
di pagi hari telah berkumpul dan dan para gurunya,kakek Alex"Nak kami akan mengajari mu teknik berpedang yg baik dan yg akan mengajari mu adalah bibi mu Angela julukan nya putri cimayik dan disini kau akan mengetahui arti julukan itu.lalu bibi Angela berkata"perhatikan dengan baik gerakan berpedang ku ini"lalu bibi Angela menarik pedang nya dan memainkan seperti menari dan menyerang udara dengan deru angin yg tajam setiap gerakan nya di perhatikan oleh Zan dan serangan terakhir nya mengeluarkan deru angin yg tebal dan menghancurkan batu di depan nya,"bagaimana apa kau sudah bisa memainkannya dan pasti kau sudah melihat nya dengan baik bukan"bibi Angela
Zan"baik bibi aku akan memulainya"Zan menarik pedang nya seketika aura merah yg menyeramkan keluar bersama dengan Zan menarik pedang tersebut,Zan memainkan teknik berpedang yg di praktekkan oleh bibi nya tadi setiap gerakan,tebasan dan deru angin yg tajam ia meliuk-liuk dan tebasan terakhir ny menghasilkan tebasan deru angin yg tajam dan menghancurkan batu yg lumayan besar,para gurunya yg melihat itu senang sekaligus bangga dengan ia karna ia bisa meniru gerakan setiap orang walaupun baru melihat nya "bagus dan seperti yg diharapkan aku akan memberi mu jurus pedang yg kau tau"kakek Alex,lalu ia meliuk liuk dan memainkan pedang nya dengan hebat saat tebasan terakhir ia berkata"pedang emas"lalu keluar siluet emas yg menumbangkan pohon yg tebal lalu zan mulai memainkan pedang nya dan ia mempraktekkan gerakan pedang nya dan mengeluarkan siluet yg ganas ia lalu mengeluarkan suara"pedang emas"ia menghancurkan batu yg lumayan besar
"sudah sudah kau sudah berkembang dengan pesat dan makanlah dulu kue ini dan
beristirahat lah dulu.lalu mereka memakan kue yg disediakan oleh nenek Sri
__ADS_1
"baik lah Zan aku akan mengajari mu teknik berpedang ku"lalu orang yg berkata itu yg tak lain dan tak bukan ialah paman Rey ia menarik pedang nya yg bewarna merah gelap ia memainkan pedang nya dengan baik dan bergerak gerak dengan indah tetapi mengeluarkan deru angin yg halus tetapi tajam dan pada saat gerakan terakhirnya ia mengeluarkan siluet yg tipis lalu zan mempraktikkan gerakan yg dilakukan oleh Paman Rey tadi ia bergerak sesuai dengan arah angin dan seperti orang yg menari ia menyatu padukan gerakan yg diajarkan oleh setiap para gurunya tadi dan ia membuat deru angin yg tajam dan saat tebasan terakhir nya ia mengeluarkan deru angin yang hebat. lalu tiba tiba seekor singa yg kelaparan dan ganas keluar dari hutan"bahan percobaan yg baik ia sudah kurus dan hidup segan mati tak mau apa lagi yg kau tunggu Zan serang ia dan jangan sampai kau yg terbunuh"paman boy
Zan"baiklah dan lihatlah" lalu Zan menarik pedangnya dan menyerang singa tersebut ia menyerang dengan serangan tajam ke arah kepala singa tersebut tetapi singa tersebut mengelak dan menyerang balik Zan rico,Zan rico menahan setiap serangan sang singa dan menusuk lurus ke arah depan dan berhasil membuat luka sayatan pada sang singa lalu ia mundur beberapa langkah dan mengeluarkan deru angin yg tajam dan mengenai sang singa lalu sang singa mengeluarkan auman yg keras dan mengeluarkan seteguk darah lalu Zan menyerang singa di arah leher sang singa dan memutuskan leher sang singa "bagus dan istirahat lah"paman Rey(sambil tersenyum)
"baik paman"Zan lalu beristirahat dan bersemedi sambil bersemedi ia mengeluarkan siulan yg indah ia membuka buku tentang pedang yg ia miliki bersama dengan buku roh nya ia membaca dan menemukan gerakan berpedang yg ada di kedua buku tersebut lalu ia mempraktikkan gerakan nya dan ia meliuk liuk dan seperti orang menari para gurunya yg melihat Zan terkejut serta tersenyum"memang anak yg hebat"nenek Sri
tiba tiba dari belakang badan Zan ia mendengar suara paman boy "ayo bertarung Zan"sambil mengeluarkan pedang yg besar dari ruang hampa dan itu biasa saja baginya karna para guru dari tadi berbuat demikian dan lagian mereka adalah orang yg hebat bukan,lalu mereka beradu pedang pada saat mereka beradu pedang tangan Zan bergetar ia menahan setiap serangan paman boy nya dan mempelajari gerakan pan boy nya yg memiliki gerakan dengan langkah binatang buas lalu Zan meliuk kan badan nya dan menyerang kaki lawan nya lawan nya melompat dan menyerang Zan dari atas lalu Zan menghindari serangan tersebut ia akhirnya melakukan serangan lurus yg hampir menusuk perut besar paman boy nya"sudah sudah kita akhiri ini kau memang berbakat"paman Rey
__ADS_1
"apa ini aku tadi hampir ketusuk dan mati"paman boy
"sudah kita kembali dan membersihkan diri"
lalu mereka kembali ke rumah dan membersihkan diri mereka dan mereka berkumpul di meja makan
nenek Sri"kau hebat Zan baru berlatih Sudan membunuh singa besar dan hampir mencelakai paman boy mu(sambil tertawa)
__ADS_1
paman boy"tidak ada yg lucu dan jangan tertawa kakak"lalu mereka tertawa karna melihat ekspresi wajah Paman boy yg sangat lucu mereka kembali ke kamar Masing masing dan seperti biasa Zan membaca buku terlebih dahulu lalu bersemedi