
dirumah wawan, dia yang benar-benar mencinta marlina(saat itu) merasa rindu akan hadir marlina dihari-harinya.bahkan ini sudah dua bulan lebih marlina tidak pernah pulang kampung.dia sangat berharap ada acara keluarga yang membuat marlina bisa pulang kampung tapi semua sia-sia, rindunya tak kunjung terobati.
Malam itu, entah darimana didapatnya nomor rafiah, kakaknya marlina.Tanpa fikir panjang dia langsung menghubungi nomor itu
tut tut tut(bergetar)
"halo, siapa ini?" tanya rafiah
"aku ini kak, wawan" jawab wawan
"hah, ada apa kok nelpon aku?" tanya rafiah heran, dia tidak teringat adeknya
"kak, dimana marlina, bisanya aku bicara samanya, kak?" tanya wawan dengan harap kakaknya marlina mau mengizinkan dia berbicara dengan marlina
"ouh, bisa....tunggu ya....marlinaaaa!!!!!"
"apa kak???kok teriak-teriak kakak manggil aku....sibuk kalipu!" jawab marlina dengan logat bahasanya
wawan dari kejauhan mendengarkan
marlina menghampiri kakaknya.
"apa kak?" tanyanya lagi
"ini, si wawan mau bicara samamu!" rafiah menyerahkan hpnya ke adiknya.sontak lah marlina mendengar wawan mau bicara, seneng campur kaget.gak nyangka aja dia bisa dicari wawa, bahkan melalui kakaknya.
__ADS_1
marlina menerima hp yang diberikan kakaknya
"ada apa nyari aku, hah?" tanya marlina
"dek, kangen banget abang ke adek, adek kangen gak ke abang?"
"itukan kamu, aku gak"jawab marlina.betapa bahagianya dia mendengar kata-kata rindu dari wawan, dia sebenarnya juga sangat memrindukan wawan, malah sering memikirkan wawan
" halo, kok diam ajanya?"tanya marlina karena tak ada suara lagi dari hp itu.
diseberang sana wawan harap-harap marlina banyak cerita kepadanya, tapi tak ada cuma jawaban cuek yanh diterimanya
"kalau gal ada lagi yang mau dikatakan biar pigi aku main-main ya" langsung memberikan hpnya kekakanya lalu pergi.
"hah udah kayak mana?"
"udah pigi main-main, apa itu?"
"panggilkan lagi kak, boleh!"
"marlinaaaa!!!!!!"
Marlina yang lagi asyik main-main sama teman-temannya tak menghiraukan panggilan kakaknya.betapa bahagianya dia, mengingat apa yang baarusa wawan katakan ke dia.
"dek, kangen banget abang ke adek, adek rindu gak ke abang?"
__ADS_1
kata-kata itu yang selalu teringat dikepalanya dengan sesekali tersenyum.
"kak, nanti selingkuh dia disana, gimanalah aku itu kak" ?
"gimana lagi, sabarlaah kau!"
"ya udahlah kak, makasih ya kak!"
"iyolah!"....panggilan berhenti
esoknya rafiyah mengatakan yang dikatakan wawan bahwa dia takut marlina selingkuh di asrama.
Berkepatan hari minggu, murni dan H.jaro ritonga, suaminya berkunjung ke asrama marlina untuk menemui putinya, arty dan cucunya marlina.karena rafiah sudah tamat mts dan pulang kerumah, berkumpul dengan orang tua di jambi.
langsung arty dan marlina menemui mamak arty dan neneknya marlina.arty dan marlina mencium tangan punggan murni dan suaminya.arty mencium pipi mamaknya kiri dan kanan begitupun marlina, lalu mecium punggung tangan kakeknya.
" mamangan kamu pung?"(udah makan kalian cu?)
"madung pung" (udah nek)
berhubung hari minggu murni mengajak putri dan cucunya kepasar.diperjalan menuju pasar
, "maunya nampakkulah si wawan" harap marlina
menuju pasar marlina tak kunjung melihat wawan, tapi seolah mimpi dan gak percaya..ketika mau pulang ke asrama, becak yang marlina naaiki bersama tantenya berpapasan dengan honda yang dinaiki ayah wawan, adeknya dan ..wawan.
__ADS_1
dengan senang marlina dan wawan bertatapan, berkepatan disitu jalan belokan.terus bertatapan....sampai honda yang dinaiki wawan sudah jauh bahkan marlina berputar badan melihat wawan yang melewati becak yang dia naiki.
terimakasih yang mau membacanya