
di tengah panas matahari ada seorang anak yg sedang berlatih silat anak itu adalah zan Rico ia sedang melatih kekuatan kuda kuda nya dan cara bertarungnya
tiba tiba ada suara dari jauh yg dialiri tenaga dalam makanya ia bisa mendengar
"zan pulanggg"
zan yg mendengar suara itu pulang ke rumah nya
sesampai nya di rumah ia sudah di sambut oleh 5 orang siapa lagi kalau tidak kakek nenek paman dan bibi nya,lalu ia masuk ke dalam kali ini mereka duduk di lantai di ruang tengah,di tengah perkumpulan kakek Alex membuka percakapan
"kekuatan mu sudah hebat tinggal belajar jurus jurus dari kami tetapi sebelum kami memberi kamu jurus kamu harus menaati peraturannya kamu mengerti"
zan yg mendengar itu heran ia bingung "masaknya cuman belajar jurus harus ada peraturan dulu aku belajar jurus tumbukan hawa tidak ada pun peraturan nya"kata zan dalam hatinya
"apa peraturannya kek"kata zan
"peraturan nya hanya singkat tetapi menyakitkan dan berat apa kamu masik mau"
"kalau aku belum tau apa peraturannya masak iya aku harus menjawab nya lagian sejauh ini aku harus mundur kata mundur itu bukan lah kamus ku"
"baik kalau begitu lihat ini(sambil membuka sebuah kotak kecil,yg berisi mata dan tangan tetapi yg aneh nya mata dan tangan nya tidak berdarah) mata dan tangan mu harus dipotong dan diganti dengan ini kamu siap"
__ADS_1
zan yg melihat itu menelan ludah dan berkata dengan gagap"aaaapppaa ttiiddak adaa pillliihhaan lain kek"
"tidak ada kalau begitu masuk la ke kamar kami akan menjalankan nya"
"haaahhhh itu tidak mungkin kan mata dan tangan di potong aaaaaa"
karena teriakan zan yg kuat paman boy memukul leher zan dan membuat dia pingsan
"ayo kita memulainya boy potong tangan kirinya sebatas siku kamu mengerti dan Sri kamu cungkil mata kiri ini lalu pasang dengan mata yang ini kamu bersama Angela akan mengerjakan nya aku akan menjahit nya nanti setelah tangan bersiap mulai"
paman boy dengan kapak nya memotong tangan zan dan paman Rey memasang tangan yg ada di kotak kakek Alex mengeluarkan jarum emas lalu menusuk tempat tempat tertentu agar tangan nya menyatu ia mengerjakan dengan hati hati
bibi Sri sudah memulai mencungkil mata zan dengan sabit kecil dan bibi Angela memasang mata kiri yg berada di kotak,kakek Alex yg sudah siap menjahit lengan zan melihat mata sudah di pasang lalu ia mencucukkan jarum nya di atas mata ia melakukannya dengan telaten dan hati karena ia takut mala akan membahayakan zan nantinya ia menjarum dengan perlahan tapi pasti
"semoga ia cepat sadar, apa semua sudah di bersihkan dan tangan dan mata miliknya telah di simpan" kata kakek alex
"sudah kakak pertama semua nya sudah beres kita tinggal menunggu ia sadar selama satu Minggu dan bila ia belum juga sadar pasti mata dan tangan nya akan kembali ke kotak dan ia akan mati semoga ia baik baik saja"jawab nenek Sri
semua yg ada di meja makan menganggukkan kepalanya ,lalu semua nya kembali ke kamar nya masing masing tetapi tidak dengan paman boy ia menjaga zan malam ini
**HARi kedua**
__ADS_1
zan belum juga sadar dan makam ini nenek Sri yg menjaga zan ia melihat dan mencium kening zan sambil berkata"semoga kau sadar zan"sambil ia meneteskan se tetes air mata
HARI KETIGA
dan malam ini sama seperti semalam zan juga belum sadar dan untuk hari ini bibi Angela yg akan menjaga zan tidur
pagi hari tiba bibi Angela terbangun karena kepala nya di senggol oleh tangan zan ia melihat bahwa zan sudah mulai membaik lalu ia memanggil yg lain, semua sudah berkumpul di kamar zan dan mereka berlima mengalirkan tenaga dalam mereka perlahan zan sudah membuka matanya ia sudah sadar dan dibantu duduk oleh bibi Angela
"dimana aku ,apa tangan dan mata ini ...
"iya kami sudah mengganti semua nya dan kamu itu hebat kamu pikir kamu akan bangun pada hari ke 7 dan bila kamu tidak bangun kian aku akan membakar badan mu itu yg lemah"
zan yg mendengar kata kata pujian setengah hinaan dari paman boy mendengus
"kamu pasti lapar karna kamu belum makan selama 3 hari sana makan,makanan sudah siap dan tinggal kamu makan"kata bibi Angela
zan yg mendengar hal itu kaget ia tidak sadar selama 3 hari dan ia melihat penampilan nya di cermin ia seperti kakek kakek yg sudah di ujung tanduk nasib nya
"apakah kamu tidak mendengar perkataan bibi mu sana makan penampilan mu sangat buruk seperti kakek renyot hahahaha"
zan lagi lagi di buat gusar oleh paman boy ia lalu makan setelah makan ia pergi mandi dan setelah mandi ia bersemedi
__ADS_1
malam hari tiba dan semua berkumpul mereka senang karna zan sudah sehat seperti biasanya setelah bersenang senang mereka tidur, lalu zan masuk ke kamar nya dan mulai bersemedi lalu ia menutup matanya