
Mata Egi sama sekali tak berkedip melihat sosok bidadari di hadapan nya ,
"Hey ..hello ,Egii teriak Putri"
"Iya sayang jawab Egi yang kaget dan membuyarkan lamunan menatap Putri"
"Apa tanya Putri yang sudah memerah pipi nya"
"Eehhh ..eemm anu ,Egi menggaruk kepala nya bingung"
Karena mereka berdua sudah sama sama salah tingkah akhir nya Putri mengambil jalur tengah ,
"Ayo masuk dulu ,ajak Putri"
Egi pun mengikuti Putri dari belakang ,
"Selamat malam Tante sapa Egi melihat ibu nya Putri lalu memberi salam"
"Nak Egi ya ayo silah kan duduk dulu ,
"Mau minum apa ,panas atau dingin tawar ibu Putri"
"Oh sebelum nya terimakasih tante atas tawaran nya tapi saya mau ijin mengajak Putri keluar apakah boleh ,tanya Egi tegas"
"Tante mengijinin kalian keluar tapi dengan catatan jam 10 itu sudah paling malam kalian harus sudah sampai di rumah"
"Baik tante ,saja pasti kan sebelum jam 10 kami sudah kembali ,kalo begitu saya dan Putri permisi dulu ya tan,
"Gak mau minum dulu ni,
"Terimakasih tante ,lain kali saya pasti main lagi ke sini ,ucap Egi sopan dan berpamitan kepada ibu nya Putri"
"Umi ,Puput pergi dulu ya"
"Iya ..hati hati ya nak Egi dan Puput"
Egi pun segera membuka pintu mobil dan mempersilahkan Putri masuk ,lalu ia juga masuk dan mobil pun berjalan.
**
"Vin mau kemana kita ,tanya Vito yang masih memfokuskan menyetir"
"Lo yang ngajak gue mana gue tau mau kemana ,dari tadi muter muter gak jelas kayak gini ,Vino pun ngedumel"
"Santai bro santai jawab Vito tertawa kecil"
"Gue mau cari yang banyak cewek nya"
Vino hanya diam memperhatikan ke jalanan,
"Vit Vito kesitu aja yuk, Vino menepuk lengan Vito menunjukan ke sesuatu tempat"
Vito melihat ke arah yang di tunjuk Vino,
"Waaahh ..gila lo bener gila ,gue udah cakep cakep begini lo ngajakin ke situ ,Gantian Vito yang kesal"
"Emang ada yang salah dengan tempat ini ,Vino menjawab santai"
"Gak ada yang salah Vino, tapi lo liat donk itu tempat apa celetuk Vito kesal,
__ADS_1
"Haha muka lo lucu kalo lagi kesal jawab Vino tanpa dosa"
"Gue bercanda kali jangan serius gitu ,yaa kali gue udah tamvan begini main komedi putar haha Vino bergelak senang mengerjain kembaran nya itu"
"Kambing lo ,tapi sumpah gue seneng banget bisa ngeliat lo ngelawak gini di tambah bonus ngeliat lo ketawa bebas ngerjain gue ,Vito ikut tertawa"
"Apaan sih lo lebay , Vino kembali dingin"
"Yeeee ..baru juga di puji dah kambuh lagi jawab Vito dan melanjutkan perjalanan nya"
Vino pun memalingkan wajah nya ke jendela dan tersenyum tanpa sepengetahuan Vito,
Ia sangat senang membuat kembaran nya itu terlihat kesal dengan sikap nya.
**
Nichole sedang berada di sebuah kafe bersama teman teman nya
"Galau banget ya kalo gak punya pacar, apalagi pas malam minggu kayak gini ,ucap Nichole kepada teman nya"
"Iya nasib jones haha jawab Dety"
"Kita nikmatin aja Ni kan gak bosan bosan amat ada live musik juga"
"Oh iya ..lo sama Mus udah putus tanya Nichole"
"Udah lama kali ,kalo gue masih punya pacar mana mungkin gue mau nongkrong sama lo jawab Dety"
"Kalo lo sekarang gimana berhasil gak dapetin kak Vino ,Dety balik bertanya kepada Nichole"
Ia hanya mengangkat bahu nya sambil memain kan sedotan di gelas nya,
"Gue udah berjuang tapi hasil nya belum memuas kan ,Nichole menghela nafas"
"Iyaa sih ..kak Vino beda banget dengan cowok cowok yang lain seperti nya dia tak terlalu memikirkan soal cinta ,timpal Dety"
*
"Lo mau mesan apa Vin tanya Vito yang masih fokus melihat buku menu"
"Air tajin ada gak jawab Vino ngasal"
"Lama lama lo ya bikin gue naik darah ,Vito menatap tajam Vino"
"Gue pengen minum yang hanget ,pesenin gue yang hanget aja"
"Yaudah cappucino hanget aja ya sama makanan nya roti bakar selai coklat gimana, tanya Vito"
"Iya serah lo dah jawab Vino yang sudah merasa bosan"
Vito pun memanggil pelayan kafe dan memesan pesanan mereka,
"Jam berapa kita pulang, tanya Vino"
"Ya ampun Vin kita baru aja sampe udah nanya kapan pulang ,Vito menepuk kening nya kesal dengan Vino"
"Kan gue cuma nanya bukan berarti gue ngajak pulang ,balas Vino"
"Tau aahh gelap jawab Vito kesal"
__ADS_1
Sejak kedatangan mereka semua mata tertuju kepada Vino dan Vito ,
Tidak hanya para cewek cewek yang kagum ,
Begitu juga para cowok cowok yang ada di kafe,
Vino dan Vito menjadi pusat perhatian..
"Vin Vin liat noh cewek sebelah sana cakep cakep ,Vito memberi syarat melalui bibir nya"
Vino hanya melirik sekilas seperti nya ia kurang tertarik,
"Vin Vin senyum dia sama gue Vin"
"Apaan si lo ,jawab Vino"
"Kata nya lo normal tu ada cewek cantik tapi gak tertarik heran gue"
Vino tak merespon ucapan Vito,
"Vin Vin yang sebelah sana juga oke oke"
"Lo mah semua nya oke ,bagus terus jawab Vino mulai kesal"
"Haha ..gue kan pria sejati Vito mulai menyombongkan diri"
"Preeetttt.. Vino mencebikan bibir nya"
Sesekali Vino mengedarkan pandangan nya ke setiap sudut kafe ,ia melihat seseorang yang ia kenal
"Nichole ucap Vino pelan namun masih bisa di dengar Vito"
Mendengar Vino menyebut nama Nichole membuat ia tersedak dan batuk
"Uhuukk..uhukk ..batuk Vito"
"Napa lo tanya Vino yang memalingkan wajah ny ke Vito"
"Gak ...lo bilang apa tadi tanya Vito untuk memastikan pendengaran nya"
"Bukan apa apa jawab Vino jutek ,ia pun menyeruput cappucino hangat nya"
Diam diam Vito mulai mencari nama ke arah yang Vino sebut ,tapi ia tak menemukan nya,
"Ni bukan nya itu kak Vino ya ucap Dety"
Namun Nichole tak menghiraukan kan ucapan teman nya itu,
"Weeyy gue ngomong sama lo itu kak Vino tu kayak nya Dety tampak kesal"
"Gak mungkin lah kak Vino ke sini apalagi tempat rame kayak gini, lo kayak gak tau kak Vino aja kalo di kampus lebih suka ke perpustakaan atau menyendiri ,sahut Nichole"
Dety sudah sangat geram dengan Nichole ia mencengkram pipi Nichole dan dengan paksaan agar melihat arah yang ia tuju,
Setelah melihat nya Nichole pun melongo kebingungan
"Bener kan itu kak Vino ,tanya Dety lagi"
Nichole yang masih melongo hanya menjawab dengan anggukan,
__ADS_1
Namun lagi dan lagi yang mereka lihat itu adalah Vito yang duduk nya berhadapan dengan Vino ,sementara dari jauh Nichole dan Dety hanya bisa melihat punggung Vino.