
***
flashback on
pagi itu terdengar suara Aldo yg begitu lantang mengucapkan ijab kabul.
namun ijab kabul itu terdengar menyakitkan di telinga Renata karena yg di sebutkan Aldo bukanlah namanya melainkan nama Vania
seketika suasana hening saat proses ijab kabul pun menjadi riuh semua tamu undangan merasa heran atas apa yg terjadi bukan rasa sakit yg Renata rasakan namun rasa malu mendengar gunjingan semua tamu undangan. sempat pernikahan akan di batalkan namun ibu Melisa ibunya Aldo membujuk dan meyakinkan Renata dan keluarga bahwa Aldo hanya lupa dengan nama Renata dikarenakan Aldo dan Renata belum lama kenal,
pernikahan pun terjadi antara Aldo dan Renata, Yap pernikahan tanpa dasar cinta antara keduanya.
setelah pernikahan keluarga Aldo membawa Renata ke rumah mereka,
berharap cinta dan kasih sayang yg Renata dapatkan namun ternyata Aldo mencintai wanita lain lebih dari apapun Aldo ternyata mencintai Vania meski Vania pergi meninggalkan nya.
tak pernah Aldo menyentuh Renata meski apa yg dimiliki Renata tak lebih buruk dari Vania.
dari sudut apapun Renata lebih segala-galanya dari Vania namun cinta buta Aldo membutakan otak dan hatinya untuk Renata.
tiga bulan pernikahannya,orang tua Aldo akan berangkat keluar kota untuk perjalanan bisnis mereka bapak Siswanto dan Bu Melisa adalah nama dari orang tua Aldo.
__ADS_1
Malam itu adalah makan Malam terakhir orang tua Aldo bersama Renata dan juga Aldo.
"Al kamu jaga Renata dengan baik ya nak kamu harus belajar mencintai Rena dan menyayangi Rena karena dia wanita yg baik cantik pintar dan terlebih Rena adalah istrimu .
"iya mah" Aldo mengiyakan perkataan ibunya dengan mata sedikit memicing pada Renata
"dan untuk Renata mamah minta maaf belum bisa menepati janji mamah buat Renata melanjutkan kuliah Renata dulu.
soalnya mamah sama papah masih sibuk buat ngurusin perusahaan,
nanti sepulang dari luar kota mamah janji bakal cepet-cepet urus ke universitas ya sayang.
makan malam pun selesai Renata membantu bibi membereskan meja makan sementara yg lainnya berkumpul di ruang tamu untuk sekedar beristirahat setelah makan sambil menonton acara televisi kesukaan ibu-ibu di saluran ikan terbang.
setelah Renata selesai Renata pun menyusul duduk di kursi ruang keluarga namun seperti biasa jika Renata duduk di sebelah Aldo, Aldo pun akan pindah menjauhi Renata membuat ayah Aldo merasa geram atas perilaku Aldo pada Renata
"Aldo apa yg kamu lakukan apa kamu selamanya akan seperti itu pada Renata?" bentak Siswanto
Aldo hanya mendelik pada Renata tanpa sepatah katapun diapun berdiri dan langsung meninggalkan ruangan itu.
"sampai kapan mah Aldo akan seperti itu?"tanya Siswanto
__ADS_1
"gak tau pah mamah juga pusing liatnya terlebih mamah kasihan pada Renata" jawab Melisa
"gak papa kok mah Renata juga udah terbiasa" tukas Renata meski sebenarnya sakit hati yg iya rasakan begitu menyiksanya.
"Rena sayang mamah minta maaf ya nak, mamah juga minta Rena jangan putus asa terhadap Aldo mamah titip Aldo jika nanti mamah sama papah udah gak ada di dunia ini pesan mamah jangan tinggalkan Aldo sayangi dia dan tetap beri dukungan padanya" ucap Melisa
"kenapa mamah ngomongnya ke gitu sih mah papah jadi serem" tukas Siswanto
"emangnya kenapa pah emang mamah salah ngomong ke gitu?" tanya Melisa
"iyalah mah omongan mamah kaya orang mau meninggal aja"canda Siswanto lagi
"ya udahlah mending kita tidur dari pada nanti mamah makin ngelantur ya kan Ren " ajak Siswanto
''iya lagi pula besok mamah sama papah harus pagi-pagi berangkat ke bandara ya kan" potong Renata
dengan merangkul Melisa Siswanto berjalan menuju kamar mereka,hanya tatapan kosong yg Renata rasakan ada rasa kagum dan ada rasa kasihan pada dirinya sendiri kenapa nasib pernikahannya tidak seperti mertuanya
***
Bersambung
__ADS_1