
"hei Devon,aku mendapat pekerjaan Baru. dengan buruan seharga 500 juta." Ucap Osaka.
"waw,hebat sekali.Lantas siapa kali ini seseorang yang menyewa kamu di tengah malam seperti ini ....?" ucap Devon.
"Kali ini adalah Negara sebelah, yaitu negara Embun." ucap Osaka.
"wah,bukankah negara Embun itu negara kuat ...?" dan negara ini bukankah termasuk dari 20 negara yang menginvasi negri ini ...?" ucap Devon.
"Aku tidak peduli itu, ketika mereka tidak mengganggu di desaku ini, aku biarkan mereka. Namun jika mereka sudah menggangu desa tempat tinggalku. Maka aku akan meluluh lantahkan negeri embun. Walaupun aku harus berhadapan dengan 20 negara sekalipun." ucap Osaka.
"Kamu sangat istimewa Osaka." ucap Devon.
"Hei, ucap devon!" apakah kamu tidak ikut aku ...?" ucap osaka .
"Bukankah negeri embun itu sangat jauh ...?" ucap Devon.
"apa kamu lupa, tempat tinggalku ini di sebelah timur berbatasan dengan negeri embun ...?'' ucap Osaka.
"oh ya, aku lupa itu.ucap Devon.
"Baiklah, aku akan berlari untuk menuju kesana, kamu pakailah ini Devon. sayap canggih robot, yang kudapat dari pasienku kemarin. Mereka memberikanku geratis." ucap Osaka.
"bagaiman caranya menggunakan benda seperti ini ...?" ucap Devon.
"cara memakainya sangat gampang, kamu pasang aja tali ini ke pinggangmu dan masukkan ke dua tanganmu ini. Dan alat ini adalah kontrol untuk terbang tinggi dan berlari cepat." ucap Osaka.
"baiklah, ini hampir seperti milik ayahku. Kurasa aku mulai terbiasa.ucap Devon.
Lalu devon pun mengaktifkan alat robot sayap itu. Namun Devon pun melesat ke barat Dan terbang.
"ah ....? Tidak ....?" Osaka ...? Tolong aku ...? ucap Devon.
"Osaka pun berlari sangat cepat dan berteriak. Stabilkan dengan tombol biru ...?" ucap Osaka yang berteriak.
Lalu devon pun memegang tombol biru. Dan akhirnya sayap yang di pegang Devon pun setabil.
"ah, akhirnya aku hampir saja pusing dan rasanya mau pingsan saja, dengan alat ini." Ucap Devon.
"Tetap tenang Devon, dan tetap maju, ucap Osaka."
"Kita sampai di negeri embun berapa menit osaka ...?" ucap Devon.
"Satu jam." ucap Osaka.
"oh, tidak. Pekerjaan macam apa ini ...?" lama sekali. Ucap Devon.
"Aku akan menambah kecepatan, jadi kamu harus bisa mengikuti kecepatanku." ucap Osaka.
Osaka pun berlari dengan cepat,Osaka pun mulai menggunakan kacamata hitam kotaknya yang berbentuk seperti kacamata renang. Agar angin tidak menghalangi pandangannya.
"hei, Osaka, tunggu aku ...?" ucap Devon.
__ADS_1
Osaka pun terus berlari dengan cepat.
"sungguh gila, dia seperti pesawat saja, lari macam apa itu,!" ucap Devon.
(disisi lain)
"Ha ...ha ... Ha ....?" ini tidak masuk akal, Negara yang katanya kuat, tidak ada petarung atau militer tangguh dan cepat yang datang kesini. Ucap Anton.
"hei,Anton,!" kamu jangan mengoceh saja, lebih baik kita selesaikan menster bersayap ini, ucap Anggara.
"aku mengerti itu Anggara, tapi aku sangat lapar."Ucap Devon.
"tenang saja, setelah kita menghabisi monster ini, aku akan membelikan nasi diatasnya daging domba kesukaanmu." ucap Anggara.
"baiklah, aku akan menagihmu bos besar ...?" ha ... Ha ... Ha ...? Aku semakin bersemangat ucap Devon.
Devon pun berubah sikapnya 90 derajat. Dengan cepatnya Devon meloncat-loncat mengarahkan leser ke arah monster-monster bersayap itu.
"oh,tidak. para monster itu bergabung satu dengan yang lainnya." ucap Devon.
"Akhirnya, para tentara kelas bawah pun datang juga." ucap Anggara.
"hei,kenapa tentara kelas bawah yang datang membantu kita ...?" ucap Anton.
"karna tentara kelas elit, sedang di beri misi ke luar negri untuk membereskan para monster yang lain." Namun tentara kusus yang belum di keluarkan di negara ini. Ucap Anggara.
"kenapa tidak di keluarkan Anggara ...?" apakah menunggu desa ini hancur ...?" ucap Anton.
"aku tidak mengerti tentang itu. Namun itu adalah keputusan pemerintah negeri ini." ucap Anggara.
"oh,tidak,!" tentara macam apa mereka. sekali serang mereka tewas. ucap Anton.
"hei Anton, cepat pergi, itu adalah semburan naga yang paling gila yang pernah aku lihat dalam hidupku." ucap Anggara.
Namun dengan cepat Osaka pun membelah naga itu dengan 2 pedangnya,
"waw, siapakah dia ...?" kita selamat, Anggara." ucap Anton.
"benar, siapa dia ...?" Rambutnya sangat hitam dan panjang, kostumnya seperti pendekar pedang yang sangat hebat dan kuat. Ucap Anggara.
"Lihatlah, pedang itu Anggara. Pedangnya seperti bernyawa, terlihat api putih yang menyelimuti pedangnya. Ucap Anton.
"seperti biasa, kamu sangat cepat, Osaka." aku terkesan dan terkagum olehmu. Ucap devon.
"hei Devon, cepat bereskan monster yang menuju neggei bersayap. Gunakan senjata leser yang ada di sayap robot itu." ucap Osaka.
"baiklah Osaka,!" aku akan menghabisi monster itu. ucap Devon.
Lalu devon pun menyentuh tombol merah yang berada di robot bersayap itu, dan keluarlah senjata leser.
namun leser itu menimbulkan gaya dorongan yang luar biasa, sehingga Devon pun terdorong kebelakang sangat jauh.
__ADS_1
"ah ......" alat macam apa ini ...?" ucap Devon yang terpental kebelakang.
"luar biasa, leser itu lebih mengerikan dari milikku. Leser itu memusnahkan semua monster bersayap yang terbang kebarat." ucap Anton.
"Baiklah, monster itu yang terahir, pedang api pembelah batu, tolonglah." ucap Osaka.
monster bersayap itu pun lenyap seketika.
"ayo, kita pulang Devon, aku akan membagi imbalanku padamu. 250 juta untukmu. Ucap Osaka.
Osaka pun berlari sangat kencang. Dan meninggalkan pertempuran.
"hei,tuan" tunggu sebentar,siapa namamu ...?" ucap Anton yang berteriak.
"tenanglah,lihatlah gambar di penggungnya.dia adalah pemburu bayaran." ucap anggara.
"kenapa kamu bisa tahu ...?" kalau dia adalah pemburu bayaran ...? Ucap Anton.
"karna aku sering melihat Pemburu bayaran tunggal seperti dia." ucap Anggara.
Di perjalanan pun Osaka menelevon.
"hei,tuan,!" pekerjaanku sudah selesai, aku menunggu bayaran darimu.ucap Osaka .
"bagus, lihat di atas, aku akan menjatuhkan koper dari holikopter." ucap suara orang yang di televon.
Tak lama kemudian, koper pun jatuh dari atas.
Osaka pun menangkapnya.
dan melihat isi dalam kopernya.
"Luar biasa, uang ini sangat banyak. " ayo kita bawa uang ini. Ucap Osaka.
"baiklah Devon , koper yang berisi yang telah uang telah saya terima." saatnya kita bergegas pulang dan tambah kecepakatan kita." Ucap Osaka.
"baiklah,Osaka. Aku akan menambah kecepatan. Ucap Devon."
Osaka dan devon pun menambah kecepatannya dan melesat sangat cepat.
waktu pun telah berlalu dan Osaka pun sampai kerumahnya.
Osaka pun mulai menghitung hasil kerja kerasnya.
Devon pun sambil berbaring melihat uang yang di hitung oleh Osaka.
Lalu Osaka pun memberikan uang 250 juta kepada Devon.
"hei Devon, ini uang yang aku janjikan padamu, terimalah." ucap Osaka.
"wah," banyak sekali Osaka. ucap Devon.
__ADS_1
"ya, benar sekali. itu adalah kerja kerasmu malam ini. Ucap Osaka.
Bersambung.