
"hei Anton, kemana Antoni Yuga ...?" ucap Anggara.
"adikku itu bersama dengan erlangga." ucap Anton.
"kenapa kamu membiarkannya pergi dari negeri yang aman ini ...?" ucap Anggara.
"Apakah kamu tidak tau ...?" bahwa Antoni Yuga terinspirasi dengan erlangga sepupumu itu. Ucap Anton.
"Namun pada dasarnya Erlangga sudah berpindah ke warganegaraan ikut ibunya." Setelah ayahnya atau pamanku memilih untuk pindah dari negeri embun ini. Ucap Anggara.
"Jika terjadi pertempuran antar negara berlangsung. Mana yang kamu pilih ...?" melindungi keluargamu atau negaramu ...? Ucap Anton.
"Aku akan memilih ke dua-duanya.Aku akan menyelamatkan saudaraku Erlangga dan aku akan melindungi negeriku." ucap Anggara.
"Aku suka jawabanmu Anggara,aku terkesan mendengar jawaban darimu." ucap Anton.
"anak itu aku dengar sudah menjadi pemburu bayaran di negeri sayap." ucap anton.
"Namun apakah kamu tega jika kamu berkelahi dengan adikmu sendiri ...?" ucap Anggara.
"Antoni Yuga lebih hebat dariku. Meski aku kakaknya aku sempat di kalahkan dalam hal menembak." ucap Anton.
"Aku sangat terkesan, mendengar kejujuran darimu. Pantas saja Antoni Yuga dengan mudah di terima di organisasi para pemburu." ucap Anggara.
"Namun,dalam berkelahi, jangan di tanya lagi."
Ucap Anton.
"Maksutmu bagaimana ...? Jangan di tanya lagi itu maksut kamu bagaimana ...?" ucap Anggara.
"Aku pun kalah juga." ucap Anton.
"aku kira kamu mengalahkan adikmu, eh .... Ternyata beban juga kamu ya ...?" ucap Anggara.
"maka dari itu aku tidak perlu hawatir tentang adik sialan itu. Sungguh dia sangat lebih berbakat dariku." ucap Anton.
"Baiklah, sesuai janjiku. Kamu akan aku belikan nasi dan lauk domba yang besar untukmu." ucap Anggara.
"kamu sangat baik Anggara." Ucap Anton.
"Tapi tunggu sebentar, aku akan mengambil uang dulu." Ucap Anggara.
"Kemana itu ...?" ucap Anton.
"Diam dulu,ucap Anggara.
"Hei kakek ...?" seperti biasa. Misinya sudah selesai dan berjalan dengan lancar. Maka berikan uangnya untuk cucumu ini. Ucap Anggara kepada kakek tentara tua.
"inilah anak magang, ...?" ucap kakek tua yang sambil mengeluarkan koper yang berisi uang.
"waw..." Luar biasa, aku juga pengen punya kakek sekaya itu. Ucap Anton.
"Bukan kakek yang kaya. Namun hati kakek yang kaya, telah mempromosikanku ke tentara bayaran, jika misiku berjalan mulus dan tanpa hambatan aku sebagai anak magang akan di beri imbalan uang luar biasa." ucap Anggara.
"waw ...!" mengesankan, aku suka itu.Ucap Anton.
"Baiklah, aku akan mentlaktirmu makan enak malam ini." Ucap anggara.
"wah ...?" baiklah ...? Aku tidak menyangka akan makan enak malam ini. Ucap Anton.
Anggara dan Anton pun pergi membawa makanan ke kedai yang sebelah timur.
__ADS_1
(cerita beralih)
"Bagus, monster bersayap ciptaanku telah mulai menginfasi sebuah negara sialan yang menyombongkan diri atas tawaranku dan menolakku begitu saja." Ucap dokter Yon.
"hei dokter, monster bersayap ciptaanmu telah lenyap secara mudah." Ucap oboro.
"bagaimana mungkin, monster ciptaanku yang sangat berharga bisa di kalahkan secara singkat ini."ucap Dokter Yon.
"benar,dokter. Monster bersayap telah di kalahkan oleh pemburu bayaran yang sepertinya ahli dalam menggunakan pedang." ucap oboro.
"Tapi tenang saja, aku akan mengerahkan monster yang lain untuk menyerang setiap negara. Ha ... Ha ... Ha ...?" suara dokter Yon yang tertawa.
"bagaimana menurutmu dokter z ...?" ucap oboro.
"Dokter z itu tidak mau aku ajak kerja sama. Padahal keilmuannya sungguh luar biasa." namun aku tidak akan kalah darinya. Ucap dokter Yon.
"Esok hari akan datang, aku akan memberi kejutan terhadap para pemburu." aku akan tertawa melihat mereka menderita. ucap dokter Yon.
"Namun, tunggu dulu tuan. Para pemburu peringkat v akan segera kembali ke negeri sayap." ucap oboro.
"Siapa mereka ...?" ucap dokter Yon.
"mereka adalah pemburu yang menggunakan kacamata orens." Ucap oboro.
"apakah mereka sehebat itu ...?" ucap dokter Yon.
"ya, dokter, mereka ahli mengunakan pistol dan leser. Namun yang perlu di waspadai adalah Ren otomi." Ucap oboro.
"apakah dia hebat ...?" ucap dokter Yon.
"tentu dia sangat luar biasa hebat, dia tidak pernah gagal satu kali pun dalam menjalankan misinya." ucap oboro.
"Tenang saja, aku sudah menyiapkan kejutan untuk menghadapi mereka." ucap dokter Yon.
"kamu tidak perlu hawatir itu. Tentara militer dan tentara bayaran tidak akan sanggup melawan kita." ucap dokter Yon.
"baiklah dokter, aku kesini untuk memberikan Sempel darah monster yang telah kabur 3 tahun yang lalu." ucap oboro.
"Luar biasa, kamu tangan kananku yang bisa di andalkan. aku sungguh bangga padamu Oboro."Tenang saja, aku akan memberimu hadiah yang istimewa. Ucap dokter Yon.
"terimakasih dokter Yon, aku sangat senang menerima hadiahmu ini." Ucap oboro.
"tidak perlu sungkan padaku." ucap dokter Yon.
(cerita berpindah)
Hari pun telah berlalu, malam pun telah berganti pagi, udara pagi yang sejuk Ezra pun sangat sibuk berlatih.
Ezra pun merasakan hawa keberadaan bahaya yang luar biasa.
Ezra pun menyiapkan semua senjatanya.
monster yang bertubuh besar pun menerjang kota, sehingga gedung-gedung di kota pun banyak yang hancur. tentara militer dan tentara bayaran pun di kerahkan untuk membinasakan monster itu.
namun tidak berselang lama, monster itu menyadari keberadaan para tentara yang ingin menembakinya.
Monster itu pun mengambil satu mobil dan di lemparkannya ke arah para tentara.
monster itu pun tidak cukup satu mobil. Namun monster itu melemparkan setiap mobil yang di lihatnya secara brutal kearah para tentara.
Disisi lain Ezra pun bersiap-siap untuk menyerang monster itu. Dan berlari cepat menuju monster itu.
__ADS_1
"Sungguh luar biasa monster itu, dia sangat besar sekali." Ucap Ezra yang berlari.
"apakah kamu kesulitan hari ini Ezra ...?" ucap Wika.
"hei Wika, kemana saja kamu ...?" ucap Ezra.
"Seperti biasa, aku pemburu sayap tengah di beri misi yang konyol seperti ini."ucap Wika.
"hei Wika, lantas bagaimana imbalan untuk monster yang sebesar itu ...?" berapa harga yang akan di bayar ke pada kita ...? ucap Ezra.
1milyar. Ucap Wika.
"Sangat masuk akal, jika monster ini seharga 1milyar." Ucap Ezra.
"Baiklah,kini saatnya giliranku menyerang monster itu." Ucap Wika.
Wika pun mengeluarkan jaringan laba-labanya dan menangkap monster itu.
"ah, jaring laba-labaku di hancurkan dengan mudah." Ucap Wika.
"Jangan buru-buru Wika. Tunggu tarian pedangku." Ucap Ezra.
"Tarian pedang sayap kanan." aktiflah ...?ucap Ezra.
Pedang Ezra pun berubah menjadi orens.
Dan Ezra pun menyerang monster itu dengan cepat.
Ezra pun terlempar jauh atas pukulan monster yang sangat besar itu.
(Disisi lain)
"Hei Devon. Kali ini bayarannya 2 milyar." namun kita akan bertaruh dengan nyawa kita ucap Osaka.
"waw, buruan kali ini mahal sekali," ucap Devon.
Lihat disana Devon, itu buruan kita kali ini. Ucap Osaka.
"owh,tidak,!" semua ini tidak masuk akal.
"sunggu gila, monster itu sungguh besar sekali."
Dengan cepat Osaka pun mengeluarkan kekuatannya dan mengincar kelemahan monster itu.
wusss ...(suara angin Osaka)
"hei siapa dia." Ucap Wika.
"Aku pun tidak tahu tentang dia." ucap Ezra.
"Terima seranganku ini monster." Ucap Osaka.
Osaka pun menebas monster itu, dan monster itu pun tumbang seketika.
"wahh ...?" dia sungguh hebat sekali. Ucap Wika.
(disisi lain)
"Hallo yantaro," siapa orang itu yang mengeksekusi monster itu dengan mudahnya .ucap zek yang berbicara melalui sambungan televon.
Ajak gabung dia bagaimanpun caranya, berapa pun bayarannya. Ucap zek. Kepada yantaro
__ADS_1
Bersambung ....