Panduan Menulis Novel (NovelToon Official)

Panduan Menulis Novel (NovelToon Official)
3.5 Katanya Kamu Sering Membuang Tokohmu?


__ADS_3

Bagi kebanyakan penulis, cara membuat sebua tokoh adalah hal yang sangat sulit. Mengenai cara menggambarkan tokoh, sebenarnya yang cocok untuk diri sendiri barulah yang terbaik!


Dalam kelompok penulis, tentu saja ada bakat yang mahir, dan juga ada pendatang baru yang tidak takut apapun.


Akan ada perbedaan besar dalam mengatasi tema dan penggambaran tokoh untuk golongan umur yang berbeda. Jika baru mulai menulis, belum terlalu mendalam, bisa tulis tema immortal(xianxia) atau fantasi, karena pada golongan umur ini, kamu belum mahir menulis hubungan sosial antar tokoh, walaupun sudah menggambarkan tokoh juga belum tentu bagus.


Sedangkan bagi penulis yang kaya akan pengalaman sosial, maka disarankan menulis tema pengamatan, urban, asmara, dan hubungan sosial antar sesama.


Dirumuskan dulu, kemudian dihidupkan.


Dalam peggambaran tokoh, tokoh yang hidup barulah dapat memberikan kesan mendalam. Masalahnya adalah, tidak sedikit penulis menyatakan bahwa sulit jika ingin menggambarkan sebuah tokoh yang nyata. Sebenarnya, saat awal kamu masih belum bisa membuat tokoh yang nyata, kamu bisa mencoba untuk merumuskannya dulu. Buat tokoh-tokoh yang dirumuskan ini mewakili dirimu untuk melakukan kontak dengan pembaca, berikan dulu kesempatan pada pembaca, berkontak dengan pribadimu. Setelah itu, perlu dilihat dari caramu memperbaiki tokoh yang dirumuskan ini untuk mempertahankan pembaca.

__ADS_1


Pertahankan dulu pembaca, kemudian dalam peroses menulis, tambahkan sedikit demi sedikit untuk membuat tokh tersebut terasa hidup.


Berikut beberapa contoh yang lebih mudah dimengerti. Contohkan saja One Piece, ada 2 tokoh yang paling menonjol di dalamnya, selain Luffy, masih ada 1 orang yaitu Zoro, kenapa? Karena selain dia tenang, semangat... juga buta arah, semua orang akan mudah mengingatnya, tokoh ini sangatlah spesial. Contoh lagi: Rajesh Koothrappali di dalam drama barat The BigBang, dia punya ciri khas utama yaitu keterhambatan berhubungan dengan lawan jenis. Dan lagi tokoh utama wanita di dalam drakor yang bermuka tebal dan banyak ide aneh, tokoh harus punya ciri khusus. Selain itu juga harus ditemani 2 tokoh lain, atau bahkan 3- 4 tokoh yang berciri khas, dengan ini baru bisa mempertahankan cerita.


Image para tokoh penting, tapi cerita lebih penting...


Di atas sudah disampaikan bahwa harus ada beberapa tokoh yang berciri khas baru bisa mempertahankan cerita. Ada sebuah kalimat yang sednag trend saat ini, image para tokoh di karya ini dibuat dengan bagus, lalu apa yang disebut image para tokoh? Artinya adalah para tokoh figuranmu juga harus punya ciri khas, dengan begini baru bisa diingat orang, setiap tokoh harus punya ciri khas tersendiri agar bisa menonjol. Diingatkan sekali lagi di sini untuk belajar mengurus hubungan antar image para tokoh dan alur cerita.


Image para tokoh bagus dan punya ciri khas tentu saja baik, tapi jika plot tidak mencukupi dimainkan banyak tokoh, apa yang harus dilakukan? Lalu untuk kondisi ini bisa mengabaikan para image para tokoh, dan hanya menonjolkan bagian cerita protagonis dan antagonis. Misalnya saat membuat tokoh protagonis pria, hanya perlu menonjolkan bagian protagonis pria dan wanita, yang lain cukup dirumuskan saja.


Dalam kondisi ini, sebaiknya hilangkan image para tokoh. Selain itu, yang patut diperhatikan adalah jika tokoh kecil dalam ceritamu terlalu menonjol, maka mungkin akan menurunkan titik fokus pada tokoh penting. Pembagian dan pengaturan adalah bagian yang perlu dipikirkan dengan baik.

__ADS_1


Jangan membuang tokoh apapun dengan mudah


Banyak penulis yang akan membuang sebagian figuran seiring menulis. Sebenarnya, setiap figuran ditulis dengan matang, muncul satu firguran setelah menulis puluhan ribu kata, apa mungkin kamu membuatnya mati begitu saja? Harus membuat setiap figuran mati dengan jelas, jangan sembarangan.


Jika menurutmu untuk sementara belum giliran figuran ini muncul, kamu bisa membagi ceritanya ke ujung, jangan buat dia mati dengan mudah, dan dimunculkan lagi saat diperlukan.


Bagaimana cara memunculkan kembali? Jika tokoh ini sudah mati, maka aku akan membuatnya seperti kecoa yang susah dibunuh, dia masih punya banyak keluarga, aku akan memunculkannya kembali dari keluarganya itu. Jika memang harus mati, apa kamu bisa mempertimbangkan untuk memberi sedikit ending untukku, dan masih bisa ditolong. Saat menonton film (Marvel), setiap kali pasti dia akan memberimu sebuah ending: Aku pasti akan kembali.


 


 

__ADS_1


❀❀❀


BERSAMBUNG


__ADS_2