
jam 10 pagi Renata menyalakan televisi,
nonton Drakor kesukaannya adalah jadwal penting baginya tapi di selang acara drama sekilas berita lewat dan diberitakan bahwa pesawat G tujuan kota P jatuh setelah sebelumnya hilang kontak karena terjadi kesalahan teknis pada pukul 8 pagi sontak berita itu membuat Renata panik karena kemungkinan pesawat itu adalah pesawat yg di tumpangi oleh kedua mertua nya Renata pun langsung berlari mencari Aldo bertujuan memberi tau Aldo namun sebelum Renata sampai di kamar Aldo telpon rumah berdering Renata pun meraih telponnya.
"halo selamat siang” terdengar suara seorang wanita di sebrang sana
"iya selamat siang"
"apakah ini kediaman bapak dan ibu Siswanto?"
"iya saya anaknya"jawab Renata
"begini Bu saya dari rumah sakit saya memberitahukan bahwa pesawat yg di tumpangi bapak dan ibu Siswanto terjadi kecelakaan dan sekarang sebagian jasad nya telah di temukan kemungkinan besar bapak dan ibu Siswanto sudah di temukan apakah anda bisa datang untuk mengkonfirmasi apakah benar jasad yg di temukan adalah bapak dan ibu Siswanto?"
''i-iya baik saya akan segera datang bersama suami saya" Renata menjawab dengan sedikit terbata-bata karena menahan tangisnya.
Renata pun menutup telponnya dan segera berlari menuju tempat Aldo.
"mas Aldo mas" Renata membangunkan Aldo dengan sedikit menggoyangkan tubuh Aldo
__ADS_1
Aldo menggeliat
"ada apa Rena?" Aldo bertanya dengan nada sedikit kesal
"mas mamah sama papah,,,,," Renata memberi tau Aldo dengan air mata mengalir di wajahnya
''kenapa dengan mamah sama papah Ren?" Aldo sedikit terperanjat karena merasa cemas melihat Renata memberitahunya dengan berlinang air mata
''pesawat yg di tumpangi mamah papah jatuh mas''
Aldo segera bangun dan sedikit berlari menuju kamar mandi, selang 15 menit Aldo keluar dari kamar mandi dan segera bersiap untuk pergi ke rumah sakit tempat penyimpanan para korban pesawat yg sudah di temukan.
"iya" Aldo mengiyakan
sampainya di rumah sakit segera Aldo mengkonfirmasi apakah benar jasad yg di temukan adalah kedua orangtuanya.
dan ternyata benar.
Aldo tak henti menangis ada rasa kehilangan bersalah dan tak percaya, hanya ada Renata yg berada di sampingnya yg membuat Aldo memeluk Renata untuk pertama kalinya di sepanjang pernikahan mereka.
__ADS_1
ada rasa tak percaya atas apa yg di lakukan Aldo tapi ini benar adanya meski hanya sebuah pelarian tapi cukup membuat hati Renata bahagia, setidaknya Aldo menganggap bahwa Renata ada.
selang beberapa hari setelah kepergian orang tuanya manager perusahaan datang untuk memberitahukan pada Aldo kondisi keuangan di perusahaan orang tuanya dan ternyata perusahaan orang tuanya berada dalam masa kritis saat itu di tambah Aldo tak berpengalaman dalam menjalankan perusahaan.
ini semua akibat Aldo terlalu di manjakan orang tuanya.
orang tuanya terlalu membebaskan apapun yg di lakukan Aldo selama orang tuanya ada Aldo tak pernah sekalipun pergi ke perusahaan yg ia lakukan hanya menuruti hobinya dan hobinya adalah mengotak-atik mesin selepas itu dia tidur untuk kuliah pun dia mengambil jurusan teknik mesin tidak sesuai dengan bisnis yg di jalankan orang tuanya sehingga setelah kepergian orang tuanya perusahaan mereka bangkrut gara-gara terlalu banyak hutang.
untuk beberapa bulan Aldo terpengaruh dengan keadaan, yg Aldo lakukan hanya minum-minuman pergi sore pulang tengah malam sampai semua aset orang tuanya ludes kini tinggal rumah yg di tempati yg tersisa
***
Bersambung...
epilog*
sebanyak apapun yg dimiliki orang tua kita jika kita tak bisa menjalankannya itu semua akan sia-sia.
maka ajarkan lah anak-anak kita tentang bagaimana berusaha agar mereka bisa bertahan ketika kita tak ada
__ADS_1