Pendekar Pedang Setan

Pendekar Pedang Setan
Berlatih di Hutan ll


__ADS_3

Saat Lin Chen sedang beristirahat dia di datangi oleh guru nya. "bagus murid ku, ini minum lah", saat Lin Chen melihat nya dia sedikit terkejut karena yang di kasih oleh guru nya adalah ramuan


tetapi itu adalah ramuan kelas 3, Lin Chen tetap terkejut karena walau bagaimana pun hanya keluarga kaisar yang mempunyai ramuan.


Saat Lin Chen meminum nya dia merasakan tubuh nya menjadi ringan dan berenergi, "terimakasih guru" "tidak perlu berterimakasih, berterimakasih lah kepada ku saat kau sudah mengalahkan hewan itu" saat Lin Chen melihat dimana guru nya menunjuk dia mengkerut kan kening nya


"guru kalau hanya begini aku pasti dengan mudah mengalah kan nya". ya guru nya meminta Lin Chen untuk mengalahkan seekor burung, dan dia hanya berada di tingkat pendekar tingkat 1

__ADS_1


"kalau begitu cobalah" Lin Chen yang mendengar kata guru nya langsung melaju dengan cepat ke arah burung. burung yang menyadari ada yang ingin membunuh nya langsung terbang, sontak Lin Chen kaget karena Lin Chen melupai hal paling dasar dari burung karena terlalu meremehkan nya


saat Lin Chen kesal karena dia seperti menjadi orang bodoh, tidak bahkan orang bodoh mengetahui burung bisa terbang. Lin Chen merasa dirinya menjadi orang terbodoh di dunia


karena kesal Lin Chen langsung melompat dan melempar batang kering dari salah satu pohon dan langsung mengenai tepat di dada burung. saat dia mengambil mayat burung tersebut dia melihat bahwa dia sedang menjaga telur telur nya


Lin Chen yang tidak mengetahui bahwa burung tersebut memiliki telur yang harus dia jaga langsung lemas, lalu Haocun menghampiri nya "apa kau sekarang menyesal?" "guru, kenapa guru menyuruh ku untuk membunuh seekor burung yang sedang menjaga telur nya?" tanya Lin Chen dengan lemas "kenapa kau menyalah kan hal itu kepada guru?" jawab Haocun "bukankah karena guru yang menyuruh ku untuk membunuh nya?!" jawab Lin Chen dengan nada tinggi

__ADS_1


ya karena dirinya hanya melakukan apa yang di suruh oleh guru nya dan tidak melihat keadaan sekitar nya. mungkin guru nya ingin Lin Chen menjadi pribadi yang tegas jujur amanah dan tidak asal mengambil keputusan.


saat malam mereka memakan daging burung yang di bunuh oleh Lin Chen. saat memakan nya Lin Chen seperti ragu ragu karena sekarang dia sedang memakan burung yang menjaga telur telur nya


"sudahlah jangan menyesali nya, tadi ya tadi kau harus membuat keputusan untuk hari esok jangan kau sesali apa yang kau perbuat karena jika kau menyesali nya kau harus menjadi lebih kuat dan berbuat yang baik" jelas Haocun. mendengar guru nya bilang seperti itu Lin Chen pun akhir nya memakan nya dengan muka yang sudah tidak lesu


keesokan hari nya Lin Chen sudah bagun saat mash matahari belum muncul dia sedang berlari dan melakukan latihan biasa, saat sedang berlatih dia kepikiran apakah aku bisa menggunakan pedang yang tertancap di batu itu? saat selesai berfikir dia langsung bergegas masuk ke dalam gua yang terdapat pedang yang tertancap

__ADS_1


saat memasuki gua dia masih bisa merasakan aura pembunuh, tetapi karena sudah merasakan aura pembunuh yang melebihi nya maka dia dengan santai memasuki gua tersebut. saat sudah di dalam dia melihat ada pedang yang tertancap sampai setengah badan pedang tersebut, saat memegang gagang pedang tersebut


Lin Chen merasakan kekuatan mengalir dengan deras ke dalam tubuh nya dan seketika itu pula Lin Chen mendapatkan aura pembunuh yang pekat.


__ADS_2