ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
Kesempatan dalam kesempitan


__ADS_3

Kini acara puncak terlah tiba ,Di mana setelah akad selesai semua pengantin yang baru Sah menjadi suami istri itu langsung menuju kamar masing-masing.


Karena acara resepsi nya jam 7 malam jadi mereka harus bersiap karena pasti akan memakan waktu yang lama nantinya .


" Kau lelah " Tanya Raymond sambil menggendong baby Ed .


" Tidak ,hanya dada ku sakit " Ujar Adara jujur .


" Kau belum pompa " Tanya Raymond menatap Adara .


" Iya karena buruh² " Raymond menghela napas panjang .


" Daddy " Henry menatap Raymond .


" tolong jaga tiwns dulu ,Ray sama Adara mau ke atas dulu " Ujar Raymond .


" Ini belum gelap son " dengus Henry tapi dia tetap mengambil cucu laki² nya itu dan juga botol ASI nya .


" Cih ,Ray tahu tapi Adara harus pompa ASI dulu " Ujar Raymond kesal .


Karena Henry mengira dia akan berkunjung ke lahannya .


Sebenarnya tidak salah bukan dengan itu .


Karena memang Raymond Tidak akan jauh dari hal itu jika sudah sampai di kamar .


" Baby El mana " Tanya Henry menatap sekeliling nya .


" Sama Papi " Henry mengaguk paham .


" Ayo baby " Adara menurut saja sambil menahan sakit .


" Sudah tahu ASI mu banyak kenapa bisa lupa " Omel Raymond, dia paling tidak bisa melihat Adara sakit .


" Itu karena mas tidak membuat ku istirahat sehingga aku lelah " Ujar Adara yang tidak ingin di salah kan .


" Jadi semua ini salah ku, bahkan kamu yang memancing ku memakai pakaian jelek itu " Ujar Raymond kesal .


" Iya salahku "Lagi² Adara harus mengalah.


" Ayo, setelah ini kita ganti baju " Adara mengaguk lalu mereka menuju kamar milik mereka di lantai paling teratas .


" Apa kita akan tidur di sini " Raymond menggeleng " Kita pulang karena nanti Twins tidak nyaman " Ujar Raymond .


Karena sebelumnya mereka perna menginap di rumah orang tua Adara , tapi mungkin itu tempat baru sehingga twins merasa asing sehingga mereka menangis bersamaan .


Dan itu membuat kedua mertua nya dan Daniel bingung karena Twins tidak berhenti menangis ,hingga akhirnya mereka tertidur karena kelelahan.


Jadi Raymond tidak ingin mengulangi hal yang sama mengingat orang² juga pasti akan lelah .


Kini mereka sudah sampai di lantai khusus keluarga suaminya .


" Apa Mama, Papa sama Abang tidak datang " Tanya Adara sambil berjalan mengikuti suami nya .


" Mungkin sebentari " jawab Raymond lalu membuka pintu kamar masuk kedalam setelah Adara masuk .


" Aku bersihkan dulu " Ujar Adara .


" Aku ikut "


" Stop ,biarkan aku sendiri " Raymond menatap tajam istrinya .


" Kau melarang ku " Adara menghela napas " Nanti mas keterusan " Ujar Adara lembut .


" Tidak " Ujar Raymond .


" Baiklah " Ujar Adara sekalipun terpaksa .


" Kenapa keras sekali baby " Ujar Raymond setelah menatap buah ceri miliknya .


" Karena ASI nya sudah penuh makanya sakit " Raymond membantu Adara mencucinya dengan pelan .


" Sakit " Adara meringis sambil mengaguk .


" Sudah baby " Raymond langsung mengambil bathrobe untuk di pakaian pada sang istri .

__ADS_1


" Ayo " Raymond dan Adara ke luar dari kamar mandi .


" Aku bantu iya " Adara mengaguk saja,lalu membuka bathrobe bagian atasnya .


" Shiittt " Umpat Raymond saat Adara membuka bagian atasnya .


" Jangan aneh² ini milik twins ,mas sudah semalam " Ujar Adara .


" Tidak janji " Ujar Raymond tenang .


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️


" Adara kenapa " Tanya Elvi saat melihat wajah kesal Adara yang baru saja turun ke bathroom.


Lalu dia menatap sang anak yang terlihat tenang saja .


" Ray tidak tahu mom " Ujar Raymond .


" Kau membuatnya lelah lagi " Tebal Henry menatap Raymond .


"Tidak " Jawab Raymond tanpa dosa .


" Tidak apa nya " Ujar Adara kesal menatap suaminya .


" Jika kau lelah,kau tidak mungkin di sini Adara ,berhenti bersikap seperti aku telah menyiksa mu " Ujar Raymond tenang .


" Kenapa ini " Tanya Adit yang baru datang bersama istri nya .


" Biasa pengantin tua yang seperti pengantin muda " Adit tertawa kecil lalu menatap sang putri yang memasang wajah kesalnya .


" Abang mana " Tanya Adara mengalihkan pembicaraan .


" Katanya mau jemput temannya dulu " Adara mengaguk .


"baby El mana nak " Tanya Marni menatap Adara .


"Tadi sama papi ,tapi tidak tahu sekarang " Jawab Adara lalu menatap sekeliling bathroom yang sudah mulai ramai karena tamu undangan .


" Tadi sama papa mu " Ujar elvi .


" sudah " ujar Henry .


" Aku tinggal iya mau terima tamu dulu " Ujar Raymond .


" Iya " Jawab Adara .


" Adara biar sama Mama , kamu temui mereka dulu " Ujar Marni.


" Sayang " elvi langsung mengambil baby Ed yang sejak tadi bersama Henry.


" Jangan ke mana² di sini saja ,tunggu aku " Titah Raymond tegas .


" Iya mas " jawab Adara .


Setelah kepergian suami, Papa dan ayah mertua nya Adara langsung mencari tempat duduk di temani Marni dan Elvi yang menggendong baby Ed .


" Papa " Jose membalikkan badannya .


" Kenapa baby El di bawa ke sini " Tanya Raymond menatap Jose .


" Tenang saja mereka tidak memegang nya " Raymond menarik napas lega .


Sedangkan di tempat lain Adara memperhatikan suaminya yang seperti nya khawatir pada sang anak yang di bawah menemui tamu undangan .


" Mom apa tidak papa baby El di bawa ke sana " tanya Adara menatap Elvi .


" Tidak papa ,sini baby Ed bersama ku " mereka menatap ke arah sumber suara .


" Apa nanti mas Raymond tidak marah ayah " Alan mengaguk cepat .


" Ayo jagoan kita menemui mereka agar kamu terbiasa " Ujar Alan setelah Babay Ed di gendong nya .


" Tenang saja ,tidak papa " Ujar Marni menenangkan anaknya .


" Apa aku terlambat "

__ADS_1


" Apa ini yang Papa bilang teman " Ujar Adara menekan ucapan nya .


Daniel tertawa kecil melihat wajah kesal Adara .


" kalian sudah makan nak " Tanya Elvi lembut .


" Belum mom ,sebentar lagi kami mau ke atas dulu " Ujar Daniel tersenyum .


" selamat malam Tante ,nyonya "


" Malam " jawab Marni dan Elvi bersamaan.


" jangan dulu pulang , sebentar Queen akan datang " Ujar Elvi.


" Iya nyonya " Jawab Risna tersenyum .


" Jangan mau dengannya jika tidak di kasih kepastian " Uang Adara ketus .


" Koh bicara seperti itu " Tanya Daniel menatap Adara .


" Kaka sudah tua ,kapan menikah nya ,twins buruh teman Abang " Ujar Adara , sedangkan Risna hanya tersenyum bukannya marah dia malah tersenyum melihat interaksi kakak beradik itu .


" Maka berikan mereka adik lagi " Ujar Daniel tenang .


" Sayangnya suamiku melarang ku hamil " Ujar Adara jujur .


" Iya aku pun akan melakukan hal yang sama " Ujar Daniel setelah kembali mengingat kejadian saat kelahiran Twins.


" Maka dari itu sekarang giliran mu memberikan Adara keponakan " Timpal Elvi tersenyum.


" Doakan sama mom, soalnya dia susah di takluk kan " elvi tertawa kecil .


" Sakit sayang " Ujar Daniel mengelus lengan nya di cubit Risna .


" Makanya jangan bicara sembarangan " Ujar Risna lirih .


" Apanya yang sembarangan !! bahkan sampai sekarang kamu belum memberikan jawaban " Ujar Daniel jujur sedangkan ke tiga wanita beda usia itu masih memperhatikan mereka .


"Kan aku bilang pulang dari sini " Jawab Risna kesal .


" Iya² maaf " Ujar Daniel tersenyum .


" Hebm "


" Tuan " Daniel dan Risna langsung menunduk kepalanya.


" Kenapa baru datang "


" Tadi ada urusan tuan " Jawab Daniel jujur .


" Baby di panggil ke sana " Adara menatap suaminya " Mau ngapain " Tanya Adara .


" Mereka menanyakan mu ayo " Adara menggeleng cepat " Mas saja sama anak² aku di sini saja " tolak Adara lembut .


" Sayang kamu harus menemani suamimu ,kamu harus mulai belajar mulai sekarang " Ujar Elvi lembut .


" Tapi mom ..."


" Kalau begitu aku akan menarik wanita mana saja dan membawa mereka ke kamar bagaimana "


" HONEY " pekik Adara kesal .


" Maka berdirilah " Ujar Raymond dingin membuat Adara berdiri.


Bahkan Raymond tidak peduli pada tatapan Daniel dan Mama mertuanya yang menatap nya bingung .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


DUKUNG TERUS RAYMOND DAN ADARA


LIKE


KOEMNT


VOTE

__ADS_1


JANGAN LUPA HADIAH BUNGANYA DAN BINTANG 5 😘😚😚😚


__ADS_2