Para Pemburu

Para Pemburu
Monster bersayap


__ADS_3

"Ha ... Ha ... Ha ...?"


Kamu tidak beruntung berhadapan denganku. Mangsaku sialan.


"Jangan pernah berfikir bahwa kamu ini bisa lepas dari slimku ini.Aku berbeda dengan pemburu yang lainnya." Ucap komba.


"Benarkah begitu ...? Kamu hanya beruntung, aku tidak di berkahi keberkahan seperti yang lain." Namun dengan Ramuan dokter z ini, kupastikan kamu tidak akan selamat. Ucap dzart.


"Sial," dia menjadi monster api, slimeku leleh begini. Ucap komba.


"Ha ... Ha ... Ha ...?" rasakan itu pemburu sialan. aku tidak akan mengampunimu. Ucap dzart.


"Tertawalah sepuasmu, tapi ini akan menjadi akhir dari perjalananmu berkeliaran di daerah terlarang ini." ucap komba.


"kamu terlalu omong besar pemburu yang tidak tau diri." ucap dzart.


"bos kamu terlalu mempercayaimu, telah membawa barang curian yang banyak ini bersamamu." Namun ketahuilah, ini akhir dari perjalananmu dan aku akan mendapatkan imbalan yang banyak, untuk sekian kalinya. Ucap komba.


"jangan banyak bicara, terimalah ini bola api dariku. Pergilah kau keneraka." ha ... Ha ... Ha ...?


Dan boom ... Boom api itu pun meledek terkena benturan serangan dari Komba. Dan menimbulkan asap yang banyak.


"Apakah ini, seranganku gagal,!" ucap dzart.


"inilah kenapa para pemburu yang lain iri padaku." aku di berkahi kekuatan yang lebih dari satu. Tanpa ramuan apa pun. Kamu telah memaksaku untuk menggunakan keberkahan ku yang ke dua. Ucap komba.


"aku akan memadamkan apimu." sambung Komba.


Awh ... Lepaskan aku pemburu rendahan. Ucap dzart.


Ha ... Ha ... Ha ...?" malam ini akan menjadi malam yang bertabur uang. Ucap komba.


"Halo bos, aku telah menangkap tawanan yang sangat berharga dari anak buah boroz. Yang di belakangi oleh dokter z. Ucap komba kepada bos asosiasi pemburu.


"bagus, seperti kesepakatan kita" bawa semua barang curiannya dan kamu akan aku beri 20 juta atas kerja kerasmu. Ucap bos asosiasi pemburu.


"hari ini sangat menyenangkan buatku." ucap komba.


Chade pun lewat di depan Komba dengan hati yang agak bingung.


"Hei chade," ada apa denganmu. kenapa wajah kamu pucat begitu.Ucap komba.


"Diamlah komba, kamu sangat menyebalkan." buruanku kali ini sangat hebat.


"Dia bisa tembus dari ikatan, yang sudah aku ikat tangannya." ucap chade.


"Hemhh ...? Aku memakluminya. Namun kamu berhak iri padaku. Aku telah menyelesaikan buruan termahal lagi. Ucap komba.


"berapa bayaranmu ...?" ucap chade.


"bayaranku 20 juta." ucap komba.


"wah,rumayan juga ternyata. Ucap chade.


"Kenapa kamu bilang rumayan,chade ...?" ucap komba.


"Karna perburuanku ini seharga 200 juta." ucap chade.


"waw ...? Apakah kamu bercanda ...?" ucap komba.

__ADS_1


"tentu aku tidak bercanda sama sekali." aku bahkan sering menerima perburuan yang 100 juta. Ucap chade.


"Lalu bagaimana tentang dendanya ...?" Ucap komba.


"Tidak ada denda atas buruanku." karna bos telah percaya padaku atas kekuatan yang kumiliki. Ucap chade.


"kamu sangat percaya diri sekali chade." aku kagum padamu. Ucap komba.


"lantas Kemana buruanmu,?" ucap chade.


"Buruanku suda di jemput oleh holy kopter." ucap komba.


"berarti kamu sangat berhasil hari ini ya Komba ...?" ucap chade.


"ya, benar sekali, tenang saja aku akan mentlaktir makan-makanan yang kamu suka." hari ini. Ucap komba.


"baiklah,!" ayo kita pergi, ucap chade.


Waktu pun telah berlalu, dan menunjukan jam 19.00 malam.para pemburu pun kembali ke persembunyiannya masing-masing.Tanpa rasa hati yang puas, banyak para pemburu mengalami ke gagalan.


para pemburu pun ada yang berteriak dan ada yang menendang kursi di sebelahnya. Memukul-mukul tembok.


(di sisi lain)


Anggara dari negara Embun . telah menonton tv di acaranya. Terlihat banyak sekali pertempuran di mana-mana. Anggara melihat Negara sayap. Telah mangalami krisis yang sangat dalam atas kegagalannya mengendalikan para ilmuan yang berlebihan, sehingga negara sayap mengalami penggempuran dari berbagai pemerintah dunia (20 negara).


"Negara Embun ini adalah Negara terkuat. Tidak mungkin 1 Negara bisa menghadapi 20 negara sendirian." Terkecuali mereka menyadari bahwa banyak organisasi para pemburu yang siap melawan. Ucap Anggara.


Tok ... Tok ...Tok ...(suara ketukan pintu dari luar.


"Masuk," ucap Anggara.


"Halo Anggara ...? Kamu sedang apa ...?" Ucap Anton.


"Apakah ada kabar menarik hari ini ...?" ucap Anton.


"Ada satu negara yang menghadapi banyak masalah.Namun di dalam negara itu ada para kelompok yang sangat spesial menurutku." Ucap anggara.


"oh ...!" aku sudah melihat berita itu. Lantas bagaimana, apakah kamu tertarik bergabung dengan kelompok pemburu bayaran ...?"


Ucap Anton.


"Jangan sembarangan kamu Anton. Negara kita adalah salah satu yang menentang para ilmuan di sana." ucap Anggara.


"Lalu, memang kenapa, negara kita menentang para ilmuan di sana ...?" ucap Anton.


"Negara sayap telah mengembangkan senjata yang tidak masuk akal,Yaitu monster." namun pemerintah dunia telah mengetahui hal itu. Maka pemerintah dunia saling bekerja sama untuk menghancurkan perkembangan spesies monster itu.ucap anggara.


"oh,sekarang aku faham kenapa negara kita sangat sibuk hari-hari ini. Ucap Anton.


"besok adalah hari pertamaku masuk di tentara militer. Pemerintah telah mengendus perkembangbiakan monster, maka besok adalah hari pertamaku ikut dalam militer," dan langsung menginfasi sebuah negara yang di sana masih mempertahankan perkembang biakan hal-hal gila lainnya. Ucap Anggara.


"Tapi jalanku berbeda Anggara, aku akan masuk di tentara kusus untuk mencari harta. Ha ... Ha ... Ha ....?" suara Anton yang tertawa.


"hei Anton,itu semua tidak lucu. Aku tau yang kamu masuki adalah tentara bayaran. Ucap Anggara.


"Tidak masalah, yang terpenting aku sebentar lagi akan kaya.ha ... Ha ... Ha ...?" Anton pun Tertertawa.


"Dasar gila, Nih makan Roti tawar." Ucap Anggara.

__ADS_1


"kebetulan sekali, kantongku lagi kosong." ucap Anton.


"apakah kamu semiskin itu ...?" ucap Anggara.


"ha ... Ha ... Ha...?" tenang saja, aku sebentar lagi akan banyak uang. Ucap Anton.


"terserah kamu saja." ucap Anggara.


"hei, Anggara!" kamu mau pergi kemana ...?" ucap Anton.


"Kamu tidak perlu tau sialan."ucap Anggara.


"hei, Anggara. Kenapa kamu tiba-tiba marah ...?" ucap Anton yang meraih pundak Anggara.


"ayo anton, kutlaktir kau makan di luar." aku tau kamu lapar. Ucap Anggara.


"kamu memang teman yang baik Anggara." Ucap Anton.


"maka dari itu jangan berlagak kamu banyak uang." ucap Anggara.


"Baikah-baiklah ...?" aku meminta maaf atas kesombonganku. Ha ... Ha ... Ha? Suara Anton yang tertawa.


Mereka pun keluar rumah dan mencari makanan.


namun ketika mereka sedang di jalan, mereka melihat sesosok yang terbang.


"hei Anggara, lihat itu. Ucap Anton.


"oh ...!" iya. itu adalah monster bersayap. Ucap Anggara.


"kemana Dia pergi ...?" ucap Anton.


"Aku tau,!" mereka menuju ke Nagara sayap. Ucap Anggara.


"wah lihat itu ... Banyak sekali monster yang terbang." Ucap Anton.


"hei Anton, jangan lihat matanya. Nanti dia akan berhenti." ucap Anggara.


"oh tidak, mereka melihat kita." sambung Anggara.


"oh tidak, warung mie kesukaanku ...?" ucap Anton yang meratap sambil membungkuk melihat semburan api yang di lancarkan monster naga.


"hei Anton, selamatkan para warga sekitar, dan pedagang makanan." Ucap Anggara.


Namun Anton pun masih meratap dan meronta-ronta.


"hei, anton, cepat bangun." ucap Anggara.


Namun Anton pun masih berguling-guling.


"hei, anak magang,!" cepat selamatkan para warga, ucap tentara militer yang sudah tua.


"Siap, kakek. Ucap Anggara.


Kakek tentara itu pun dan tentara yang lain pun menembaki para monster yang terbang. Dan merudalnya. Monster itu pun banyak yang jatuh.


Anton pun berdiri mengambil pistolnya. Dan menembaki monster itu.


"terimalah ini monster sialan. Peluru ini tidak akan habis. Karna ini bukan peluru tapi leser."

__ADS_1


"Ha ... Ha .... Ha?" ternyata aku mulai gila lagi. Ucap Anton.


Bersambung ...


__ADS_2