membangun Oliver yang masih tertidur pulas.


Namun,ternyata membangun Oliver ta semudah itu.Walaupun sudah di goncang goncang dengan keras rubah itu tida bangun,malah terlihat semakin nyenyak.


Elmira yang sudah kesal,dengan garangnya menarik telinga Oliver dengan kencang dan.Ya, berhasill.


Oliver yang merasa tidur indahnya terganggu,dan ada yang menarik narik telinga nya langsung bangun. (sebelumnya Oliver udah ngerubah telinga rubah nya jadi telinga biasa,jadi sekarang tampilan Oliver seperti manusia biasa) .


Oliver yang belum tau siapa yang dengan berani membangunkannya yang sedang tidur pulas membentak dengan kasar"heiii mahluk bodoh seperti apa,yang berani membangunkan ku?!".


Elmira mengernyitkan alisnya,"heii,bocah berani beraninya kau membentak ku!".Sentaak Elmira.


Ketika Oliver berbalik seketika mata Oliver menangkap,gadis yang sedang bersidekap dada sambil melotot padanya."eh..ehehehe.Ternyata Kaka,aku kira siapa,,hehehe".jawab Oliver gugup sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"hah..sudahlah,cepat mandi dan makan".ucap Elmira sambil melengos pergi keluar dari kamar.oliver yang mendengar perintah langsung berlari ke kamar mandi.

__ADS_1


Di meja makan..


Hanya terdengar dentingan sendok makan,Oliver makan dengan lahapnya seperti orang kelaparan saja.Tapi Elmira tida terlalu perduli.Ia hanya sibuk dengan makanannya sendiri.


"selain cantik dan pandai ternyata calon istri ku pintar memasak,aku harus menghabiskannya"guman Oliver dalam hati.


Setelah selesai sarapan kini Elmira dan Oliver sedang bersantai di halaman rumah,melihat bunga bunga yang sedang bermekaran, sambil meminum teh dan di temani cookies.


"hm..aku harus memanggilmu apa? bocah? atau apa?".kata Elmira sambil menikmati cookies nya.


"bagai mana kalau suami,atau kalau tida darling ah yaa...."


"sudah sudah kau terlalu merepotkan,baiklah bocah sebentar lagi kita akan berangkat ke ibukota bersiap siaplah cepat-cepat".ucap Elmira.


"Nanti malam di ibukota akan di adakan pestipal,tentu saja aku ingin melihatnya".ucap Elmira.


"kukira kau ingin berpindah rumah hehehe".jawab Oliver.


"sudah cepat kita tida punya banyak waktu,cepat berkemas! oh ya,jangan lupa kunci rumah aku tunggu di depan sana".ucap Elmira sambil melenggang pergi.


Karna Oliver tida memiliki barang apapun,hanya punya barang yang saat ini dia bawa kemanapun,jadi dia hanya mengunci rumah dan membereskan bekas minum teh barusan saja.


Elmira dan Oliver berjalan kaki dengan santai sambil di iringi suara kicauan burung semilir angin sepoi-sepoi yang segar sesekali menerbangkan rambut Elmira yang panjang.Olive memandanginya takjub.Cantik,itulah yang terbesit di pikiran nya.


Karna mereka memiliki stamina di atas rata-rata,kini mereka di tiba di pinggir ibukota,ramainya penduduk setempat yang menyiapkan keperluan untuk nanti malam.

__ADS_1


Anak anak yang berlarian kesan kemari sambil tertawa.Elmira memandanginya dengan senyumnya indah yang memabukkan.


Ketika penduduk melihat kedatangan mereka,terutama melihat senyum indah Elmira seketika mereka terhenti dari kegiatannya.


"psstt sttt..siapakah gadis cantik dengan senyum menawan itu."


"sungguh cantik sekali nona itu".


"sepertinya,pestipal kali ini akan berbeda,karna sampai bisa menarik gadis cantik datang".


"sungguh jikapun aku di jadikan selirnya,aku tidak akan menolak aku pasti mauu dengan senang hati".


desas desus para penduduk yang melihat Elmira,dan mengabaikan Oliver.


Oliver yang mendengarkan kata kata terakhir langsung merah padam."Tida akan kubiarkan,calon istriku melirik kuda Nil seperti kalian,cihh"umpat Oliver tentunya di dalam hati.


Berbeda dengan Elmira,Elmira menanggapinya dengan santai.dan terus melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda.Kini dan kini sampailah di ibukota.



Rumah rumah penduduk dan toko toko saling berdampingan.Kini Elmira merasakan kembali berbaur dengan orang banyak dan tentunya dengan bangsawan.


jangan lupa like dan komennya ya.....


Nekttttttt......

__ADS_1


__ADS_2