Pengorbanan Istri Kedua

Pengorbanan Istri Kedua
Part 3


__ADS_3

Dikamar.


aku dan mas hendra menjalin kasih seperti pada umum nya anak muda.


"kenapa aku belum datang bulan,sudah dua bulan sejak mas hendra ulang tahun hmm sebaik nya aku test"


riyanti ke kamar nindy,dia sahabat riyanti semenjak riyanti kost di tempat itu.


"nin,kamu punya tespack tidak ?"


"hah ? Buat apa yan ? Kamu hamil ?" Jawab nindy dengan muka polos nya


"Mungkin nin,sudah dua bulan aku belum halangan,sejak acara nya mas hendra" riyanti


Nindy "ada nih yan sisa satu"


"aku pakai ya nin,thanks" jawabku


dikamar riyanti bingung tidak karuan karena dia belum pernah hamil sebelum nya dan dia tidak tau harus berbuat apa jika dia hamil karena mas hendra bukan lelaki lajang tapi pria berstatus suami orang.


Malam hari mas hendra pulang sedangkan riyanti berada di kamar mandi test kehamilan.


mas hendra "sayang kamu mau berapa lama di kamar mandi"


riyanti semakin bingung dia harus bahagia atau sedih "iya mas sebentar"

__ADS_1


"mas aku mau bicara sama mas hendra"


mas hena lansung memeluk riyanti ,mencium kening riyanti "mau bicara apa sayang ?


Riyanti dengan pelan bicara "aku hamil mas,maaf"


mas hendra langsung tertunduk lesu tanpa bicara apapun sampai dia tertidur sedangkan riyanti menangis karena riyanti tau ini tidak akan berpengaruh buat mas hendra an mas hendra tidak menginginkan hal ini.


"aku harus bagaimana ini? Apa aku gugurin saja kandunganku,ya.. sepertinya mmang harus seperti itu"


riyanti berusaha mencari jalan keluar sendiri malam itu tanpa riyanti tau apa yanh di inginkan mas hendra.


keesokan pagi nya mas hendra seperti biasa bangun pagi untuk ke kantor,disela sarapan pagi nya dengan riyanti mas hendra bicara "yan,jangan di gugurin anak kita,dia titipan tuhan. Kita akan hdapin semua nya sama sama "


"Iya yan,biar aku yang bicara sama keluargamu" jawab mas hendra dengan penuh keyakinan.


riyanti bahagia karena menurut nya harapan untuk bersama mas hendra ke jenjang yang lebih serius berjalan dengan baik tanpa hambatan.


riyanti dan mas hendra memutuskan untuk sewa rumah. Tidak mungkin mereka tinggal di kosan lagi.


kini usia kandungan riyanti sudah memasuki enam bulan tapi mas hendra tidak juga bicara pada keluarga riyanti.


hari minggu tanpa di sangka keluarga riyanti berkunjung kerumah riyanti.


betapa syok nya semua kluarga riyanti melihat perut riyanti yang buncit.

__ADS_1


riyanti " mbak dewi,mbk rina ? Hmm ayo masuk mbak"


mbak dewi dan mbk rina pun saling berpandangan minta penjelasan ke riyanti


"apa maksud nya perutmu itu yan?" Tanya mbk dewi dengan suara menahan tangis


sedangkan mbak rina tidak kuat membendung tangisan nya.


aku pun menceritakan semua ke mereka dengan sangat pelan,


mereka pun meminta mas hendra menemui mereka hari itu juga untuk mnejelaskan status antara aku, mas hendra dan anak dalam kandunganku


30 menit mas hendra datang kerumah


"mbak sudah lama?" tanya mas hendra dengan hati hati


mbk rina yang sedari tadi diam pun angkat bicara "bisa di jelaskan kenapa kalian menyembunyikan hal besar ini dari kami"


mas hendra menjawab dengan takut "maaf mbak kami tidak bermaksud menyembunyikan tapi kami ada suatu hal uang tidak bisa kami jelskan mbak"


mas hendra pun menceritakan semua kondisi nya yang saat ini berstatus suami orang.


mau tidak mau keluargaku menerimaas hendra karena mas hendra begitu yakin dan cinta terhadap riyanti.


kami di sambut baik oleh keluarga kami temasuk mas hendra..

__ADS_1


__ADS_2