ONE NIGHT WITH CEO

ONE NIGHT WITH CEO
test test test


__ADS_3

Sejak pagi Adara merasa cemas,karena hari ini dia akan melakukan pemeriksaan.


Dan dia sedikit gusar apa kah salah satu kandungan nya sudah baik atau belum , sekalipun dia tidak merasakan papa lagi .


Amanda juga mengatakan jika semuanya baik² saja tapi dia tetap khawatir.


Tapi apa yang dia rasakan pagi tadi membuat nya bernapas lega ,karena ke dua janinnya baik² saja .


Dokter hanya menyarankan makan buah dan minum air yang banyak , karena memang dia malas makan jika tidak di suruh atau di paksa .


Saat perawat mengambil sampel darah Adara ,dia menatap bingung pada dokter .


Tapi dokter Lisa mengatakan jika itu untuk melihat apa Adara ada penyakit lainnya atau apa .


Dan dengan percaya nya Adara mengaguk patuh, sekalipun dia sendiri takut melihat jarum suntik .


Raymond yang mengerti itu langsung memeluk sang istri menyembunyikan wajahnya di dadanya agar tidak melihat nya .


Setelah selesai Raymond langsung menyuruh seseorang untuk membawa nya ke rumah sakit nya .


Sedangkan mereka langsung pulang ke rumah ,lebih tepatnya Raymond mengantar dulu Adara baru nanti ke perusahaan kembali .


Urusan rumah sakit, di sana sudah ada Davin dan Opa Radit serta Oma ellena yang sudah tahu tentang Adara .


" masuklah aku harus kembali ke perusahaan, ingat kamu harus makan buah ,jika sampai aku mendengar laporan kamu tidak makan ,kamu tahu sendiri akibatnya " Ujar Raymond penuh penekanan .


" Iya " Ujar Adara lirih .


" turunlah ,aku harus ke perusahaan 30 menit ada meeting "


CUP


Setelah itu Adara ke luar dari mobil mahal milik suaminya ,entahlah itu mobil yang keberapa ??


Dan Adara malas menghitung nya,lebih tepatnya dia tidak mau .


Setelah melihat Adara masuk ke rumah Raymond langsung melajukan mobilnya meninggal pekarangan rumahnya menuju perusaan .


Dan sesampainya di perusahan dia langsung menuju ruangan nya di mana Reza sudah menunggunya .


" Apa sudah mulai " Tanya Raymond saat masuk dalam ruangan .


" Tuan bisa istirahat sebentar " Ujar Reza , Raymond menatap jam mahalnya yang ada di tangan kirinya .


" Kita pergi sekarang " Ujar Raymond .


" Baik tuan " Ujar Reza ,Lalu berdiri mengikuti langkah bosnya ke luar dari ruangan itu .


" Kamu sudah tahu siapa keluarga " tanya Raymond


" Sudah tuan " Ujar Reza


" Nanti kita bahas setelah ini " Jawab Raymond bertepatan dengan pintu lift terbuka .


" Iya tuan, Nona memiliki saudara laki² satu dan nona anak bungsu , Nona adara ada hubungannya dengan kekasih Kaka Queen " Raymond menatap ke arah Reza meminta penjelasan lebih .


Reza yang paham langsung memberikan ipadnya pada sang bos .


" Kau yakin " Raymond langsung mengambil iPad itu dan melihat nya dengan baik .

__ADS_1


" Kenap semuanya seperti ini " Ujar Raymond saat melihat laporan yang di berikan Reza .


"Nanti kita bahas lagi " Raymond memberikan iPad nya pada Reza .


" Tuan " Raymond hanya mengaguk menghela napas panjangnya .


Sedangkan di rumah sakit besar milik keluarga Raymond sepasang suami istri langsung melakukan yang di perintahkan Davin .


Tapi sebelum nya Davin juga menjelaskan secara rinci tahap² sebelum akhirnya nanti ke luar .


Dan Daddy Radit meminta hari ini juga ke luar ,sehingga mereka akan menunggu .


" Dad ke ruangan atas saja " Ujar Davin ,dia harus turun tangan sendiri melakukan semuanya .


" Tidak Papa di sini saja " Tolak Daddy Radit sambil melihat sekelilingnya.


" Tapi Dad .


" Anggap saja Daddy pasien " Davin berdecak kesal .


" Tidak papa nak " Ujar mommy ellena lembut .


" Tapi di sini bnyak orang mom " Ujar Davin .


" Kuburan yang sunyi atau kamar mayat " Celetuk Daddy Radit .


'" Terserah " Davin memilih pergi dari sana dari pada darah tinggi .


Sedangkan pasangan suami istri yang di samping mereka hanya tersenyum kuda .


Melihat interaksi antara Davin dan Daddy Radit .


" Tidak papa tuan kami akan menunggu di sini " jawabnya dengan sopan


" Baiklah " jawab Daddy Radit .


Sudah hampir dua jam menunggu,tapi Davin belum juga ke luar dari ruangan itu membuat Daddy Radit kesal .


" Apa yang dia lakukan ??kenapa lama sekali?? apa dia tidur di dalam sana ?? " Daddy Radit melempar pertanyaan bertubi² entah pada siapa.


" Sabar Dad " Ujar mommy Ellena .


" Sampai kapan ?? Jika sampai di dalam dia hanya santai jangan harap dia pulang dengan tenang " Gerutuh Daddy Radit lalu kembali bersandar di tempat duduknya .


Hingga akhirnya Davin keluar setalah 4 jam berada di dalam dan itu sudah lewat jam makan siang .


" Kau mau mati " Davin menghela napas panjang.


" Bukannya tadi Davin sudah menyuruh Daddy untuk istirahat ke atas " Davin sudah menyiapkan diri sebelum akhirnya dia ke luar.


" Kenapa tidak bilang jika menunggu lama anak sialan " bentak Daddy radit " Kau tahu sekarang jam berapa " Davin melihat dinding yang memang terpasang jam di sana .


" jam 14.00 ' Ujar Davin tenang membuat emosi Daddy Radit mendidih.


" Daddy ,Davin sudah ke luar kenapa mengajak nya berdebat " Pekik mommy Ellena.


" Anakmu kurang ajar " Jawab Daddy Radit yang masih menatap Davin.


" CK, tidak mau kalah , Ini " Davin langsung memberikan secarik kertas hasil test DNA milik Adara dan orang tuanya .

__ADS_1


"Kamu tidak melakukan hal yang curang kan " Davin memutar bolanya jengah .


" Tenanglah Bu " Ujar sang suami sambil mengelus pundak sang istri .


" Iya yah " Ujar istrinya .


"Kalian lah yang lebih berhak membukanya!! " Ujar Daddy Radit memberikan kertas itu pada orang tua kandung Adara .


" Tuan saja yang buka ,kami takut hasilnya tidak sesuai " Ujar nya .


" Jika tidak yakin kenapa melakukan tes DNA " Celetuk Daddy Radit ketus


PLak .


Mommy Ellena memukul belakang Suaminya ,mulut nya memang tidak bisa melihat kondisi .


" Tidak papa nyonya " Ujar nya .


Daddy Radit mulai membuka kertas itu membuat sepasang suami istri itu saling memberikan kekuatan .


Hingga mereka mendengar helaan napas panjang Daddy Radit membuat mereka semakin takut .


Apa itu tandanya mereka salah ,dan Adara bukanlah anak kandung mereka .


Lalu di mana di mana anak mereka sekarang ??


Apa pelayan nya membawa bayi yang lain ??


" Kenapa " Tanya mommy Ellena yang ikut khawatir .


Lagi² Daddy Radit hanya menghela napas panjang lalu menutup kembali kertas itu dan di masukan dalam amplop .


Membuat mereka semakin bingung dan takut² cemas .


" Apa hasilnya negatif " Celetuk mommy Ellena ,membuat sepasang suami istri itu menunduk sendu sambil berpegangan tangan .


" Bukalah sendiri, Karena saya tidak sanggup hanya untuk berkata " Ujar Daddy Radit .


Dengan tangan gemetar sang suami menerima amplop putih itu yang sebelumnya berada di tangan Daddy Radit .


Dengan sedikit Keberanian dia membukanya sekalipun tangannya gemetar .


Dengan perlahan dia membukanya hingga akhirnya dia membaca dengan suara pelan di mana hasil yang sebenarnya nya .


Tubuhnya langsung luruh kelantai karena tubuhnya seakan tidak mampu lagi menopangnya .


Begitu juga sang istri dia hanya menangis dalam diam sambil menunduk ,mommy Ellena mendekat dan mengelus nya dengan lembut .


Memberikan kekuatan begitu juga Daddy Radit menepuk bahu pria yang kini menangis sambil menunduk di lantai .


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


vote ,vote ,vote


Like


koment


Jangan lupa hadiah bunganya dan bintang 5 😘😘😚

__ADS_1


Ayo kira² apa iya hasilnya ??😂😂😂😂😂


__ADS_2