Pencarian Cinta Gadis Desa

Pencarian Cinta Gadis Desa
hidup kembali tanpa bersama keluarga


__ADS_3

Akhirnya setelah mendapatkan KTP dan izin dari mamak, marlina berangkat bekerja menjadi pembantu dirumah seseorang yang dipanggil bibi(ambou, bahasa tapselnya)


Beberapa hari sebelumnya bibi didepan rumah marlina, mengatakan ada pekerjaan.marlina yang sangat ingin bekerja tanpa berfikir jauh mengiyakam pekerjaan itu.Ini pekerjaan pertama marlina setelah hampir satu tahun tamat dari sekolah pesantrnya.


Marlina hasibuan, anak terakhir dari tiga bersaudara.abangnya bernama purna keling hasibuan, kakaknya bernama rafiah hasibuan.(hasibuan itu marga/suku), marlina, putri yang sangat dekat dengan almarhum ayahnya(ayakon bahasa kami๐Ÿ˜…)


Dengan semua persiapan, akhirnya marlina berangkat ke rantau prapat untuk bekerja dirumah bibi ervi harahap.


Diperjalan menuju rumah bibi ervi, marlina merenungi dan hampir meneteskan air matanya


"sejujurnya, berat hatiku meninggalkan mamak, abang dan kakak dirumah, aku sudah biasa gak bekerja hanya dirumah, palingan mengerjakan pekerjaan rumah saja, ini...tapi harus kuat marlina kau kan berniat baik membantu keuangan dirumah" gumam marina


keberangkatan marlina inipun sedih tanpa dilihat mamak dan kaakaknya, karna mamak dan kakaknya pergi berkunjung ada acara dirumah nenek(oppung).

__ADS_1


Dua jam setengah, sampailah mereka dirumah bibi ervi.


Mulailah marlina hidup tanpa bersama keluarga lagi setelah setahun lebih hidup berama keluarganya setelah ketamatan sekolahnya.sedih tentu....tapi dalam hatinya beradu ini bukan pertama kalinya dia tinggal tanpa bersama keluarga apalagi ortunya.


Pikiran tentang kesediha jauh-jauh marlina buang dari benaknya.


Teringat saat tadi diperjalanan menuju rumah bibi ervi, marlina muntah,mabul dimobil.syukur marlina jaga-jaga membawa plastik kecil, dan iya itu berguna kan๐Ÿ˜….Sejak pagi memang badan marlina kurang sehat, entahlah efek mau jauh dari keluarga atau apalah itu.Marlina memang orangnya murah cemas, penasaran tentang sesuatu dan akan gelisah kalau belum dia ketahui ujung masalah itu.Tentunya sangat perhatian kesemuanya, kelurganya, sahabatnya bahkan teman dan orang yang baru dia kenal.Menetes juga air mata dipipinya cepat-cepat dihapusnya takut terlihat oleh bibi ervi dan anak-anak bibi yang duduk didepannya.


"mak, madidalan au"(mak, udah dijalan aku)


"marAC do mak" (pake ACnya mak)mengatakan mobi yang dinaikinya


"hehehe, anggo natahan ko dokkon tu mbou mu, natahan au marAC mbou" (hehehe, kalau gak tahanmu pake AC gak bilang sama bibimu, gak tahanku pake AC)

__ADS_1


begitulah percakapan marlina dan mamaknya melalu telepon....sejujurnya hati marlina sudah ingin mengatakan bahwa dia tidak mau jadi pergi tapi dicobalah dulu fikirnya.


Sebenarnya hidup marlina agak sulit, dia merasa terkadang dibedakan dengan kakaknya.kalau dirumah dia selalu diomoli(dibekbeki) mamaknya, apalagi setelah meninggal ayahnya.Seolah setiap masalah pasti marlina lah kena imbasnya sepertia lampiasannya dibibuat mamaknya.itulah salah satu penyebab marlina ingin bekerja.Ya walau niatan hatinya hanya ingin membantu keuangan keluarga


maaf ya yang mau membacanya....(kalau ada๐Ÿ˜…)


ini sih sebenarnya novel perdanaku ini sungguh bukan kisahku...mungkin ada beberapa kuambil dari kisahku.


in



hehehek....itu dia si marlina hasibuan.gadis si hitam manis.PDnya kadang berlebihan tapi yang menyetujui dia manis banyak kan๐Ÿ˜…

__ADS_1


Baik, apalagi ke sahabat-sahabatnya yaitu soriani rambe, mardiana dasopang, resty fauziah rambe, muhammad akbar pasaribu..dan kawannya yang lain tentunya


__ADS_2