Peliknya Cinta

Peliknya Cinta
P C bab 3


__ADS_3

Tak ada satu katapun keluar dari mulut Aldo sampai akhirnya Renata memulai dengan pertanyaan nya


"mas sebenarnya apa yg telah terjadi selama ini?"


Aldo mengangkat kepalanya lalu dia memandang lekat wajah Renata "Ren aku minta maaf aku benar-benar menyesal telah menyakitimu" ucap Aldo


"memangnya apa yg sudah terjadi mas" tanya Renata kembali


"aku bertemu kembali dengan Vania Ren" jawab Aldo


"Vania cinta pertamamu mas?"


"iya" Aldo menjawab


"terus apa yg telah kau lakukan dengannya?”


Aldo pun menceritakan apa yg telah terjadi antara dirinya dan Vania


***


flashback


POV Aldo


Senin pagi Aldo sudah bersiap untuk berangkat kerja


saat Aldo akan menghidupkan mesin motor nya tiba-tiba hp nya berdering, Aldo pun segera merogoh kantong kecil tempat ia menyimpan hp miliknya

__ADS_1


dilihatnya no baru yg tak ia kenali saat dia mengangkatnya terdengar suara seorang wanita yg tak asing baginya suara yg masih mampu membuat jantungnya berdebar kencang meski sudah hampir 8 THN lamanya suara yg masih sangat ia rindukan meski kini dia memiliki Renata disisinya


Vania "halo mas Aldo"


Aldo ”i-ia Van ada apa''


Aldo terdengar sedikit gelagapan saat menjawab sapaan dari Vania membuat wanita di sebrang sana terkekeh mendengarnya tawa kecil pun terdengar semakin membuat Aldo merindukan wanita yg tak bisa ia miliki


Vania " mas aku ingin bertemu denganmu apa kamu bisa meluangkan waktumu?"tanya Vania


tanpa berpikir panjang Aldo mengiyakan ajak Vania, Vania pun mengirimkan alamat dimana mereka bisa bertemu.


bak anak remaja yg di mabuk asmara


Aldo rela tak masuk kerja hanya untuk bertemu dengan Vania, saat Aldo sudah masuk kerja pun Aldo membuat alasan agar ia bisa pulang awal untuk bertemu dengan Vania.


hari berganti Minggu hubungan Aldo dan Vania semakin tak terkendali lagi mungkin karena cinta Aldo yg besar terhadap Vania atau karena Aldo terlalu bodoh karena cintanya


dan yg sebenarnya Aldo pergi bersama Vania dan menghabiskan malam dengannya


***


flashback of


dan semua itu ia ceritakan pada Renata.


"stop" Renata menghentikan Aldo untuk melanjutkan ceritanya, air mata tak henti mengalir di pipi Renata membuat Aldo semakin merasa bersalah di buatnya

__ADS_1


''maaf maaf maaf" hanya kalimat itu yg keluar dari mulut Aldo


Renata berdiri dan berjalan masuk menuju kamar Kanaya saat Aldo akan mengikutinya Renata menghentikannya


"sudahlah Al jangan mengikuti ku, aku hanya ingin sendiri" Renata berjalan gontai menuju kamar lalu ia mengunci dirinya di sana


Renata mendudukkan tubuhnya di atas kasur air mata masih mengalir di pipinya dan kenangan masa lalu kembali di pikirannya,


ketika semua orang mendambakan pernikahan begitu pula dengan Renata.


Renata tak pernah menyangka kalau dirinya akan menikah dengan seseorang yg tak ia kenali meski masa kecil dulu Renata dan Aldo adalah teman sepermainan.


namun setelah dewasa mereka tak pernah bertemu di karenakan Aldo dan keluarganya pindah ke kota karena perusahaan ayah Aldo memang berada di kota.


suatu hari Aldo dan keluarga pulang kampung.


Di karenakan Renata dan Aldo satu kampung dan terlebih ayah dan ibu Renata adalah sahabat orang tua Aldo maka dari itu orang tua Aldo berkunjung ke rumah Renata dan mereka berdua melihat Renata yg sudah tumbuh menjadi gadis cantik baik sopan dan juga rajin.


ketika itu Renata baru selesai dengan sekolah nya Renata baru akan berencana untuk melanjutkan pendidikannya di universitas namun karena orang tua Aldo meminta Renata untuk jadi menantu mereka pada orang tua nya maka orang tua Renata membujuk Renata untuk menikah.


awalnya Renata menolak namun orang tuanya ttp kekeh dengan keputusan nya


karena Renata adalah tipikal penurut maka iapun luluh.


kebahagiaan yg di janjikan orang tua Aldo mereka pun berjanji akan mengijinkan dan membiayai Renata masuk universitas orang tua mana yg tak bahagia bila anaknya bahagia dan itupun yg di rasakan orang tua Renata ketika mendengar


janji manis orang tua Aldo...

__ADS_1


****


Bersambung


__ADS_2