
karena aku sudah tau masalah yang vani pendam selama ini aku berusaha agar vani menceritakan perasaan nya langsung kepada ku
"van maksud kamu besok yang nikahin alena itu aku?
vani hanya menjawab dengan anggukan kepala dan aku hanya tersenyum dan enggeleng-gelengkan kepala mendapti jawaban yang di berikan vani
"vani...vani... mana mau aku nikah sama cowok gak peka kayak dia mendingan aku gak nikah sama sekali"ejek alena yang datang dari pintu kamar
"mbk alena maksudnya apa ini"tanya vani dengan ekspresi bingungnya yang menatap kedatangan alena
"emang aku pernah bilang calon suamiku itu CEO bego ini" alena menunjukkan telunjuknya kepada ku,aku pun langsung menatap tajam kepada nya
vani pun menggeleng,alena pun mendekati vani dan menjelaskan"adit ini sepupu aku van anak dari kakak mama aku mana mungkin aku nikah sama dia"jelas alena
"jadi mbk alena sama adit gak ada hubungan apapun kecuali adik dan kakak"tanya vani
"betul sekali kakak ipar ku yang cantik 😉,dan kamu kakak ku yang ganteng tapi begonya gak ketulungan jangan lupa kamarnya cepetan makenya besok buat aku dan jangan lupa tiket aku honeymoon aku,aku mau turun selesai masalah kalian berdua" alena pergi dengan melambaikan tangannya
__ADS_1
aku pun mendekati vani untuk menanyakan kembali apakah dia mau menerima ku setelah semuanya yang telah dijelaskan oleh alena
"gimana van, sekarang kamu gak ada alasan lagi untuk menolak cinta aku karena memang kamu berhak untuk mencintai aku tampa ada kata egois" tanyaku sambil menggenggam tangannya
aku melihat vani meneteskan air mata dan langsung memeluk ku dan aku pun membalas pelukan hangat darinya
"maaf kan aku dit karena aku tidak bertanya dulu sama kamu,malah langsung ber asumsi bahwa kamu adalah tunangan alena"
"jadi gimana kamu mau kan menerima cinta aku"tanyaku sekali lagi kepada vani
vani pun menganggukkan kepalanya dan berkata"terimakasih karena kamu telah membalas cinta ku dit"
aku pun refleks mencium bibir vani dan me****matnya vani pun membalas ciuman yang aku berikan kepadanya setelah beberapa menit kami melepaskan ciuman itu
"mama memang tak salah memilihkan jodoh untukku"ucapku
"maksud kamu aku sama kamu udh dijodohin sama kedua orang tua kita"
__ADS_1
aku pun menjawab dengan anggukan kepala dan mencium bibirnya kembali
"ayo van sebaiknya kita turun pasti mama mu dan mama ku sudah menunggu dilobi,kalo di sini terus bisa-bisa aku ke bablasan nanti"ucapku
"ih...apaan sih dit mesum"ucap vani sambil memukul lenganku
"mangkanya ayo turun kebawah biar aku gak ke bablasan"ajak ku sambil menggandeng tangannya
sesampainya di lobby hotel mamaku langsung antusias menyambut kedatangan ku dan langsung memberikan pertanyaan
"gimana dit....kamu berhasilkah bawa mantu mama"tanya mama
"seperti yang mama lihat"aku memperlihatkan gengaman tanganku dan vani ke mama
"wah selamat ya sayang...."ucap mama
"jeng ratna kita jadi besana"ucapa mama kepada mamanya vani
__ADS_1
terima kasih telah mampir di novel karya ku buat pembaca tolong tinggalkan like dan comennya biar author tambah semangat nulisnya dan up🙏🙏🙏🙏🙏