
Saat bangun Lin Chen pun langsung mandi dan sarapan bersama "ayah sebenarnya aku punya satu permintaan" " apa itu Lin Chen" "apakah boleh aku pergi ke Hutan Monster ayah" "Tidak" ibu nya pun langsung menjawab dengan tegas "tapi bu di sana aku-" Tidak" untuk yang ke dua kali nya dia berkata tidak dengan tegas "hufft baiklah Bu" selesai sarapan bersama Lin Chen pun langsung berlatih saat sedang berlatih ayah Lin Chen mendatangi "nak kesini dulu" Lin Chen segera mendatangi ayah nya "ada apa ayah" "sebenarnya ayah mengizinkan mu untuk pergi ke wilayah Hutan Monster tapi hanya sebatas di luar saja tetapi ibu mu menolak" "Benarkah ayah" tanya Lin Chen dengan semangat dan tekad yang kuat "ya tentu saja, tapi masalah ibu mu harus dirimu sendiri" "baiklah serahkan saja padaku" terimakasih ayah batin Lin Chen dengan mata yang penuh dengan tekad membara
__ADS_1
...... ------------------------------......
__ADS_1
Saat makan malam bersama Lin Chen segera menanyai ibu nya perihal dia pergi ke Hutan Monster "ibu izinkan aku pergi ke Hutan Monster" "dengan segera ibu beserta kakak nya menjawab dengan tegas "TIDAK" Lin Chen yang mendengar kakak nya ikut menjawab hanya bisa menundukkan wajah nya. selesai makan malam bersama Lin Chen beserta ayah nya mendatangi kamar ibu nya "ibu kumohon izinkan aku pergi ke Hutan Monster" tapi kasih ibu tetap lah tidak mengizinkan anak yang paling dia sayangi pergi ke Hutan berbahaya "hah biarkan lah anak kita pergi Fang Yin" mendengar suaminya berkata seperti itu Fang Yin kaget karena suaminya memperbolehkan anak nya pergi ke dalam hutan monster "ibu aku berjanji hanya pergi 4 bulan" "tetap tid-" "hanya wilayah luar buu" "Biarkanlah istriku" mendengar anak nya yang keras kepala Fang Yin hanya bisa menghela nafas "baiklah tetapi tidak boleh lebih dari 4 bulan jika terlewat satu hari aku akan mengirim pendekar untuk mencarimu" mendengar jawaban dari ibu nya Lin Chen segera bersemangat dengan penuh tekad untuk menjadi salah satu pendekar paling kuat Lin Chen menjawab "Terimakasih ayah ibu" segera dia langsung pamit untuk tidur karena Lin Chen ingin pergi besok "Haihh dia sama persis seperti kamu" "namanya juga anak ku hahahahaha" mendengar suaminya tertawa Fang Yin segera memukul perut suaminya "aduuh kenapa kau memukul perut ku" "karena kau sangat berisik menganggu anak kita yang sudah tidur" "maaf maaf aku hanya senang saat kau memperbolehkan anak kita pergi karena hanya itu permintaan pertama dia" "baiklah ayo kita segera tidur"
__ADS_1
tak terasa malam sudah terlewat saat matahari masih malu menunjukkan wajah nya sudah terlihat keluarga yang sedang menangis ya itu adalah keluarga Lin Chen "hati hati lah nak jangan sampai mati saat kau bertemu hewan buas jika kau bertemu hewan petarung segera lari mau selemah apapun hewan petarung tetaplah hewan yang sangat kuat" "iya iya Bu, Lin Chen akan berhati hati saat nanti di Hutan Monster" "Lin Chen kau harus segera kembali agar aku tidak mati kebosanan saat kau tidak ada" "iya aku pasti akan cepat pulang kakak" Lin Chen pun berpamitan kepada keluarga nya " ayah ibu kakak aku berangkat dulu yaa" "hati hati nak" jaga dirimu adik ku" " JANGAN SAMPAI MATI ANAKKU" seru ayah nya.
__ADS_1