Pendekar Racun

Pendekar Racun
Chapter 3 - Yang Guo Sang Jendral Pedang Api Merah


__ADS_3

Chapter 3 - Yang Guo Sang Jendral Pedang Api Merah


“hah sialan aku haus sekali.” Fang yuan mengumpat kehausan karna ia meninggalkan rumahnya tanpa tau arah dan tanpa peta sehingga kini dirinya tersesat di gurun pasir.


“haus - haus, apa itu? air…….. air………” Fang yuan melihat sebuah hutan di tengah gurun dan berharap di sana ada air tetapi setiap dia ke arah hutan, tiba - tiba hutan itu tidak ada.


“Fatamorgana sialan.” Fang yuan mengumpat lagi dengan keras


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>


“Jendral Guo, Komandan Prajurit Lee Hong datang untuk melapor.” Teriak Lee Hong yang merupakan komandan prajurit sambil menangkupkan tangan sebagai tanda penghormatan kepada jendral Yang Guo.


“Ya, laporkan yang ingin kau laporkan.” jawab Yang Guo dengan nada acuh tak acuh.


“Kami telah menerima informasi dari mata - mata kita bahwa Jendral  Guo Jing si tinju besi dari kekaisaran qing telah bersiap untuk menyerang prajurit perbatasan kekaisaran Luo kita.” kata Lee Hong.


“apa……? Guo Jing sialan itu mau menyerang perbatasan? dasar ******** Guo Jing sialan …………… byar..” teriak Yang guo sambil melemparkan gelas yang ada di tangannya karna marah setelah mendengar informasi dari Lee Hong.

__ADS_1


“Lee Hong , Segera siapkan 500 pasukan dan kita akan pergi ke kota kekaisaran Luo meminta izin berperang kepada kaisar Luo Yang dan aku akan segera membunuh Guo Jing sialan itu setelah menerima titah kaisar.” teriak perintah Yang Guo kepada Lee Hong.


“Siap laksanakan perintah , Jendral.” jawab Lee Hong tegas sambil menangkupkan tangan dan membukukkan badan pada Yang Guo kemudian meninggalkan kediaman Yang Guo.


“Pedang Magma Merah persiapkan dirimu untuk mandi darah pembantaian para prajurit dari kekaisaran qing.” Yang guo menarik dan berbicara pada pedangnya yang merupakan salah satu dari 13 pedang kehancuran(termasuk pedang milik Ye Mo dan Fang yuan) dan para pemegangnya di sebut 13 pedekar pedang.


<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<


“huft sialan………. kearah mana aku harus pergi……” Fang yuan bergumam sambil mengusap keringat karna gurun di mana ia tersesat arah sangat panas.


setelah berjalan tanpa arah dan menahan haus akhirnya tiba-tiba dari kejauhan Fang yuan melihat sebuah tenda perkemahan yang berdiri di atas gurun.


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>


“Tuan Liu ,Bawahan Dong Ming izin melapor.”  Kata Dong Ming sambil membungkuk dan menangkupkan tangan memberi hormat pada Liu Feng.


“baik , katakan yang ingin kau sampaikan.” kata Liu Feng dengan lemah lembut.

__ADS_1


“Kami menemukan seorang bocah sekitar umur delapan tahunan pingsan di depan kamp kita, bolehkah kami membawa ke kamp kita dan menolongnya.” tanya Dong ming.


“oh? bocah 8 tahunan pingsan di depan kamp kita?”


“iya tuan Liu.”


setelah itu Liu Feng berpikir cukup lama karna ia berpikir mungkin bocah itu adalah seorang mata - mata dari para bandit Tengkorak Darah yang meraka incar.


“Baiklah bawa dia ke kamp kita tetapi tetap awasi dia karna mungkin saja dia mata - mata dari bandit tengkorak darah yang kita buru.”


“Baik tuan liu, bawahan Dong ming segera melaksanakan perintah.” Dong ming pun meninggalkan tenda milik Liu Feng dan pergi untuk menolong dan membawa bocah yang pingsan itu ke kamp milik mereka.


>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>


“oh? di mana aku?” kata Fang yuan setelah ia hampir sampai ke sebuah tenda perkemahan tapi ia kemudian pingsan tapi kini dirinya melihat bahwa dirinya di dalam tenda perkemahan.


“Kau berada di tenda kamp naga putih.” jawab Dong Ming Pada Fung yuan.

__ADS_1


“ini air untukmu, kurasa kau pingsan karna kehausan.” Dong ming melepar sebuah kendi dari kayu yang berisi air pada Fang yuan.


“Terima kasih tuan.” Fang yuan kemudian memimum semua air yang di berikan oleh Dong Ming.


__ADS_2