Pendekar Racun

Pendekar Racun
Chapter 4 - Tentara Bayaran Naga Putih


__ADS_3

Chapter 4 - Tentara Bayaran Naga Putih


Setelah menghabiskan air itu Fang yuan pun di tanya oleh Dong ming beberapa pertanyaan agar mengetahui apakah Fang yuan merupakan mata - mata dari bandit tengkorak darah atau bukan.


Setelah Dong ming menanyai berbagai pertanyaan kini ia pun merasa lega karna dari semua jawaban yang di lontarkan Fang yuan semuanya tidak mencerminkan dari jawaban seorang mata-mata.


Setelah beberapa saat kemudian setelah Dong ming dan Fang yuan berbincang, Liu Feng pun datang ke tenda di mana Dong Ming dan Fang yuan berada. 


“Tuan….” kata dong ming sambil menangkupkan tangan sebagai tanda memberi hormat pada atasannya saat atasannya masuk ke tenda ia berada dan Liu Fen hanya tersenyum tipis.

__ADS_1


“Tuan ini Fang yuan bocah yang tadi aku temukan pingsan di depan kamp kita.” kata dong ming sambil mengarahkan tangan menunjuk ke arah Fung yuan.


“oh jadi kau Fang yuang.” sahut Liu Feng atas perkataan Dong ming.


“Terima kasih tuan telah mengizinkan saya tinggal dan telah menolong serta memberikan air kepada saya.” Kata Fang yuan sambil menangkupkan tangan memberi hormat.


“Tak masalah dan juga aku Liu Feng sebagai pimpinan kamp ini Tentara bayaran Naga putih juga meminta maaf karna telah mencurigaimu sebagai mata - mata bandit tengkorak darah dan aku telah menyuruh dong ming untuk mengawasimu serta menanyaimu beberapa pertanyaan, mungkin kau sudah tau saat dong ming menanyaimu tadi bahwa kami sedang menerima misi bayaran dari kekaisaran Luo untuk memburu para bandit tenkorak darah karna kekaisaran Luo sedang berperang melawan kekaisaran qing.” kata Liu Feng pada Fang yuan sambil menangkupkan tangan serta meminta maaf.


*****

__ADS_1


“Serangan …………….. ada serangan    ada serangan dari bandit tengkorak darah di kamp naga putih kita.” teriak salah satu bawahan Liu Feng.


“Apa…. dasar bandit sialan beraninya mereka siang-siang begini menyerang kamp kita.” Liu Feng yang sedang berada di tenda bersama dong ming dan Fang yuan mengumpat keras - keras karna mendadak ia mendengar teriakan bawahannya di luar tenda bahwa bandit tengkorak darah menyerang kelompoknya.


Mendegar hal tersebut kemudian Fang yuan berkata pada Liu Feng “Tuan Liu bolehkah saya ikut bertarung dengan para bandit tersebut sebagai ucapan terima kasih saya karna telah menolong saya.”


“Baiklah, Dong ming berikan senjata pada Fang yuan untuk bertempur” kata Liu Feng memberi perintah dan tidak memandang rendah usia Fang yuan karna ia juga berpikir bahwa tidak mungkin Fang yuan merupakan bocah biasa karna ia berani berkeliaran dan berpetualang sendiri di gurun tanpa ada pendamping.


Setelah itu dong ming keluar sebentar dan membawa 5 buah senjata yang berupa tombak,pedang,panah,golok,palu gada dan menyuruh Fang yuan untuk memilih salah satu senjata tersebut untuk ia gunakan.

__ADS_1


“Aku memilih tombak ini tuan dong ming.” setelah Fang yuan memilih tombak sebagai senjata kemudia ia menaruh tongkat yang di balut kain semua di punggungnya dan tongkat tersebut bukan merupakan tongkat biasa karna di dalam tongkat tersebut terdapat pedang yang telah di berikan oleh ayah angkatnya yang merupakan pedang api hitam dan merupakan salah satu dari 13 pedang legenda yang telah di pegang oleh 13 pendekar pedang dan saat ini tinggal 12 pendekar karna Fang tian telah tiada dan pedang itu kini jatuh ke tangan Fang yuan dan ia belum bisa di anggap sebagai salah satu 13 pendekar karna belum mencapai ranah beladiri martial earth.


__ADS_2