
Seorang perempuan bernama Izora Auristela adalah anak tunggal dari keluarga terkaya di salah
satu komplek di kota Jakarta.
Stela masih menduduki kelas 9 SMP. Ia mempunyai circle pertemanan yang kecil.
Stela adalah orang penting dikelas, ia sorang bendahara kedua sekaligus seksi kebersihan.
Ia selalu pulang sekolah lebih lambat dari teman teman yang lain karena harus menjaga teman teman yang piket hari itu.
Saat itu Stela sedang sakit namun ia harus tetap menjaga teman teman nya yang piket.
Asha adalah teman akrab Stela yang piket dihari itu, ia tahu bahwa Stela sedang sakit lalu menyuruh nya untuk pulang.
Stela juga merasa bahwa ia pusing, ia pun pulang jalan kaki karena tidak mau merepotkan orang tuanya yang sibuk bekerja.
Sesampainya dirumah, Stela ingin istirahat dan membuka HP nya. Ternyata teman Stela memberi nya pesan untuk membuat makalah IPS dan dikumpulkan besok.
Stela menyetujui permintaan teman nya walaupun ia sedang sakit karena Stela berfikir bahwa teman nya juga capek karena sudah mengetik untuk makalah tersebut.
Stela pun akhirnya pergi keluar untuk membuat makalah tersebut.
Besoknya disekolah, Stela memberikan makalah tersebut kepada teman nya untuk diperiksa apakah sudah benar dengan makalah nya.
__ADS_1
Saat ingin pulang, Stela tetap harus menjaga teman teman nya yang piket di hari itu.
Namun salah satu teman nya Stela yang bernama Lutfan izin untuk tidak piket karena ia harus pulang lebih cepat untuk menjemput adiknya dibandara.
Stela menyetujui namun teman teman sepiketnya Lutfan marah karena anggota yang piket menjadi kurang.
Stela tidak mau mengambil pusing, ia pun menggantikan Lutfan walaupun ia masih sakit dan capek.
Sesampai nya dirumah, Stela hanya berdiam diri.
Ia memikirkan betapa kesepian nya saat dirumah karena tidak mempunyai teman disekitar rumah dan tidak mempunyai kakak ataupun adik.
Stela selalu menangis sebelum tidur, bukan berarti ia tidak bersyukur, ia berfikir bahwa tidak ada orang yang bisa mendengarkan cerita nya saat dia sedang sedih.
Tetapi, saat Stela ingin tidur. Temannya Stela yang bernama Lia mengirim pesan dan menawarkan Stela untuk mendengarkan curhatan nya.
Stela merasa tidak nyaman untuk menolak lalu ia menyetujui perkataan Lia dan mendengarkan curhatan nya.
Walaupun Stela sangat mengantuk, ia tetap berusaha fokus kepada cerita Lia.
Stela memberikan solusi dan menenangkan Lia yang sedang menangis karena cerita nya.
Stela berfikir bahwa jika ia bercerita juga bahwa Lia akan mendengarkan dan memberinya semangat.
__ADS_1
Stela berkata "Lia bisa ngga dengerin cerita aku?"
Tetapi Lia hanya menjawab "besok deh kita cerita cerita dikantin kaya biasa, aku udah ngantuk, makasih ya dengerin aku curhat tadi."
Seketika Stela hanya terdiam dan meng-iya kan perkataan Lia tadi.
Stela sadar bahwa benar benar tidak ada orang yang bisa menghargainya.
Stela meneteskan air matanya dan kunjung tak bisa tidur. Stela dapat tertidur jam 12 malam, pagi nya Stela bersiap siap untuk ke sekolah seperti biasanya. Namun Stela merasa badan nya makin panas, ia pun meminum obat sebelum pergi kesekolah.
Saat disekolah, Stela hanya membawa uang cash sekitar 25 ribu. Menurut Stela itu tak cukup untuk sehari jajan dan untuk beli makan siang.
Karena menghemat uangnya yang pas pas-an tersebut. Stela pun tidak membeli makan siang, ia hanya membeli cemilan dan air mineral.
Habis sholat zuhur, Stela merasa pusing dan mual. Lalu Stela terbangun, ia berada di UKS ditemani oleh teman teman anggota PMR.
Termasuk Asha.
Asha berkata bahwa Stela pingsan, mungkin karena belum makan atau kecapean.
Asha menyuruh Stela untuk minta jemput dan pulang karena Stela harus banyak istirahat.
Stela menolak dan berkata "gapapa ko tadi pusing doang." Padahal Stela ingin pulang untuk istirahat karena badan nya benar benar sakit tetapi tidak ada yang bisa menjemputnya saat itu, uang nya juga tidak cukup untuk naik ojek dan lain lain.
__ADS_1